Jelang Pelaksanaan MTQ ke-39 Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Bupati Tapsel Tinjau Kesiapan Gedung Astaka dan Infrastruktur Penunjang

TAPSEL – Dalam rangka menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-39 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Dolly Pasaribu, melakukan kunjungan untuk meninjau persiapan Gedung Astaka dan infrastruktur penunjang. Kunjungan tersebut dilakukan pada Minggu (9/6) di Desa Tolang, Kecamatan Sipirok (Tapsel), lokasi pelaksanaan MTQ yang direncanakan berlangsung dari tanggal 20 hingga 30 Juni 2024 mendatang.

Tujuan kunjungan Bupati adalah untuk memastikan segala persiapan telah sesuai rencana dan siap digunakan pada hari pelaksanaan acara. Dalam kunjungannya, Bupati didampingi beberapa pejabat daerah dan kontraktor, serta menyampaikan dorongan agar pembangunan Gedung Astaka dan infrastruktur lainnya diselesaikan tepat waktu.

“Pembangunan Gedung Astaka telah mencapai 65%, dan kami yakin dalam waktu kurang dari sebelas hari menjelang pelaksanaan, semuanya akan siap digunakan,” ujar Bupati Dolly Pasaribu.

Selain meninjau Gedung Astaka, Bupati juga memeriksa kesiapan infrastruktur lainnya seperti Gedung Dewan Hakim, area parkir, fasilitas sanitasi, dan kesehatan. Antusiasme dan dukungan dari masyarakat setempat terhadap pelaksanaan MTQ juga sangat positif, dengan harapan acara ini dapat berjalan sukses.

Bupati Dolly Pasaribu juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi antara semua pihak yang terlibat, baik pemerintah, panitia, maupun masyarakat, untuk memastikan kesuksesan acara ini.

“Dengan persiapan yang hampir selesai, optimisme mengiringi jelang pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumut. Saya meminta semua pihak terus bekerja keras hingga detik terakhir, demi memastikan acara ini dapat berlangsung dengan sukses,” ungkap Bupati Dolly Pasaribu.

Kunjungan Bupati ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan dan budaya, serta mempersiapkan daerah menjadi tuan rumah yang baik. Diharapkan, MTQ ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ajang untuk memperkuat persatuan dan memperkaya nilai-nilai keagamaan di Sumatera Utara. (P.m)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *