Berita  

Gerakan Rakyat Indonesia untuk Boikot Produk Israel Mencapai Puncak pada 27 Juli 2024

Patrolihukum.net – (4 Juni 2024), Komitmen teguh rakyat Indonesia untuk memboikot produk yang mendukung Israel akan mencapai puncaknya pada 27 Juli 2024, dalam demonstrasi massal solidaritas dan perlawanan. Gerakan ini, dipicu oleh serangan terus-menerus dan kehilangan tragis nyawa tak berdosa di Palestina, telah mendapatkan momentum di seluruh negeri.

Banyak perusahaan multinasional, termasuk Mars, Pepsico, P&G, Unilever, Coca-Cola, Kraft, Danone, Mondelez, Nestle, dan General Mills, telah ditargetkan karena kontribusinya kepada Israel. Seruan boikot ini berasal dari pidato-pidato berapi-api para pendukung pembebasan Palestina di Rafah, yang mengecam kekejaman yang dilakukan secara sembrono terhadap warga sipil, wanita, dan anak-anak.

Meskipun penderitaan yang tak berkesudahan dialami oleh rakyat Palestina, Amerika Serikat, sebagai sekutu Israel yang teguh, tetap tidak tergoyahkan. Oleh karena itu, fokus protes Indonesia beralih kepada pemerintah AS, dengan rencana demonstrasi di luar Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Dipimpin oleh Ustad Bachtiar Nasir, gerakan ini bertujuan untuk memobilisasi segala segmen masyarakat, termasuk pengendara sepeda, pengemudi mobil, dan klub motor, untuk berkumpul di bawah bendera “Selamatkan Palestina” dan memboikot produk yang terafiliasi dengan Israel. Mars damai pada 27 Juli 2024, akan menyatukan berbagai bentuk transportasi darat, laut, dan udara, memperkuat seruan untuk keadilan dan solidaritas dengan Palestina.

Aksi monumental ini menandai kelanjutan perjuangan tanpa henti melawan pendudukan Israel, yang telah menyebabkan penderitaan tak terhitung selama hampir setahun. Kampanye boikot melampaui tindakan konsumen semata; ia melambangkan penolakan kolektif terhadap keterlibatan dalam penindasan rakyat Palestina oleh Israel.

Saat boikot semakin berkembang, perusahaan yang terlibat dalam dukungan Israel merasakan tekanan, dengan memberikan diskon besar untuk mempertahankan pangsa pasar. Meskipun upaya mereka, tekad aktivis Indonesia tetap teguh – “Boikot sampai bangkrut” adalah seruan yang bergema, dari jalanan Jakarta hingga pantai Lampung.

Di bawah kepemimpinan Wati Imhar Burhanudin, gerakan ibu-ibu Indonesia telah memimpin boikot di berbagai wilayah, dari Serang hingga Jombang, mendapatkan dukungan dari berbagai komunitas.

Meskipun puncak kampanye boikot ditetapkan pada 27 Juli 2024, perjuangan untuk pembebasan Palestina terus berlanjut tanpa henti. Setiap tindakan yang diambil adalah bukti dari komitmen yang teguh terhadap keadilan dan kemanusiaan, saat dunia menjadi saksi atas kekejaman yang terjadi di Rafah.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *