Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Efektivitas THAAD Amerika Diragukan Setelah Serangan Rudal Yaman

badge-check

Patrolihukum.net — Ketidakmampuan sistem pertahanan rudal buatan Amerika Serikat, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), kembali menjadi sorotan setelah rudal balistik Yaman berhasil menargetkan wilayah pendudukan rezim Zionis. Serangan tersebut dilakukan untuk mendukung rakyat Palestina, menunjukkan kelemahan signifikan dalam sistem pertahanan canggih ini.

Sebelumnya, Republik Islam Iran melancarkan operasi “Janji Sejati 2,” menargetkan wilayah pendudukan dengan ratusan rudal balistik. Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas pelanggaran kedaulatan dan serangkaian tindakan brutal rezim Zionis, termasuk pembantaian warga sipil di Palestina dan Lebanon. Dalam serangan itu, rudal-rudal Iran berhasil menghantam target intelijen dan keamanan rezim Zionis, membuktikan efektivitas teknologi rudal Iran sekaligus ketidakefektifan sistem pertahanan musuh.

Efektivitas THAAD Amerika Diragukan Setelah Serangan Rudal Yaman

Pasca serangan Iran, Amerika Serikat segera mengerahkan sistem THAAD untuk memperkuat pertahanan rezim Zionis. Namun, klaim keunggulan teknologi ini segera diuji ketika rudal balistik Yaman, yang dinamai “Palestina 2,” berhasil menembus pertahanan dan menghantam wilayah Tel Aviv. Serangan ini mengungkapkan kelemahan sistem THAAD dalam menghadapi rudal balistik dengan presisi tinggi.

THAAD: Teknologi dan Kelemahannya

Sistem THAAD dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek hingga jarak jauh di dalam maupun di luar atmosfer. Proyek ini dimulai pada tahun 1992 dengan Lockheed Martin sebagai kontraktor utama. Setelah serangkaian pengembangan dan uji coba, sistem ini mulai dioperasikan pada tahun 2008.

THAAD memiliki empat komponen utama, yaitu radar canggih dengan jangkauan deteksi hingga 1.000 km, pusat manajemen pertempuran, peluncur yang dapat membawa delapan rudal, dan rudal pencegat dengan kecepatan hingga Mach 8,24. Meskipun secara teknis canggih, serangkaian serangan rudal dari Yaman dan Iran menunjukkan bahwa sistem ini tidak seefektif yang diklaim dalam menangkal ancaman nyata.

Saat ini, selain Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan rezim Zionis merupakan negara-negara yang mengoperasikan sistem THAAD. Namun, efektivitasnya dalam melindungi wilayah sensitif kini menjadi pertanyaan besar setelah serangkaian kegagalan di lapangan.

Dengan serangan balistik terbaru ini, dunia kembali menyaksikan bahwa teknologi modern seperti THAAD tidak selalu dapat menjamin perlindungan terhadap ancaman nyata, terutama ketika berhadapan dengan teknologi rudal yang terus berkembang.

(Edi D/Red/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laskar Ronggolawe Nusantara Siap Sukseskan Pesta Rakyat Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

23 Februari 2026 - 17:28 WIB

Laskar Ronggolawe Nusantara Siap Sukseskan Pesta Rakyat Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Peran Pengacara Jadi Penentu Saat Rekening Nasabah Diblokir Bank

20 Februari 2026 - 18:19 WIB

Peran Pengacara Jadi Penentu Saat Rekening Nasabah Diblokir Bank

Bukti Keseriusan Polsek Bualemo Tanggapi Polemik Barkot, Baca Disini.

20 Februari 2026 - 14:08 WIB

Bukti Keseriusan Polsek Bualemo Tanggapi Polemik Barkot, Baca Disini.

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

19 Februari 2026 - 18:38 WIB

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan

18 Februari 2026 - 10:39 WIB

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan
Trending di Berita