Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Amerika Mengakui Bomnya Tidak Cukup untuk Hancurkan Nuklir Iran

badge-check

Patrolihukum.net — Sebuah laporan dari Telegraph mengungkapkan bahwa persenjataan bom yang dimiliki Amerika Serikat saat ini tidak cukup untuk menembus fasilitas nuklir Iran yang dibangun dengan perlindungan ekstra di bawah tanah. Menurut laporan tersebut, pembom strategis B-2 Spirit milik AS hanya mampu menghancurkan target di kedalaman maksimal 61 meter, sementara fasilitas nuklir Iran di Natanz dan Fordow berada di kedalaman hingga 100 meter.

Tidak hanya itu, fasilitas nuklir Iran juga terletak di wilayah pegunungan berbatu yang menambah tantangan dalam menembusnya. Perlindungan ekstra ini membuat situs-situs tersebut hampir mustahil dihancurkan oleh persenjataan konvensional AS, meskipun menggunakan bom penghancur bunker canggih seperti GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP).

Amerika Mengakui Bomnya Tidak Cukup untuk Hancurkan Nuklir Iran

Para analis militer menyebutkan bahwa perlindungan semacam ini dirancang untuk mencegah kemungkinan serangan dari negara lain. Keberadaan fasilitas tersebut di kedalaman dan lokasi yang strategis menunjukkan bahwa Iran telah memperhitungkan risiko serangan udara sejak awal pembangunan.

Sementara itu, ketegangan antara AS dan Iran terkait program nuklir terus meningkat. AS sebelumnya telah menuduh Iran mempercepat pengayaan uranium yang dapat digunakan untuk senjata nuklir, meskipun Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Laporan ini muncul di tengah perdebatan global tentang bagaimana mencegah potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Perkembangan lebih lanjut mengenai hal ini akan menjadi sorotan utama dalam hubungan internasional ke depan.

Sumber: Telegraph, X.com

Published: Edi D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laskar Ronggolawe Nusantara Siap Sukseskan Pesta Rakyat Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

23 Februari 2026 - 17:28 WIB

Laskar Ronggolawe Nusantara Siap Sukseskan Pesta Rakyat Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Peran Pengacara Jadi Penentu Saat Rekening Nasabah Diblokir Bank

20 Februari 2026 - 18:19 WIB

Peran Pengacara Jadi Penentu Saat Rekening Nasabah Diblokir Bank

Bukti Keseriusan Polsek Bualemo Tanggapi Polemik Barkot, Baca Disini.

20 Februari 2026 - 14:08 WIB

Bukti Keseriusan Polsek Bualemo Tanggapi Polemik Barkot, Baca Disini.

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

19 Februari 2026 - 18:38 WIB

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan

18 Februari 2026 - 10:39 WIB

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan
Trending di Berita