Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Pemerintah

Jadi Keynote Speaker Simposium Bandung Asia Afrika City Network, Wamendagri Bima Arya: Branding Adalah Identitas Kota

badge-check

Bandung – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan, city branding merupakan identitas penting yang melekat pada sebuah kota. Branding tidak hanya sebatas slogan atau tagline, tetapi juga mencerminkan citra, narasi, dan aspirasi yang menjadikan kota tersebut dikenal dan diingat oleh masyarakat.

 

Jadi Keynote Speaker Simposium Bandung Asia Afrika City Network, Wamendagri Bima Arya: Branding Adalah Identitas Kota

“Branding adalah identitas kita, bagaimana kita dikenali dan mengenali,” ujarnya saat menjadi keynote speaker pada Simposium Bandung Asia Afrika City Network yang berlangsung di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (19/5/2025).

 

Bima menjelaskan, branding mempermudah publik dalam mengasosiasikan karakter suatu kota. Ia mencontohkan Bandung sebagai kota yang memiliki branding kuat berkat posisinya sebagai kota kreatif. Pencapaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari kerja keras dan sumber daya besar yang dimiliki kota ini.

 

“Sulit menandingi branding Kota Bandung sebagai kota kreatif, sulit sekali,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, ia menyampaikan, city branding tak lepas dari narasi dan sejarah lokal yang menyertainya. Ia menyebut contoh sejumlah identitas berbasis cerita seperti kota pahlawan, kota pelajar, kota taman, hingga sejarah Kerajaan Sunda Pajajaran.

 

Selain narasi, aspek penting dalam city branding juga mencakup cita-cita jangka panjang mengenai arah tata kelola kota. Dalam hal ini, Bima menyoroti negara seperti Singapura yang berhasil mengintegrasikan branding dengan kebijakan dan perencanaan kotanya secara menyeluruh.

 

“Singapura adalah contoh sempurna bagaimana branding itu diturunkan ke dalam semua kegiatan-kegiatan,” tegasnya.

 

Lebih jauh, Bima menyatakan, Indonesia memiliki potensi besar menjadi surga bagi identitas kota, karena banyaknya kota dengan karakter dan kekuatan simbolik yang unik. Salah satunya adalah Kota Blitar, yang memiliki nilai sejarah tinggi sebagai kampung halaman dan tempat pemakaman Presiden Soekarno.

 

Menurutnya, Soekarno bukan hanya sekadar tokoh fisik, melainkan juga menyimpan kekayaan nilai, ideologi, narasi, hingga karakter yang kuat—sehingga sangat layak menjadi dasar dalam membangun city branding. Namun, potensi tersebut hingga kini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pemerintah daerah setempat.

 

“Tapi belum sepenuhnya ditarik menjadi city branding di sana,” pungkasnya.

 

Terakhir, Bima mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan city branding sebagai bagian integral dari pembangunan kota. Sebab, di tengah kompetisi global, kota-kota tidak cukup hanya bertumbuh secara fisik, tetapi juga harus memiliki identitas yang kuat, narasi yang jelas, dan visi yang mampu menarik perhatian dunia.

 

Sebagai informasi, simposium tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Irwan Meilano, serta perwakilan lembaga dan kota jejaring lainnya.

 

Puspen Kemendagri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ruang Publik atau Area Dagang? PKL Menetap di Taman Maramis Tanpa Penertiban

16 Januari 2026 - 20:52 WIB

Ruang Publik atau Area Dagang? PKL Menetap di Taman Maramis Tanpa Penertiban

Dari Pekarangan hingga Ketahanan Pangan, Desa Kertosuko Kembangkan Jadam Sulfur dan Pupuk Organik

16 Januari 2026 - 10:10 WIB

Dari Pekarangan hingga Ketahanan Pangan, Desa Kertosuko Kembangkan Jadam Sulfur dan Pupuk Organik

Ketika Kepala Sekolah Bicara Demi Murid: Kritik MBG dari SDN 03 Sumber Sari Menggema

16 Januari 2026 - 07:32 WIB

Ketika Kepala Sekolah Bicara Demi Murid: Kritik MBG dari SDN 03 Sumber Sari Menggema

Dispensasi Kawin Tak Lagi Sekadar Administrasi, Pemkab Probolinggo Wajibkan Konseling Keluarga melalui PUSPAGA

16 Januari 2026 - 06:13 WIB

Dispensasi Kawin Tak Lagi Sekadar Administrasi, Pemkab Probolinggo Wajibkan Konseling Keluarga melalui PUSPAGA

Dari Balik Jeruji, Rutan Kraksaan Ambil Peran dalam Program Ketahanan Pangan Nasional

16 Januari 2026 - 04:47 WIB

Dari Balik Jeruji, Rutan Kraksaan Ambil Peran dalam Program Ketahanan Pangan Nasional
Trending di Pemerintah