Published: Edi D
TSAMTO, 28 Desember – Rusia telah berhasil memenuhi kontrak untuk pengiriman seluruh enam pesawat tempur multirole Su-30SME yang dipesan oleh Angkatan Udara Myanmar berdasarkan kesepakatan yang dibuat pada tahun 2018. Hal ini diumumkan dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar pada 15 Desember lalu.

Dalam acara tahunan yang diadakan di Sekolah Penerbangan Pangkalan Udara Meiktila (Mandalay), Myanmar baru saja menerima peralatan penerbangan tambahan, termasuk dua pesawat Su-30SME, yang secara resmi telah dioperasikan. Upacara tersebut diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun ke-77 berdirinya Angkatan Udara Myanmar, yang dibuka langsung oleh Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing.
Kesepakatan pasokan pesawat tempur Su-30SME ini pertama kali dicapai pada kunjungan Menteri Pertahanan Rusia, Jenderal Angkatan Darat Sergei Shoigu, ke Myanmar pada Januari 2018. Nilai total kontrak tersebut diperkirakan mencapai sekitar $400 juta.
Dua pesawat pertama dari total enam unit yang dipesan telah tiba di Myanmar pada Juli 2022, dan sisanya diterima oleh Angkatan Udara Myanmar dalam beberapa tahap berikutnya.
Keberhasilan pengiriman ini menjadi bukti lebih lanjut dari kerjasama militer yang erat antara Rusia dan Myanmar, serta penguatan kemampuan pertahanan udara Myanmar melalui pengadaan teknologi pesawat tempur canggih. Dengan Su-30SME, Myanmar diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional Angkatan Udara mereka, memperkuat pertahanan nasional, serta menjaga stabilitas kawasan.
Upacara pengoperasian pesawat tersebut menunjukkan langkah penting dalam modernisasi kekuatan militer Myanmar, yang semakin memperkuat hubungan pertahanan dengan Rusia.





























