Patrolihukum.net, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya serta pengembangan pariwisata lokal melalui kegiatan budaya berskala nasional bertajuk Eksotika Bromo 2025. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Juni 2025 di Lautan Pasir Gunung Bromo ini diharapkan menjadi magnet wisata budaya baru di Jawa Timur.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, saat menerima audiensi dari panitia pelaksana Eksotika Bromo 2025 di Rumah Dinas Bupati Probolinggo, pada Senin (16/6/2025). Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Heri Mulyadi, serta para tokoh budaya nasional seperti Heri Lentho dan Mak Yanti.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo sangat mengapresiasi kegiatan seperti Eksotika Bromo. Harapan kami ke depan, kegiatan ini bisa terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengangkat potensi 3B: Bromo, Bentar, dan Bermi. Tidak hanya Bromo saja,” ujar Bupati Haris dalam pertemuan tersebut.
Menurut Bupati Haris, kegiatan seni budaya semacam ini tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan budaya yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Apalagi, wilayah Bremi nantinya juga akan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Seven Lakes Festival Probolinggo Paradise 2025 pada 7 November mendatang. Ini bagian dari upaya kita menjadikan Probolinggo sebagai destinasi unggulan,” jelas Bupati Haris.
Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelaku seni, pelaku usaha pariwisata, hingga warga setempat untuk bersama-sama menyukseskan Eksotika Bromo 2025.
“Dengan semangat kolaborasi, kita ingin Kabupaten Probolinggo dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekayaan budayanya. Eksotika Bromo adalah salah satu cara kita memperkenalkan itu ke panggung nasional dan bahkan internasional,” tegasnya.
Eksotika Bromo 2025 akan menjadi ajang pertunjukan seni kolosal yang mempertemukan berbagai bentuk ekspresi budaya dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Bertempat di Lautan Pasir kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), acara ini akan menyajikan tarian tradisional, pertunjukan musik, teatrikal budaya, hingga instalasi seni terbuka yang menyatu dengan alam.
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengatakan bahwa acara ini akan menjadi sarana strategis untuk promosi wisata daerah. Lebih dari itu, Eksotika Bromo juga memberikan ruang apresiasi yang luas bagi pelaku seni tradisional yang selama ini menjadi penjaga budaya lokal.
“Kami optimistis acara ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tapi juga mancanegara. Bahkan, kami dorong agar Eksotika Bromo menjadi ikon budaya tahunan Kabupaten Probolinggo,” terang Heri Mulyadi.
Eksotika Bromo 2025 tak lepas dari kontribusi besar Heri Lentho, seniman sekaligus budayawan asal Jawa Timur yang dikenal sebagai kreator seni pertunjukan berbasis tradisi dan kontemporer. Pria kelahiran 13 Mei 1967 ini sebelumnya telah menggagas berbagai festival budaya seperti Festival Cak Durasim, Surabaya Full Music, dan beragam event seni lainnya.
Heri Lentho juga pernah menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata RI pada 2014 atas kontribusinya terhadap pengembangan seni budaya nasional. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa Eksotika Bromo adalah bagian dari perjuangan bersama menjaga jati diri budaya Nusantara.
“Kami berharap Eksotika Bromo 2025 dapat menciptakan daya tarik wisata yang tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga memperlihatkan potensi besar kekayaan budaya lokal. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan para seniman harus menjadi model sinergi budaya dan pariwisata ke depan,” ujar Heri Lentho.
Eksotika Bromo 2025 menjadi momen penting untuk memperkuat citra Kabupaten Probolinggo sebagai pusat pariwisata dan budaya di Jawa Timur. Melalui komitmen nyata pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, dan semangat kebudayaan yang terus menyala, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pilar utama dalam mempromosikan potensi lokal ke level yang lebih tinggi.
Reporter: Bambang | Editor: Redaksi MPH



























