Serangan ke Lingkaran Ruben Onsu Meluas, Langkah Hukum Masih Dikaji

Serangan ke Lingkaran Ruben Onsu Meluas, Langkah Hukum Masih Dikaji
banner 468x60

Jakarta | Sejumlah akun media sosial disebut menyerang lingkungan Ruben Onsu setelah Sarwendah mengunggah rekaman video call yang memperlihatkan Ruben berbincang dengan seorang laki-laki. Serangan tersebut menjadi perhatian karena akun-akun itu secara terbuka mengaitkannya dengan video yang dibagikan Sarwendah. Informasi mengenai hal itu disampaikan oleh Minola Sebayang, selaku kuasa hukum Ruben Onsu.

Minola menyampaikan keterangan tersebut saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa pihaknya mengetahui adanya sejumlah akun yang menyerang lingkungan Ruben setelah unggahan video call tersebut beredar. Keterangan itu menjadi bagian dari penjelasan mengenai perkembangan yang sedang diperhatikan oleh pihak Ruben.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Meski demikian, pihak Ruben belum mengetahui secara pasti identitas dan status akun-akun yang melakukan serangan tersebut. Minola menyebutkan bahwa masih belum dapat dipastikan apakah akun-akun itu merupakan akun palsu atau akun nyata. Karena itu, informasi mengenai pihak di balik akun tersebut belum bisa disampaikan secara lebih spesifik.

Akun-akun yang dimaksud menghubungkan serangan mereka dengan video yang diunggah Sarwendah. Hubungan tersebut terlihat dari cara akun-akun itu menyampaikan serangan setelah rekaman video call tersebut dipublikasikan. Pihak Ruben kini mencermati informasi yang muncul, termasuk karakter akun yang terlibat, tanpa memastikan lebih dahulu apakah seluruhnya dijalankan oleh identitas asli atau akun yang tidak jelas. Penjelasan Minola menegaskan bahwa persoalan ini berawal dari munculnya serangan di sejumlah akun setelah unggahan Sarwendah, sementara status akun-akun tersebut masih belum diketahui.

Dalam penjelasannya, Minola menyebut bahwa serangan yang dihadapi lingkaran Ruben Onsu muncul dalam bentuk hujatan dan kata-kata yang memojokkan. Pernyataan tersebut menggambarkan adanya tekanan melalui ucapan atau komentar yang menempatkan Ruben pada posisi tidak menguntungkan. Serangan itu tidak semata-mata berkaitan dengan pembahasan mengenai dirinya, tetapi juga berkembang menjadi sorotan terhadap pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengannya. Uraian Minola menunjukkan bahwa persoalan tersebut dipandang sebagai situasi yang perlu dicermati karena menyentuh ruang personal sekaligus lingkungan yang berada di sekitar Ruben.

Menurut keterangan tersebut, sasaran hujatan mulai meluas kepada brand-brand yang berkaitan dengan Ruben. Artinya, komentar dan kata-kata yang muncul tidak hanya diarahkan langsung kepada sosok Ruben Onsu, tetapi juga menyeret entitas yang terhubung dengannya dalam pembicaraan yang sama. Perluasan sasaran ini menjadi bagian penting dari gambaran serangan yang disampaikan Minola. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan nama brand yang dimaksud, bentuk kampanye yang dilakukan, maupun rincian lain mengenai bagaimana serangan itu disebarkan.

Minola menggambarkan keadaan tersebut sebagai situasi yang membuat pihak Ruben merasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman itu muncul karena hujatan dan kata-kata yang memojokkan telah menyentuh lebih dari satu pihak dalam lingkaran Ruben. Meski demikian, dampak yang dapat disebut berdasarkan keterangan tersebut masih terbatas pada kondisi psikologis dan suasana yang dirasakan tidak nyaman. Belum terdapat informasi yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kerugian tertentu, perubahan aktivitas, atau dampak bisnis terhadap brand-brand yang disebut berkaitan dengan Ruben. Dengan demikian, bentuk serangan yang terungkap sejauh ini berfokus pada hujatan, pemojokan melalui kata-kata, serta meluasnya sasaran kepada pihak yang terhubung dengannya.

Pihak Ruben Onsu belum memastikan akan melaporkan akun-akun yang dinilai melakukan serangan terhadap lingkarannya. Sikap tersebut disampaikan karena pembahasan mengenai langkah hukum masih berlangsung. Dengan demikian, hingga kini belum ada kepastian bahwa laporan polisi telah dibuat terhadap pihak-pihak yang disebut berkaitan dengan serangan tersebut.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyatakan bahwa peluang menempuh jalur hukum tetap terbuka. Namun, keputusan itu akan sangat bergantung pada dampak yang ditimbulkan oleh tindakan para pihak. Apabila serangan tersebut kemudian menimbulkan kerugian, baik terhadap nama baik, pekerjaan, maupun kepentingan lain, opsi pelaporan dapat dipertimbangkan secara lebih serius.

Menurut Minola, persoalan yang menjadi perhatian bukan sekadar perbedaan pendapat atau kritik yang disampaikan di ruang publik. Ia menilai terdapat fakta-fakta tertentu yang diperoleh dengan cara melawan hukum, kemudian diarahkan kepada pihak tertentu melalui tindakan yang juga dianggap melawan hukum. Penilaian tersebut menjadi bagian dari pertimbangan sebelum menentukan respons yang tepat.

Minola juga menekankan pentingnya melihat persoalan itu berdasarkan prinsip hukum yang berlaku. Informasi yang beredar dan cara penyampaiannya, menurut dia, perlu diuji agar tidak menimbulkan kerugian sepihak. Karena itu, pihak Ruben masih mengkaji berbagai aspek, termasuk bukti, bentuk tindakan, serta konsekuensi yang mungkin muncul.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi hak tersebut tetap memiliki batas ketika penggunaannya merugikan atau melanggar hak orang lain. Minola menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Pernyataan itu menjadi penanda bahwa langkah hukum dapat ditempuh apabila unsur pelanggaran dan kerugian nantinya dinilai cukup kuat, meskipun belum ada keputusan final mengenai pelaporan.

Pihak Ruben Onsu masih akan melihat perkembangan situasi di ruang publik setelah 13 Oktober 2026 sebelum menentukan langkah berikutnya. Sikap tersebut diambil dengan tetap menghormati proses pengadilan yang sedang berjalan. Minola menyampaikan bahwa pihaknya perlu mencermati berbagai hal yang muncul di tengah masyarakat, termasuk arah pembicaraan dan pernyataan yang disampaikan oleh sejumlah pihak, sebelum memutuskan tindakan hukum lanjutan.

Minola berharap masyarakat dapat kembali berfokus pada pekerjaan dan aktivitas masing-masing. Namun, ia juga menyoroti kemungkinan masih adanya pihak yang terus melontarkan sindiran, membangun narasi, atau menantang hukum melalui kata-kata di ruang publik. Menurutnya, setiap pihak perlu memahami konsekuensi dari pernyataan yang disampaikan. Ia meminta siapa pun yang hendak menantang hukum agar tidak bersembunyi di balik akun palsu. Semua pihak juga diajak menjaga ruang publik tetap kondusif agar persoalan tidak berkembang melalui pernyataan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Di sisi lain, pihak Ruben dijadwalkan menjalani agenda pembuktian untuk kasus gugatan Hasuana pada hari berikutnya. Agenda tersebut menjadi bagian dari proses hukum yang tetap akan dijalani sesuai tahapan persidangan. Berkaitan dengan perkara wanprestasi, Minola juga menyampaikan keterangan mengenai perkara tersebut serta adanya tiga laporan. Keterangan itu disampaikan sebagai bagian dari penjelasan pihak Ruben terkait rangkaian persoalan hukum yang sedang dihadapi. Untuk langkah selanjutnya, pihak Ruben akan menentukan sikap setelah melihat kondisi ruang publik pasca-13 Oktober 2026, sembari mengikuti proses pengadilan yang telah dijadwalkan.

Baca juga: Wuling Ambil Langkah Tegas untuk Memastikan Kepuasan Pelanggan | Bantuan Pangan untuk Warga Rangkapan Jaya: Langkah Mengurangi Beban Ekonomi | Pengalihan Warga Binaan ke Nusakambangan: Langkah Pemasyarakatan yang Terencana

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60