Surabaya | Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan membuka seleksi calon anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur untuk masa bakti 2027–2032. Rekrutmen ini dilakukan untuk menyiapkan kepengurusan baru yang mampu menjalankan peran strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut. Proses seleksi diarahkan untuk menjaring calon yang memiliki pengalaman, kompetensi, kematangan berpikir, serta visi yang relevan dengan perkembangan dan tantangan pendidikan pada era digital.
Anggota tim seleksi, Suko Widodo, menyampaikan keterangan tersebut di Surabaya pada Selasa. Menurutnya, kebutuhan terhadap anggota Dewan Pendidikan yang memiliki kapasitas memadai menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pelaksanaan rekrutmen. Selain memahami berbagai persoalan pendidikan, calon anggota diharapkan mampu melihat perubahan secara menyeluruh, termasuk dampak perkembangan teknologi terhadap proses pembelajaran, tata kelola pendidikan, dan hubungan satuan pendidikan dengan masyarakat.
Seleksi tersebut juga berkaitan dengan berakhirnya masa jabatan Dewan Pendidikan Jawa Timur periode 2022–2026 pada akhir Desember 2026. Karena itu, proses penyiapan anggota untuk periode berikutnya perlu dilakukan lebih awal agar pergantian kepengurusan dapat berlangsung secara terencana. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan membuka kesempatan bagi para calon yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahapan seleksi. Kehadiran anggota baru diharapkan dapat memperkuat peran Dewan Pendidikan dalam memberikan pertimbangan, masukan, dan dukungan terhadap kebijakan pendidikan di Jawa Timur selama periode 2027–2032.
Perubahan teknologi digital menjadi salah satu pertimbangan penting dalam seleksi calon anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur periode 2027–2032. Perkembangan tersebut tidak hanya mengubah cara informasi diperoleh, tetapi juga memengaruhi pola belajar dan cara berpikir peserta didik. Karena itu, Dewan Pendidikan membutuhkan anggota yang mampu memahami perubahan tersebut secara menyeluruh, sehingga setiap pandangan dan pertimbangan yang diberikan tetap sesuai dengan kebutuhan pendidikan pada masa kini.
Suko Widodo menilai bahwa perubahan pola belajar peserta didik menuntut guru dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menyesuaikan metode pembelajaran. Penyesuaian itu diperlukan agar proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus mampu merespons cara peserta didik menerima, mengolah, dan memahami informasi. Peran guru tidak berhenti pada penyampaian materi, melainkan juga perlu mempertimbangkan perubahan cara berpikir yang berlangsung seiring dengan perkembangan lingkungan digital.
Pemahaman terhadap kompetensi digital bagi calon anggota dewan tidak dapat dibatasi pada kemampuan teknis. Kompetensi tersebut merupakan bagian dari visi pendidikan yang lebih luas, yaitu kemampuan membaca perubahan, memahami dampaknya terhadap peserta didik, serta menempatkannya dalam arah pengembangan pendidikan. Calon anggota Dewan Pendidikan diharapkan memiliki perspektif yang dapat menghubungkan perkembangan digital dengan kebutuhan pembelajaran dan peran pendidik. Dengan pemahaman demikian, dewan dapat memberikan pertimbangan yang relevan bagi penyelenggaraan pendidikan, tanpa mengabaikan tujuan utama pembentukan peserta didik. Kesiapan menghadapi perubahan menjadi bagian penting dari kapasitas calon anggota, karena tantangan era digital berkaitan langsung dengan keberlanjutan relevansi pendidikan dan kualitas proses belajar.
Komposisi Dewan Pendidikan Jawa Timur periode 2027–2032 diharapkan tidak hanya diisi oleh praktisi pendidikan. Suko Widodo menilai keterlibatan pengusaha, budayawan, serta berbagai unsur masyarakat lain penting untuk memperluas perspektif dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan. Setiap latar belakang memiliki pengalaman dan jaringan yang dapat memperkaya pembahasan, baik terkait pengelolaan lembaga, kebutuhan dunia kerja, penguatan karakter, maupun pelestarian budaya.
Keragaman tersebut menjadi semakin relevan karena Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan berkelas internasional. Sejumlah sekolah unggulan dan pesantren telah menarik peserta didik dari berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan di Jawa Timur tidak hanya berhadapan dengan kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk membangun standar pembelajaran yang mampu bersaing secara global.
Pelibatan pengusaha dapat membantu memperkuat hubungan pendidikan dan kebutuhan industri, termasuk melalui pengembangan keterampilan, inovasi, serta peluang kerja bagi lulusan. Sementara itu, budayawan dapat memberikan sumbangan penting dalam menjaga identitas daerah, menanamkan nilai kebudayaan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik. Unsur lain dari masyarakat juga dapat membawa perhatian terhadap persoalan sosial dan tantangan pendidikan yang beragam.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa Dewan Pendidikan merupakan wadah kontribusi masyarakat melalui saran, masukan, dan pertimbangan. Keanggotaan dewan tersebut bukan jabatan maupun pekerjaan, melainkan ruang pengabdian untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, anggota yang terpilih diharapkan memiliki komitmen, kepedulian, dan kemampuan bekerja secara konstruktif.
Keragaman keahlian juga diperlukan untuk mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Perhatian dewan tidak semestinya terbatas pada pencapaian akademik, tetapi turut mencakup pengembangan talenta dalam olahraga, seni, dan budaya. Dengan keterwakilan keahlian yang lebih luas, masukan kepada pemerintah daerah dapat menjadi lebih komprehensif dan selaras dengan potensi setiap peserta didik.
Proses pendaftaran calon anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur untuk periode 2027–2032 masih berlangsung. Hingga informasi ini disampaikan, sebanyak 45 orang telah tercatat sebagai pendaftar. Angka tersebut menunjukkan adanya perhatian dan minat masyarakat terhadap peran Dewan Pendidikan dalam mendukung pengembangan pendidikan di tingkat provinsi.
Masyarakat yang berminat masih memiliki kesempatan untuk mengikuti pendaftaran sampai 16 Oktober 2026. Jumlah anggota yang dibutuhkan diperkirakan sekitar 11 orang. Dengan demikian, proses pendaftaran tetap terbuka bagi pihak-pihak yang memenuhi ketentuan dan ingin berkontribusi melalui lembaga yang berperan dalam memberikan pertimbangan serta dukungan bagi kemajuan pendidikan Jawa Timur.
Aries Agung Paewai mengajak siapa pun yang memiliki minat untuk segera mengikuti proses seleksi tersebut. Ajakan ini ditujukan kepada masyarakat yang ingin mengambil bagian dalam upaya memperkuat perhatian terhadap berbagai kebutuhan pendidikan di Jawa Timur. Keterlibatan calon anggota diharapkan dapat memperluas kontribusi dan menghadirkan perspektif yang relevan bagi pengembangan pendidikan di daerah.
Seleksi untuk periode baru ini disiapkan sebagai bagian dari upaya melanjutkan program-program yang telah berjalan. Selain menjaga kesinambungan kerja, periode kepengurusan berikutnya diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan di Jawa Timur. Kerja sama Dewan Pendidikan, pemerintah, dan berbagai unsur masyarakat menjadi konteks penting agar agenda pendidikan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Baca juga: Hasil Seleksi Finalis Opsi 2026 Siap Diketahui Hari Ini | Perkuat Sinergi Pendidikan, Pos Kramongmongga Satgas Yonif 147/KGJ Gelar Karya Bhakti di SMA 1 Henggi Distrik Kramongmongga | Inovasi Pendidikan AI di Makassar















