Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Kontroversi Bhayangkara Cup: Final Voli di Sukapura Dihentikan Akibat Pelanggaran Aturan

badge-check

*Probolinggo, 18 September 2024* – Final turnamen bola voli Bhayangkara Cup yang berlangsung di Sukapura, Probolinggo, berakhir ricuh dan penuh kontroversi pada Selasa malam (17/9/24), setelah pertandingan terhenti di tengah jalan. Pertandingan yang mempertemukan tim AASG dari Gemito, Kecamatan Sumber, melawan tim Bukit Sayur dari Desa Gedong, Kecamatan Sukapura, dihentikan pada set pertama dengan skor 16-20, karena dugaan pelanggaran aturan yang dilakukan oleh panitia.

Masalah bermula ketika tim Bukit Sayur diketahui menurunkan empat pemain bon. Padahal, sesuai dengan peraturan turnamen, setiap tim hanya diperbolehkan menggunakan tiga pemain bon. Pelanggaran ini memicu protes keras dari tim AASG, yang merasa dirugikan secara moral dan material akibat keputusan tersebut.

 

Agung P, koordinator tim AASG, menyatakan kekecewaannya atas keputusan panitia yang dinilai tidak konsisten. “Kami sangat kecewa dengan panitia. Aturan sudah jelas, tetapi mereka membiarkan adanya pelanggaran. Kami sudah berusaha berkoordinasi, namun panitia tidak memberi respon yang tegas. Akhirnya, kami menunggu tidak ada kejelasan yang akhirnya sama – sama tidak ada kelanjutan laga finalnya,” ungkap Agung dengan nada tegas.

 

Insiden ini tidak hanya mengundang kekecewaan dari tim yang bertanding, tetapi juga dari ribuan penonton yang telah membayar tiket sebesar Rp25.000. Seorang penonton yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku merasa sangat dirugikan. “Kami membayar tiket untuk menyaksikan final, tapi yang terjadi malah seperti ini. Panitia harusnya tegas dalam menegakkan aturan,” katanya kesal.

Terkait masalah ini, Agung menyatakan bahwa tim AASG akan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum. “Kami akan melaporkan hal ini ke pihak berwenang, karena kami merasa aturan dilanggar dan harus ada keadilan bagi semua tim yang berpartisipasi,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, panitia penyelenggara Purnomo memberikan tanggapan,

“Masih belum ketemu titik terang nya besok insya Allah saya pertemukan kedua official team pak”,

Ke tim media melalui pesan WhatsApp. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penggemar olahraga voli dan pihak-pihak yang terlibat dalam turnamen ini.

 

Apakah akan ada tindak lanjut dari panitia atau intervensi dari pihak berwenang? Semua pihak kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari kontroversi yang terjadi di ajang Bhayangkara Cup ini.

(Bersambung……..????)

 

*(Edi D/Red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Buka Kejurnas Taekwondo Cadet dan Junior 2026: Ingatkan Sportivitas Atlet dan Wasit

23 April 2026 - 20:45 WIB

Semangat Gotong Royong Menggema di Desa Gita, Jembatan Garuda Terus Dikerjakan

23 April 2026 - 20:22 WIB

“Bensin Eceran di Ujung Tanduk: Membantu Rakyat atau Melanggar Hukum?”

23 April 2026 - 20:16 WIB

Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Lantik dan Kukuhkan Pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi Kaltim Masa Bakti 2025-2029

23 April 2026 - 16:23 WIB

Warga Geruduk Dugaan Pabrik Rokok Ilegal di Desa Bulang, Gending Probolinggo

22 April 2026 - 09:10 WIB

Trending di Kabar Viral