Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Inspiratif

Filosofi Romo Yaimin yang Viral: Pemenang Sejati Bukan yang Kaya, Tapi yang Mampu Bangun Lebih Awal

badge-check


Filosofi Romo Yaimin yang Viral: Pemenang Sejati Bukan yang Kaya, Tapi yang Mampu Bangun Lebih Awal Perbesar

Patrolihukum.net, (3/10/25) – Tidak semua orang memaknai kemenangan dengan cara yang sama. Ada yang melihatnya dari harta, ada pula yang menilainya dari jabatan. Namun bagi Romo Yaimin, pemenang sejati justru adalah mereka yang mampu bangun lebih awal, disiplin, dan konsisten mengalahkan dirinya sendiri.

Ditemani sang istri tercinta, Rosidah, Romo Yaimin menyampaikan pandangan hidupnya dengan penuh ketenangan. “Pemenang adalah orang yang paling awal, yang terdepan. Dialah yang selalu bangun malam, yang sanggup mengatur waktunya dengan baik,” ucapnya.

Filosofi Romo Yaimin yang Viral: Pemenang Sejati Bukan yang Kaya, Tapi yang Mampu Bangun Lebih Awal

Ia menuturkan, kemenangan bukanlah sekadar siapa yang sampai di garis akhir, tetapi siapa yang berani memulai lebih awal dan menjaga konsistensinya. Dalam pandangan Romo Yaimin, orang sukses selalu punya kebiasaan sederhana yang membedakan mereka, salah satunya soal disiplin waktu.

“Kalau orang sukses itu bangun jam dua pagi, maka kalau ingin lebih baik darinya, bangunlah lebih awal, misalnya setengah dua. Itu cara sederhana untuk mengalahkan batas diri,” tambahnya.

Namun, Romo Yaimin tidak hanya bicara tentang kedisiplinan. Ia juga menyinggung sisi lain kehidupan yang sering menjebak manusia: rasa iri. Menurutnya, iri hati bisa menjadi kekuatan besar jika diarahkan dengan benar, tetapi bisa pula berubah menjadi racun yang menghancurkan jika dituruti nafsu semata.

“Iri hati itu potensi luar biasa bila dipertemukan dengan iman, ilmu, nikmat, dan takwa. Tapi kalau rasa iri dipertemukan dengan hawa nafsu, justru yang ada hanyalah kehancuran diri sendiri,” tegasnya.

Bagi Romo Yaimin, setiap orang memiliki ukuran masing-masing dalam menilai sukses. Namun, yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu mengelola dirinya, mengubah iri hati menjadi motivasi, serta menjaga konsistensi dalam usaha.

Pesan sederhana itu terasa dalam, terutama di era sekarang ketika banyak orang mudah mengukur kemenangan hanya dari pencapaian materi atau popularitas. Filosofi Romo Yaimin membuka sudut pandang lain: bahwa pemenang sejati adalah mereka yang sanggup melawan kelemahan diri, bangun lebih awal, dan tetap teguh dalam iman serta takwa.

Menutup refleksinya, Romo Yaimin memberi pesan mendalam, “Jangan pernah ukur kemenanganmu dari apa yang dimiliki orang lain. Ukurlah dari dirimu sendiri: seberapa jauh kau mampu melawan hawa nafsu, mengalahkan rasa malas, dan menjaga hatimu tetap bersih. Di situlah kemenangan yang sebenarnya.”

Published: Edi D/Red MPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Luka yang Tak Pernah Diucapkan: Potret Batin Suami yang Terluka dalam Diam

17 Januari 2026 - 21:29 WIB

Luka yang Tak Pernah Diucapkan: Potret Batin Suami yang Terluka dalam Diam

Ustadz Zaky Mubarok Menggetarkan Jiwa Jemaah dalam Gema Haul ke-6 di Jakarta Timur

30 Desember 2025 - 19:42 WIB

Ustadz Zaky Mubarok Menggetarkan Jiwa Jemaah dalam Gema Haul ke-6 di Jakarta Timur

Ketika Diam Menjadi Pilihan Bermartabat dalam Menghadapi Perlakuan Buruk

19 Desember 2025 - 23:41 WIB

Ketika Diam Menjadi Pilihan Bermartabat dalam Menghadapi Perlakuan Buruk

Suarni, Srikandi Sapikerep yang Luka Tapi Tak Tumbang, Lawan Ketidakadilan Hukum yang Membisu

10 November 2025 - 16:00 WIB

Suarni, Srikandi Sapikerep yang Luka Tapi Tak Tumbang, Lawan Ketidakadilan Hukum yang Membisu

Kemenangan Sejati Bukan Soal Mengalahkan, Tapi Memanusiakan: Renungan Tentang Keikhlasan dan Nurani di Tengah Zaman yang Keras

30 Oktober 2025 - 06:48 WIB

Kemenangan Sejati Bukan Soal Mengalahkan, Tapi Memanusiakan: Renungan Tentang Keikhlasan dan Nurani di Tengah Zaman yang Keras
Trending di Inspiratif