Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Pelayanan Puskesmas Teku yang Buruk Diduga Mengakibatkan Kematian Bayi

badge-check

**Banggai** – Salah satu warga Desa Pangkalasean Baru, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, mengungkapkan kekesalannya terkait pelayanan Puskesmas Teku yang dianggap kurang maksimal. Hal ini, menurut warga tersebut, menyebabkan calon cucunya meninggal dunia.

Insiden ini bermula pada Sabtu, 22 Juni 2024, sekitar pukul 07.00 WITA, ketika keluarga Muliyanti Dilao membawa pasien yang akan melahirkan ke Puskesmas Teku. Setibanya di puskesmas, pasien langsung mendapatkan pelayanan. Namun, setelah 24 jam, proses persalinan tidak menunjukkan kemajuan, sehingga keluarga pasien mulai cemas dan bertanya kepada petugas puskesmas tentang perkembangan pasien. Petugas puskesmas meyakinkan bahwa pasien dan janinnya dalam kondisi baik-baik saja.

Pelayanan Puskesmas Teku yang Buruk Diduga Mengakibatkan Kematian Bayi

Pelayanan Puskesmas Teku yang Buruk Diduga Mengakibatkan Kematian Bayi

Namun, rasa cemas keluarga meningkat sehingga mereka meminta dilakukan USG untuk mengetahui kondisi janin. Petugas puskesmas dengan santai mengatakan bahwa USG tidak diperlukan karena kondisi pasien dan janin dianggap baik. Salah satu petugas yang piket malam bahkan terlihat tidur pada pukul 01.00 malam saat keluarga pasien membangunkannya untuk memeriksa cairan dari ibu hamil tersebut. Petugas tersebut hanya memberikan jawaban singkat dan kembali tidur tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada Minggu pagi, pukul 05.00 WITA, keluarga pasien kembali meminta dilakukan USG karena kecemasan yang semakin memuncak. Akhirnya, USG dilakukan dan pada waktu menjelang Sholat Maghrib, keluarga mendapat kabar yang kurang menyenangkan bahwa kondisi bayi dalam kandungan melemah dan harus segera dirujuk ke RSUD Luwuk.

Setibanya di RSUD Luwuk, petugas medis langsung melakukan pemeriksaan dan menyatakan bahwa bayi dalam kandungan telah meninggal dunia.

“Kami sangat terpukul dan sedih atas kejadian ini. Kami sangat menyesali kelalaian petugas puskesmas yang tidak memberikan tindakan yang diperlukan. Petugas piket hanya tidur dan pemeriksaan hanya dilakukan pagi dan sore, tanpa memantau kondisi denyut jantung bayi yang sudah melemah,” ujar keluarga pasien.

Keluarga berencana mengadukan kelalaian ini kepada Kepala Dinas Kesehatan agar tindakan tegas dapat diambil terhadap para petugas yang bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Teku belum memberikan tanggapan resmi meskipun telah dihubungi melalui pesan singkat.

Kami berharap pihak terkait segera mengambil tindakan atas kelalaian ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

(Bersambung…!)
LP. Red/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Babinsa Koramil Kokonao Jadikan Komsos Sebagai Media Jalin Silaturahmi Bersama Warga Binaan

17 Januari 2026 - 14:43 WIB

Babinsa Koramil Kokonao Jadikan Komsos Sebagai Media Jalin Silaturahmi Bersama Warga Binaan

Dandim 1505/Tidore Hadiri Aksi Sosial Kogabwilhan III Peduli Masyarakat Pulau Maitara

17 Januari 2026 - 13:59 WIB

Dandim 1505/Tidore Hadiri Aksi Sosial Kogabwilhan III Peduli Masyarakat Pulau Maitara

Viral Jenazah Dibawa Naik Motor, Warga Uematopa Hadapi Jalan Rusak dan Keterbatasan Ambulans

17 Januari 2026 - 12:20 WIB

Viral Jenazah Dibawa Naik Motor, Warga Uematopa Hadapi Jalan Rusak dan Keterbatasan Ambulans

Madas Nusantara Bentuk Jatim Watch, Perkuat Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan di Jawa Timur

16 Januari 2026 - 21:22 WIB

Madas Nusantara Bentuk Jatim Watch, Perkuat Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan di Jawa Timur

Ruang Publik atau Area Dagang? PKL Menetap di Taman Maramis Tanpa Penertiban

16 Januari 2026 - 20:52 WIB

Ruang Publik atau Area Dagang? PKL Menetap di Taman Maramis Tanpa Penertiban
Trending di Kabar Viral