TOJO UNA-UNA, Patrolihukum.net — Sebuah video yang beredar luas di media sosial kembali menyoroti persoalan klasik infrastruktur di wilayah pedesaan. Rekaman yang diunggah akun Hasbi Toana pada Kamis (15/1/2026) memperlihatkan warga Desa Uematopa, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, terpaksa mengangkut jenazah menggunakan sepeda motor akibat keterbatasan akses jalan dan sarana transportasi darurat.
Dalam video tersebut, terlihat jenazah dibaringkan di bagian belakang sepeda motor. Warga membentangkan papan kayu di atas jok motor, lalu mengikat jenazah agar tidak terjatuh selama perjalanan. Pemandangan itu berlangsung di jalur yang kondisi jalannya rusak parah, berlumpur, dan menyerupai lintasan off-road.

Perjalanan penuh duka tersebut ditempuh dari Puskesmas menuju rumah duka di Desa Kalamba. Medan jalan yang berat membuat pengendara harus ekstra hati-hati menjaga keseimbangan, terlebih dengan beban tambahan di bagian belakang motor.
Menurut keterangan yang disampaikan pengunggah video, kondisi tersebut terpaksa dilakukan karena tidak adanya kendaraan jenazah atau ambulans yang dapat menjangkau lokasi saat kejadian. Ambulans yang biasa digunakan untuk layanan darurat disebut sedang berada di luar desa karena merujuk pasien ke Ampana, sementara akses jalan yang rusak membuat mobil lain sulit melintas.
“Akses jalan tidak pernah benar-benar diperbaiki. Saat kondisi darurat, warga selalu harus mencari cara sendiri,” tulis Hasbi Toana dalam keterangan unggahan videonya.
Kondisi jalan menuju Desa Uematopa disebut sudah lama menjadi keluhan warga. Saat musim hujan, jalan tanah berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga kendaraan roda empat nyaris tak bisa melintas. Sepeda motor menjadi satu-satunya alat transportasi yang relatif dapat menembus medan tersebut, meskipun berisiko.
Unggahan itu memicu beragam reaksi dari warganet. Kolom komentar dipenuhi ungkapan keprihatinan, empati, sekaligus kritik terhadap kondisi pelayanan publik di daerah terpencil. Banyak yang menilai peristiwa tersebut mencerminkan ketimpangan pembangunan dan belum meratanya akses dasar, terutama infrastruktur jalan dan layanan kesehatan darurat.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak Dinas Kesehatan setempat terkait kejadian tersebut. Termasuk penjelasan mengenai kondisi armada ambulans, rencana perbaikan jalan, serta langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan infrastruktur dan layanan dasar masih menjadi tantangan serius di sejumlah wilayah pelosok Indonesia. Dalam situasi duka sekalipun, warga dihadapkan pada keterbatasan yang memaksa mereka mengambil langkah darurat di luar kelaziman.
Jenazah yang semestinya diantar dengan layak dan penuh penghormatan, terpaksa harus menempuh perjalanan berat di atas sepeda motor. Bagi warga Desa Uematopa, jalan yang layak dan layanan darurat yang memadai bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang hingga kini masih dinanti realisasinya.
(Edi D/Red/**)


























