Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Kabar Viral

Said Didu: Kasus BGN Jadi Ujian Berat Prabowo, Saatnya Bersihkan Lingkaran Dalam

badge-check


Said Didu: Kasus BGN Jadi Ujian Berat Prabowo, Saatnya Bersihkan Lingkaran Dalam Perbesar

Jakarta, Patrolihukum.net – Analis kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) dapat menjadi momentum bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap orang-orang di lingkaran terdekatnya.

Pandangan tersebut disampaikan Said Didu dalam Diskusi Media Buka Fakta bertema “Menata Ulang MBG: Selamat Datang Dapur Sekolah” yang diselenggarakan melalui kerja sama Forum Jurnalis Merdeka (FJM) dan Mediatrust.id di Rumah Dinas Wakil Ketua DPR RI, Rabu (10/6/2026).

Said Didu: Kasus BGN Jadi Ujian Berat Prabowo, Saatnya Bersihkan Lingkaran Dalam

Menurut mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu, persoalan yang muncul di tubuh BGN menunjukkan bahwa tantangan terbesar pemerintahan saat ini tidak selalu datang dari luar, melainkan dari pihak-pihak yang sebelumnya mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan program strategis negara.

“Saya melihat Prabowo betul-betul merasa dikhianati oleh orang yang dipercaya,” ujar Said Didu dalam diskusi tersebut.

Ia menilai langkah aparat penegak hukum terhadap sejumlah pejabat BGN menjadi sinyal perlunya evaluasi serius terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

Said mengaku memperoleh <a href="https://patrolihukum.net/proyek-rehabilitasi-sman-di-sumber-diduga-abaikan-keterbukaan-informasi-publik-lsm-hjm-layangkan-surat-ke-pihak-terkait/”>informasi terkait rencana pencopotan sejumlah pejabat BGN beberapa jam sebelum keputusan tersebut diumumkan kepada publik. Menurutnya, Presiden Prabowo disebut kecewa terhadap pihak-pihak yang dianggap tidak menjalankan amanah sesuai harapan pemerintah.

“Prabowo kecewa berat dan mendalam atas pengkhianatan dari orang-orang yang sebelumnya dipercaya menjalankan program BGN,” katanya.

Lebih lanjut, Said menegaskan bahwa kasus tersebut harus menjadi pelajaran penting dalam proses penempatan pejabat publik. Ia menilai loyalitas semata tidak cukup dijadikan dasar dalam memilih seseorang untuk menduduki jabatan strategis.

Menurutnya, kompetensi, integritas, serta kemampuan menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik harus menjadi faktor utama dalam proses rekrutmen dan penunjukan pejabat negara.

Selain menyoroti persoalan internal BGN, Said Didu juga melihat adanya perubahan sikap Presiden Prabowo dalam merespons berbagai masukan dari masyarakat. Ia menilai pemerintah mulai menunjukkan keterbukaan terhadap kritik yang berkembang terkait pelaksanaan Program MBG.

“Saya melihat Prabowo mulai realistis dan mulai mendengarkan kritik masyarakat,” ujarnya.

Said menegaskan bahwa dirinya tetap mendukung Program Makan Bergizi Gratis karena memiliki tujuan yang baik, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah. Namun demikian, ia menilai pelaksanaan program tersebut perlu diperbaiki agar anggaran negara yang digelontorkan dalam jumlah besar dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran.

Dalam pandangannya, pemerintah perlu memprioritaskan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal sekaligus meminimalkan potensi pemborosan anggaran.

Ia juga mendorong keterlibatan dunia usaha melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembiayaan program tersebut.

“Saya mendukung pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pembiayaan program MBG. Itu lebih nyata manfaatnya kepada rakyat ketimbang dibuat bancakan pejabat,” tegasnya.

Kasus yang terjadi di BGN, menurut Said Didu, diharapkan menjadi titik awal perbaikan tata kelola program-program strategis pemerintah agar berjalan lebih transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pewarta: Edi D/Bambang/Dwi
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Suyitno Nilai Tanggapan JPU Tak Sentuh Substansi, Dakwaan Disebut Masih Kabur

11 Juni 2026 - 11:27 WIB

Kuasa Hukum Suyitno Nilai Tanggapan JPU Tak Sentuh Substansi, Dakwaan Disebut Masih Kabur

Cegah Pendangkalan dan Risiko Banjir, Pemdes Pajarakan Kulon Fokus Bersihkan Saluran Irigasi

10 Juni 2026 - 12:43 WIB

Cegah Pendangkalan dan Risiko Banjir, Pemdes Pajarakan Kulon Fokus Bersihkan Saluran Irigasi

BLT-DD Ekstrem Tahap II Disalurkan, Pemdes Pajarakan Kulon Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Melalui Musdes

10 Juni 2026 - 12:37 WIB

BLT-DD Ekstrem Tahap II Disalurkan, Pemdes Pajarakan Kulon Pastikan Bantuan Tepat Sasaran Melalui Musdes

LSM JAKPRO Bongkar Dugaan Mark Up di SPPG Rejing Probolinggo, Minta Audit Total dan Klarifikasi Terbuka

10 Juni 2026 - 08:25 WIB

LSM JAKPRO Bongkar Dugaan Mark Up di SPPG Rejing Probolinggo, Minta Audit Total dan Klarifikasi Terbuka

Arena Sabung Ayam Ngronggot: Simbol Kegagalan Penegakan Hukum di Jawa Timur

10 Juni 2026 - 05:17 WIB

Arena Sabung Ayam Ngronggot: Simbol Kegagalan Penegakan Hukum di Jawa Timur
Trending di Opini