Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Guru Besar Teknik Elektro Universitas Indonesia Mengungkapkan Kendala Pengembangan Drone AI untuk TNI

badge-check

Patrolihukum.net — Guru Besar Teknik Elektro Universitas Indonesia, Benyamin Kusumoputro, yang dijuluki “Prof. Drone”, mengakui bahwa hingga saat ini belum ada kerja sama dengan militer terkait pengembangan drone dengan sistem pengendalian berbasis artificial intelligence (AI).

Benyamin, yang telah meneliti sistem pengendalian drone berbasis AI untuk militer sejak 2009, mengungkapkan bahwa meskipun beberapa kali mendapatkan dana riset dari pemerintah, belum ada kerja sama dengan TNI dalam mengimplementasikan software drone AI ke dalam hardware militer seperti jet tempur, UAV, dan UCAV.

Guru Besar Teknik Elektro Universitas Indonesia Mengungkapkan Kendala Pengembangan Drone AI untuk TNI

“Sampai sekarang memang belum ada. Jadi memang mungkin juga saling tunggu-menunggu,” ujar Benyamin dalam acara Brigade Podcast Kompas.com.

Meskipun Indonesia sudah mampu mengembangkan perangkat lunak untuk sistem kendali drone berbasis AI, kendala terjadi saat hendak mengimplementasikan software tersebut pada hardware militer.

“Masalahnya adalah memang support, policy dari pemerintah untuk ayo kita menggalakkan misalkan hal seperti itu. Nah kemudian kita bisa mulai dengan define step-stepnya untuk mencapai itu,” kata Benyamin.

Menurut Benyamin, sulitnya mengimplementasikan software ke hardware terjadi karena terbatasnya akses untuk mendapatkan hardware berspesifikasi militer di Indonesia.

“Jadi kita kalau ingin beli sesuatu hardware yang agak canggih, itu kita di-block. Apalagi yang military spec sudah enggak mungkin masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

Benyamin menegaskan bahwa meskipun terdapat kendala, pengembangan drone berbasis AI untuk TNI masih memungkinkan dengan mengembangkan komponen yang ada, meskipun membutuhkan waktu riset yang cukup. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laskar Ronggolawe Nusantara Siap Sukseskan Pesta Rakyat Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

23 Februari 2026 - 17:28 WIB

Laskar Ronggolawe Nusantara Siap Sukseskan Pesta Rakyat Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Peran Pengacara Jadi Penentu Saat Rekening Nasabah Diblokir Bank

20 Februari 2026 - 18:19 WIB

Peran Pengacara Jadi Penentu Saat Rekening Nasabah Diblokir Bank

Bukti Keseriusan Polsek Bualemo Tanggapi Polemik Barkot, Baca Disini.

20 Februari 2026 - 14:08 WIB

Bukti Keseriusan Polsek Bualemo Tanggapi Polemik Barkot, Baca Disini.

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

19 Februari 2026 - 18:38 WIB

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan

18 Februari 2026 - 10:39 WIB

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan
Trending di Berita