KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa Partai Gerindra menjadi pilihan politik terakhirnya. Ia menyampaikan sikap tersebut saat berbicara di podium dalam acara pendidikan dan pelatihan (diklat) Laskar Partai Gerindra Sumatera Utara di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu, 3 Oktober. Pernyataan itu menegaskan keinginannya untuk tidak kembali berpindah partai setelah bergabung dengan Gerindra.
Di hadapan peserta kegiatan, Bobby mengakui bahwa secara posisi dirinya seharusnya berada di barisan peserta diklat. Ia menyebut statusnya masih tergolong sebagai kader baru Gerindra, sehingga bukan dirinya yang semestinya berdiri sebagai pembicara di podium. Namun, kehadirannya dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan dan komitmennya terhadap partai yang kini menaunginya.
Bobby kemudian menyampaikan keinginannya untuk menjadikan perpindahan ke Gerindra sebagai pengalaman yang cukup terjadi sekali dalam perjalanan politiknya. “Saya ingin cukup sekali pindah partai dan saya akan menetap di Gerindra,” ujar Bobby dalam kesempatan tersebut. Pernyataan itu menunjukkan harapannya untuk membangun hubungan politik yang lebih permanen bersama partai besutan Prabowo Subianto.
Sikap tersebut juga menjadi penegasan di tengah perjalanan politik Bobby yang sebelumnya pernah berada di partai lain. Dengan menyatakan akan menetap di Gerindra, ia ingin memberikan kepastian mengenai pilihan politiknya sekaligus menunjukkan keseriusan menjalankan peran sebagai kader. Bagi Bobby, Gerindra bukan sekadar tempat persinggahan, melainkan wadah untuk melanjutkan pengabdian dan aktivitas politiknya di masa mendatang.
Pesan itu disampaikan dalam forum kader yang mempertemukan unsur partai dan Laskar Gerindra Sumut. Karena itu, pernyataan Bobby tidak hanya ditujukan kepada peserta diklat, tetapi juga menjadi sinyal terbuka mengenai posisinya di dalam struktur dan keluarga besar Gerindra. Ia menekankan bahwa setelah memilih partai tersebut, dirinya ingin bertahan tanpa kembali melakukan perubahan arah politik.
Sebelum bergabung dengan Partai Gerindra, Bobby Nasution meniti perjalanan politik melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dukungan partai tersebut mengantarkannya memenangkan kursi Wali Kota Medan. Kemenangan itu menjadi pijakan penting bagi Bobby untuk membangun karier politik sekaligus memperkuat posisinya di tingkat daerah. Pada periode tersebut, ia berada dalam lingkungan politik yang sama dengan mertuanya, Joko Widodo, yang pernah menjabat Presiden ketujuh Republik Indonesia, serta kakak iparnya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia.
Kedekatan keluarga dan kesamaan latar politik tersebut kemudian mengalami perubahan setelah rangkaian dinamika Pemilu Legislatif, Pilkada, dan Pemilihan Presiden 2024. Berdasarkan sumber yang disampaikan, Bobby, Joko Widodo, dan Gibran pada akhirnya tidak lagi berada di dalam PDIP. Perubahan itu berkaitan dengan perbedaan sikap politik yang mengemuka menjelang dan selama kontestasi politik nasional maupun daerah.
Bobby menyebut dirinya dipecat atau diberhentikan dari PDIP karena sikap politiknya dalam Pilkada dan Pilpres 2024. Salah satu sikap yang menjadi sorotan ialah dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan presiden. Pasangan tersebut berhadapan dengan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yang diusung PDIP. Posisi Bobby dianggap tidak sejalan dengan keputusan dan arah politik partai yang sebelumnya menaunginya.
Perubahan pilihan politik itu tidak berlangsung tanpa beban pribadi. Bobby mengakui bahwa situasi tersebut sempat membuatnya gelisah, terutama karena harus menghadapi konsekuensi dari keputusan yang diambil serta perubahan hubungan politik dengan partai sebelumnya. Namun, pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari proses yang mengantarnya memilih Gerindra sebagai kendaraan politik berikutnya. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa Gerindra merupakan pilihan politik terakhir, setelah melalui perjalanan, pertimbangan, dan dinamika yang cukup panjang sejak masih menjadi kader PDIP.
Bobby Nasution mengaku merasa lebih tenang setelah bergabung dengan Partai Gerindra. Ketenangan itu muncul karena Gerindra menerimanya dengan tangan terbuka, terutama ketika ia berada dalam situasi politik setelah meninggalkan partai sebelumnya. Sikap terbuka tersebut dinilai Bobby sebagai bentuk penghargaan sekaligus ruang untuk melanjutkan pengabdian melalui jalur politik yang baru.
Bagi Bobby, Gerindra bukan sekadar tempat berlabuh sementara, melainkan jalan politik yang sesuai dengan arah perjuangannya. Ia memandang partai tersebut sebagai rumah politik yang dapat menjadi wadah untuk melanjutkan perjalanan, menyampaikan gagasan, dan memperjuangkan cita-cita bangsa Indonesia. Karena itu, keputusan bergabung dengan Gerindra disebutnya sebagai pilihan yang telah dipertimbangkan secara matang, bukan langkah yang diambil secara spontan.
Bobby juga menilai Gerindra memiliki perjalanan panjang sebelum mencapai posisi politik seperti sekarang. Menurut dia, partai tersebut bukan organisasi yang tiba-tiba menjadi pemenang, melainkan tumbuh melalui proses, kerja keras, dan perjuangan para kader di berbagai daerah. Pencapaian Gerindra, dalam pandangannya, merupakan hasil dari konsistensi dalam menjaga arah perjuangan serta kesediaan kader untuk bekerja di tengah masyarakat.
Pemahaman tersebut mendorong Bobby mengajak seluruh kader untuk tidak hanya menikmati hasil yang telah dicapai, tetapi juga ikut menorehkan peran dalam membesarkan partai. Ia menekankan pentingnya kerja bersama, loyalitas, dan kedekatan dengan masyarakat sebagai modal utama untuk memperkuat Gerindra, khususnya di Sumatera Utara.
Ajakan itu ditujukan kepada kader di semua tingkatan agar terus memberikan kontribusi sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing. Dengan keterlibatan yang nyata, Bobby berharap Gerindra semakin kokoh sebagai rumah politik yang mampu menampung aspirasi masyarakat sekaligus mengantarkan perjuangan untuk kepentingan bangsa. Ia pun menegaskan komitmennya untuk berjalan bersama kader dalam membangun organisasi dan memperluas manfaat politik bagi masyarakat Sumatera Utara.
Bobby Nasution mengarahkan seluruh kader Gerindra Sumatera Utara untuk terus memperkuat kerja politik dan konsolidasi partai. Menurutnya, aktivitas politik tidak berhenti setelah momentum pemilihan selesai, melainkan harus dilanjutkan melalui komunikasi yang teratur, penguatan struktur organisasi, serta kehadiran kader di tengah masyarakat. Konsolidasi diperlukan agar seluruh unsur partai memiliki pemahaman yang sama mengenai arah perjuangan dan mampu menjalankan tugas secara terkoordinasi.
Ia juga meminta kader ikut mengawal serta menyukseskan berbagai program Presiden Prabowo Subianto. Pengawalan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan dukungan politik, tetapi juga memastikan kebijakan pemerintah dapat dilaksanakan secara efektif. Kader Gerindra diharapkan membantu menjembatani komunikasi pemerintah dan masyarakat, termasuk menyampaikan informasi mengenai program secara jelas hingga tingkat bawah.
Bobby menilai penyampaian program kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan dan mudah dipahami. Dengan demikian, warga dapat mengetahui manfaat kebijakan yang telah dirancang pemerintah, sekaligus memperoleh akses yang tepat terhadap program tersebut. Kader di daerah diminta tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mendengarkan kebutuhan masyarakat dan melaporkan berbagai kendala pelaksanaan kepada pihak yang berwenang.
Dalam arahannya, Bobby mengingatkan agar kader menjaga nama baik Gerindra sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap program-program Presiden Prabowo. Ia menyebut kebijakan pemerintah harus dikawal karena diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap kader perlu menunjukkan tanggung jawab melalui kerja nyata, sikap disiplin, dan pelayanan yang baik, sehingga partai maupun pemerintah dapat dinilai dari manfaat yang dirasakan warga.
Untuk memperkuat koordinasi, Bobby mengusulkan agar kepala daerah yang merupakan kader Gerindra dipertemukan secara rutin, setidaknya sebulan sekali. Forum tersebut dapat digunakan untuk menyelaraskan program pemerintah pusat dengan pelaksanaannya di daerah, membahas perkembangan kebijakan, serta mencari solusi atas hambatan yang muncul. Pertemuan berkala diharapkan membuat pelaksanaan program lebih terarah, seragam, dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.
















