Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Polri

Miris..! Melihat Gedung SDN 02 Bantarsari Yang Sudah Lapuk Termakan Usia

badge-check

 

Bekasi – Rawan ambruk, kalimat itu seperti pantas disematkan pada gedung SDN Bantarsari 02 Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi sebab, kondisi gedung tersebut sudah lapuk termakan usia. Bagai mana tidak, bangunan yang digunakan untuk saran belajar mengajar itu dibangun sejak tahun 1980 hingga saat ini belum tersentuh pembangunan lagi.

Kepala SDN Bantarsari 02 Barin Syafei mengatakan, sekolah yang dipimpinnya memiliki 147 siswa dengan dua unit gedung sebagai sara belajar mengajarnya.

Sungguh memperihatinkan ucap ia, satu unit gedung untuk tiga ruang kelas kondisinya sudah rusak parah dengan batu tembok yang sudah berguguran hingga berlubang dan kayu kusen yang sudah lapuk dimakan usia.

Kendati sudah diusulkan untuk dibangun ruang kelas baru (RKB) namun tak kunjung direalisasikan padahal, gedung sekolah tersebut dibangun sejak tahun 1980 hingga sekarang belum pernah dibangun kembali.

Dengan ruang kelas yang sudah sangat tidak layak bagaimana bisa para siswa dan guru mendapatkan kata nyaman dalam proses KBM nya bahkan rasa was-was selalu menghantui takut akan bangunan ambruk.

“Bangunan yang rusak itu kelas satu, dua dan tiga. Bangunan ini informasinya dari tahun 1980 baru sekali direhab di tahun 2014 sampe sekarang belum dibangun lagi,”kata Barin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (05/03/24).

Sejak dirinya memimpin sekolah tersebut, Ia sudah seringkali mengusulkan ke Pemerintah Kabupaten Bekasi alhasil yang didapat hanya baru disurvei dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR).

“Saya baru empat tahun disini. kalau diusulkan mah sudah diusulkan, katanya tahun ini 2024 ada di list nya, tapi katanya ilang lagi aja,”ujar Ia mengungkapkan.

Bukan hanya itu lanjut Barin, kondisi ruang kelas lainya juga sudah banyak yang rusak, misalnya ruang kelas empat kondisi lantai sudah menjadi tanah dan plafon yang sudah pada ambruk.

Selain bangunan yang rusak, mubeler juga masih jauh dari kata cukup. Kata Ia tahun ini sudah pesan 20 unit mubeler dari dana BOS untuk kelas lima biar tidak deprok lagi belajarnya.

“Sudah diajukan juga pengajuan mubeler dari tahun 2022 belum juga, saya cuma ngajuin kalau belum di ACC ia gimana,”tambanya

(Dirlam/misnan/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaga Ekosistem Pesisir, Polres Probolinggo Kota Tanam Mangrove di Pantai Permata

22 April 2026 - 16:01 WIB

Kartini di Atas Aspal: Ketangguhan dan Pesan Keselamatan dari Jalanan

21 April 2026 - 18:11 WIB

Dalam Rangka Harjakapro ke-280, Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara

21 April 2026 - 11:02 WIB

Diminta Presiden RI, Turun Gunung Dugaan Maraknya Pembalakan Liar Di Hutan Cagar Alam, BKSDA, KPH Dan APH Miskram Terikat Tali Pocong.

21 April 2026 - 09:44 WIB

Sikap Arogan Bos ‘RHM’ di Balik Teror Preman, Motor Dirampas di Baturube, Diduga Terkait Mafia Pembalakan Liar Cagar Alam Taronggo! ​

20 April 2026 - 10:18 WIB

Trending di Daerah