Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Nasional

Diperta Kabupaten Probolinggo Terima Kunjungan Lapang Peserta Workshop Sistem Budidaya Bawang Merah-Cabai-Padi untuk Pertanian Berkelanjutan

badge-check

Diperta Kabupaten Probolinggo Terima Kunjungan Lapang Peserta Workshop Sistem Budidaya Bawang Merah-Cabai-Padi untuk Pertanian Berkelanjutan Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net- Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan lapang peserta workshop Sistem Budidaya Bawang Merah–Cabai–Padi untuk Pertanian Berkelanjutan di Kawasan Pesisir Indonesia di lahan demplot milik Wasis Hartono di Desa Sumberkedawung Kecamatan Leces, Rabu (10/6/2026).

Kunjungan lapang yang difasilitasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI tersebut diikuti perwakilan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) Indonesia, Universitas Queensland Australia, BRIN, BRMP, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Kementan RI, BRMP Sayuran Lembang, BISI International Tbk, CropLife Indonesia, akademisi dari UGM dan IPB hingga petani dan petugas lapang dari sejumlah daerah di Indonesia.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi bersama jajaran, dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Panca Marga (UPM), Camat Leces Muhammad Sigit Pujotomo, Kepala Desa Sumberkedawung, champion bawang merah dan para penangkar benih bawang merah Kabupaten Probolinggo.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu sentra bawang merah di Jawa Timur dengan luas tanam pada tahun 2025 mencapai 7.744 hektare, luas panen 8.019 hektare dan produksi sebesar 54.355 ton.

“Produktivitas bawang merah di Kabupaten Probolinggo rata-rata mencapai 8 hingga 10 ton per hektare pada musim kemarau dan 6 hingga 7 ton per hektare pada musim penghujan. Potensi ini menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu daerah strategis pengembangan bawang merah nasional,” katanya.

Menurut Arif, kegiatan demplot ini menjadi sarana penting untuk menguji dan membandingkan performa tujuh varietas bawang merah pada kondisi agroklimat Kabupaten Probolinggo, yakni Biru Lancor, Ronggojalu, Rubaru Sumenep, Tajuk Nganjuk, Bauji Nganjuk, Ngadipuro Magetan dan Prada Kediri.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengetahui varietas yang paling adaptif, produktif dan tahan terhadap serangan hama maupun penyakit. Hasilnya nanti dapat menjadi rekomendasi bagi petani dalam menentukan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Arif menegaskan keberadaan demplot juga menjadi media transfer teknologi antara peneliti, penyuluh dan petani. Para petani dapat belajar langsung mengenai teknik budidaya, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman serta manajemen usaha tani bawang merah yang lebih efektif dan efisien.

“Harapan kami kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, mendorong penggunaan benih varietas unggul serta meningkatkan produktivitas dan kualitas bawang merah. Pada akhirnya, peningkatan hasil produksi akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Lebih lanjut Arif menyampaikan Kabupaten Probolinggo juga memiliki sejumlah penangkar benih bawang merah unggulan yang selama ini berperan penting dalam pengembangan komoditas tersebut, di antaranya Muhasan, Moh. Taufiq, H. Sabri, Dafid Prasasti, Wasis Hartono, Tarsan dan Karim.

“Kolaborasi antara pemerintah, peneliti, perguruan tinggi, swasta dan petani seperti ini sangat penting untuk mempercepat adopsi inovasi pertanian. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Kabupaten Probolinggo dapat terus menjadi salah satu sentra bawang merah unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kasus Dugaan Pungli di Puskesmas Birem Bayeun Memanas, Muncul Klaim Korban Bertambah Jadi 34 Orang

17 Juli 2026 - 06:41 WIB

Diduga Mengaku Pengacara, Oknum Wartawan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kerugian Rp120 Juta

17 Juli 2026 - 06:32 WIB

Kasat Reskrim Baru Polres Langsa Mengaku Belum Lihat Baket, Dugaan Mark-Up HT 66 Desa Kembali Disorot

17 Juli 2026 - 06:22 WIB

Teuku Indra: Beri Kesempatan Kapolda Aceh Menata Internal Sebelum Dinilai Publik

17 Juli 2026 - 06:06 WIB

Dugaan Perundungan Jadi Pemicu Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Alarm Keras bagi Dunia Pendidikan

16 Juli 2026 - 21:25 WIB

Trending di Kabar Viral