Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Dampak Hwasong-17: ICBM Korea Utara yang Memicu Ketegangan Global

badge-check

Published: Edi D 

Patrolihukum.net — Hwasong-17, sebuah Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) terbesar yang dimiliki oleh Korea Utara, telah menambah ketegangan di kancah militer global. Dengan diameter 2,4 hingga 2,5 meter dan berat mencapai 80.000-110.000 kg saat terisi penuh, Hwasong-17 adalah salah satu rudal balistik yang paling menakutkan yang dapat menjangkau jarak hingga 15.000 km, cukup untuk mencapai wilayah Amerika Serikat. Rudal ini pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2020, menandai kemajuan signifikan dalam kemampuan militer Korea Utara.

Dampak Hwasong-17: ICBM Korea Utara yang Memicu Ketegangan Global

Diluncurkan menggunakan Transporter Erector Launcher (TEL), Hwasong-17 dirancang untuk membawa banyak hulu ledak, memungkinkan penetrasi lebih baik terhadap sistem pertahanan rudal musuh. Salah satu teknologi canggih yang diklaim Korea Utara dalam pengembangan Hwasong-17 adalah integrasi satelit dalam sistem Multiple Independent Reentry Vehicles (MIRV). Sistem MIRV memungkinkan satu rudal untuk menjatuhkan beberapa hulu ledak nuklir ke target yang berbeda, meningkatkan kesulitan bagi musuh dalam mempertahankan diri.

Keunggulan teknologi satelit dalam sistem MIRV memberikan keuntungan strategis yang signifikan. Pertama, akurasi penargetan meningkat, karena satelit dapat memberikan data real-time yang memungkinkan hulu ledak diarahkan dengan tepat ke target yang berbeda. Kedua, pengawasan dan kontrol terhadap peluncuran rudal menjadi lebih efektif, membantu dalam pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat dan tepat. Selain itu, sistem berbasis satelit memiliki resistensi tinggi terhadap gangguan dari sistem pertahanan musuh, karena satelit dapat beroperasi di luar jangkauan banyak sistem radar dan komunikasi darat.

Namun, peningkatan kemampuan militer Korea Utara dengan Hwasong-17 membawa dampak besar bagi stabilitas kawasan dan keamanan global. Uji coba rudal ini berpotensi meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dan dapat memicu respons militer dari negara-negara tetangga seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Tidak hanya itu, keberadaan Hwasong-17 dapat mendorong negara-negara di kawasan Asia-Pasifik untuk memperkuat arsenal militer mereka, menciptakan perlombaan senjata yang berpotensi meningkatkan risiko konflik.

Selain itu, pengembangan dan uji coba Hwasong-17 juga dapat menghambat upaya diplomasi dan negosiasi damai, memperburuk hubungan internasional, serta menurunkan stabilitas kawasan. Kemampuan Hwasong-17 yang dapat mencapai target di seluruh dunia meningkatkan ancaman nuklir global, yang berpotensi menarik perhatian lebih besar dari organisasi internasional yang berfokus pada pengendalian senjata.

Dengan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan, Hwasong-17 menjadi simbol dari ketegangan yang semakin memanas di kancah global, serta menjadi pengingat bahwa penguatan senjata nuklir oleh satu negara dapat mempengaruhi banyak negara lain di dunia. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laskar Ronggolawe Nusantara Siap Sukseskan Pesta Rakyat Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

23 Februari 2026 - 17:28 WIB

Laskar Ronggolawe Nusantara Siap Sukseskan Pesta Rakyat Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Peran Pengacara Jadi Penentu Saat Rekening Nasabah Diblokir Bank

20 Februari 2026 - 18:19 WIB

Peran Pengacara Jadi Penentu Saat Rekening Nasabah Diblokir Bank

Bukti Keseriusan Polsek Bualemo Tanggapi Polemik Barkot, Baca Disini.

20 Februari 2026 - 14:08 WIB

Bukti Keseriusan Polsek Bualemo Tanggapi Polemik Barkot, Baca Disini.

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

19 Februari 2026 - 18:38 WIB

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan

18 Februari 2026 - 10:39 WIB

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan
Trending di Berita