Patrolihukum.net // BANTUL – Polemik pemilihan pamong dukuh di Dusun Bangkel, Kelurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih terus bergulir. Sejumlah warga menolak hasil pemilihan dan mendesak agar pelantikan dukuh terpilih, Ilham, segera dibatalkan lantaran diduga terdapat pemalsuan dokumen tanda tangan dalam proses pencalonan.
Kisruh ini bermula dari tahapan seleksi pamong dukuh pada Maret 2025 lalu. Ilham yang akhirnya terpilih dan dilantik sebagai dukuh Dusun Bangkel, dituding telah melampirkan dokumen dukungan warga yang diduga dipalsukan sebagai salah satu persyaratan administrasi pencalonan.

Kepada media, salah satu warga Dusun Bangkel berinisial Kolil menyampaikan bahwa dugaan pemalsuan dokumen tersebut telah memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Beberapa warga yang namanya tercantum dalam dokumen dukungan menyatakan tidak pernah memberikan tanda tangan ataupun persetujuan untuk mendukung pencalonan Ilham. Ini jelas mencederai proses demokrasi di tingkat dusun,” ungkap Kolil saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Jumat (15/05/2025) sore.
Sebagai bentuk penolakan, lanjut Kolil, sejumlah warga dari empat RT di Dusun Bangkel telah mendatangi Kantor Kalurahan Srimulyo beberapa waktu lalu. Mereka menyampaikan langsung kepada Lurah Srimulyo, Wajiran, agar pelantikan Ilham sebagai pamong dukuh dibatalkan.
“Kami menuntut agar Lurah segera mengambil langkah tegas. Proses pencalonan ini sudah cacat sejak awal jika memang benar terjadi pemalsuan tanda tangan. Maka dari itu, pelantikannya seharusnya tidak sah,” tegas Kolil.
Kekecewaan warga semakin dalam ketika Ilham disebutkan enggan menemui masyarakat. Pertemuan yang dijanjikan pada Senin (11/05/2025) lalu di Kantor Kalurahan Srimulyo urung terlaksana karena Ilham tidak hadir.
“Padahal warga sudah datang untuk meminta penjelasan langsung. Tapi yang bersangkutan tidak muncul sama sekali, bahkan terkesan menghindar,” ujar Kolil.
Karena tak kunjung mendapat klarifikasi, sejumlah warga akhirnya mendatangi langsung kediaman Ilham di Dusun Bangkel. Namun, mereka tidak menemukan Ilham di tempat. Mereka kemudian menemui Hartono, salah satu orang dekat Ilham, yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi.
“Kami meminta Hartono agar menjembatani pertemuan warga dengan Ilham. Tapi saat Hartono mencoba menghubungi Ilham lewat telepon dan WhatsApp, tidak ada respons sama sekali,” terang Kolil.
Warga kini berharap pemerintah Kalurahan Srimulyo dan pihak Kapanewon Piyungan segera turun tangan menyelesaikan konflik ini. Mereka menilai jika persoalan dibiarkan berlarut, berpotensi menciptakan ketegangan sosial yang lebih besar di lingkungan dusun.
“Kami tidak menuntut lebih, hanya ingin keadilan ditegakkan. Jika memang terbukti ada pemalsuan, maka seharusnya ada tindakan hukum dan administratif,” tegas Kolil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Ilham maupun pihak Kelurahan Srimulyo mengenai tuntutan warga. Sementara itu, suasana di Dusun Bangkel dilaporkan masih kondusif, meskipun ketegangan antar warga masih terasa. (**)
























