Patrolihukum.net // Probolinggo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah tahun 2025, Rumah Khitan NU yang dikelola oleh Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan kembali menggelar bakti sosial khitanan massal gratis. Kegiatan ini berlangsung di “Roma Sunat Saiful Anwar” Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, pada Minggu (23/3/2025) siang.
Bakti sosial ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya diselenggarakan di Desa Kamalkuning, Kecamatan Krejengan. Kali ini, sedikitnya 30 anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan layanan khitan gratis.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ, didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ. Turut hadir Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Kraksaan.
Dalam sambutannya, Wabup Ra Fahmi AHZ mengapresiasi program bakti sosial ini yang merupakan hasil sinergi antara PC LKNU dan Baznas Kabupaten Probolinggo. Ia juga menyoroti keberhasilan kegiatan tersebut yang tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Tadi kami catat bahwa Kecamatan Sukapura masih belum terjangkau program ini. Semoga segera bisa dilaksanakan dan semakin banyak pihak yang bersinergi,” ujar Wabup Ra Fahmi.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diperluas dalam upaya peningkatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta menekan angka stunting di Kabupaten Probolinggo.
“Masalah kesehatan masyarakat yang urgen tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Namun, dengan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, InsyaAllah hasilnya akan maksimal,” tambahnya.
Ketua Rumah Khitan NU PC LKNU Kota Kraksaan, Sugianto, dalam laporannya menjelaskan bahwa khitan massal kali ini menggunakan metode modern, yaitu lem super ring. Metode ini biasanya dikenakan biaya reguler antara satu hingga dua juta rupiah per anak, namun dalam kegiatan bakti sosial ini diberikan secara gratis.
Selain layanan khitan gratis, para peserta juga mendapatkan berbagai perlengkapan pasca-khitan, seperti celana dalam khusus khitan, paket obat, serta souvenir lainnya. Tidak hanya itu, setiap anak juga menerima sarung, peci, baju, Al-Qur’an, dan snack khusus Ramadhan.
“Baksos khitanan massal ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama tim dari Fikes UMM Malang dan komunitas pesunat Malang. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkas Sugianto.
(Bambang/**)

























