Rangkaian Kecelakaan Elf Rem Blong hingga Terjun ke Sungai di Bogor

Rangkaian Kecelakaan Elf Rem Blong hingga Terjun ke Sungai di Bogor
banner 468x60

Bogor | Kecelakaan maut terjadi di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 08.10 WIB. Sebuah mikrobus Isuzu Elf bernomor polisi D-7564-AQ mengalami dugaan gagal fungsi rem saat melaju di ruas jalan yang menurun. Kendaraan tersebut kemudian terjun ke sungai di kawasan Jalan Gadog-Ciawi arah Puncak.

Peristiwa itu bermula ketika bus menempuh perjalanan dari Jalan Raya Pertanian menuju Simpang Bendungan. Dalam perjalanan tersebut, kendaraan diduga mengalami masalah pada sistem pengereman ketika melintasi bagian jalan yang menurun. Kondisi itu membuat bus terus melaju hingga akhirnya keluar dari jalur perjalanan dan terjun ke sungai.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sopir mikrobus berinisial S, berusia 70 tahun, meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Identitas pengemudi disampaikan berdasarkan keterangan terkait peristiwa yang terjadi pada pagi hari itu. Kecelakaan ini menjadi perhatian karena melibatkan kendaraan umum yang mengalami dugaan rem blong di ruas jalan menuju kawasan Puncak.

Lokasi kejadian berada di Jalan Gadog-Ciawi arah Puncak, salah satu jalur yang menghubungkan perjalanan dari kawasan Jalan Raya Pertanian menuju Simpang Bendungan. Rangkaian peristiwa tersebut masih berpusat pada dugaan gangguan fungsi rem, laju kendaraan di jalan menurun, dan bus yang akhirnya terjun ke sungai.

Dengan waktu kejadian yang tercatat sekitar pukul 08.10 WIB, kecelakaan ini menjadi peristiwa serius di wilayah Bogor. Mikrobus Isuzu Elf dengan nomor polisi D-7564-AQ diketahui terlibat dalam insiden tersebut, sementara sopir berinisial S dinyatakan meninggal dunia. Fakta utama itu menjadi dasar pemberitaan mengenai kecelakaan di ruas Jalan Gadog-Ciawi arah Puncak.

Rekaman kamera CCTV memperlihatkan sebuah bus melaju tanpa perubahan kecepatan yang berarti di tengah arus lalu lintas yang cukup padat. Di sekitar kendaraan tersebut tampak sejumlah sepeda motor, angkot, dan truk yang bergerak di jalur yang sama maupun berpapasan dari arah berlawanan. Situasi itu membuat bus berada dekat dengan berbagai pengguna jalan ketika terus bergerak lurus. Tidak terlihat adanya manuver yang cukup untuk menghindari kendaraan lain atau mengurangi laju sebelum bus mendekati sisi jalan.

Dalam rangkaian gambar berikutnya, bus tampak menyenggol atau menabrak bagian sisi kiri minibus Honda BR-V. Benturan tersebut tidak membuat bus berhenti. Kendaraan berukuran besar itu tetap melaju lurus setelah bersentuhan dengan minibus, sementara Honda BR-V terlihat berada di sisi jalurnya. Pergerakan bus kemudian mengarah ke bagian tepi jalan dan mendekati trotoar. Posisi kendaraan yang terus maju membuat jaraknya dengan trotoar semakin dekat, sedangkan kendaraan lain di sekitarnya berupaya melintas di area yang sama.

Setelah mencapai ujung jalan, bus terlihat menikung ke kiri. Arah pergerakan itu membawa kendaraan menuju tembok jembatan. Bus kemudian menabrak tembok tersebut sebelum melewati batas jembatan dan jatuh ke sungai. Rekaman CCTV menunjukkan kendaraan menghilang dari permukaan jalan setelah terjun, disusul kemunculan sejumlah orang yang berlari menuju arah lokasi bus. Mereka bergerak dari area sekitar jalan dan jembatan, seolah hendak mendekati titik tempat kendaraan jatuh. Seluruh urutan tersebut menggambarkan bus yang terus bergerak di tengah lalu lintas ramai, menyentuh minibus, melaju menuju trotoar, menabrak tembok jembatan, lalu terjun ke sungai.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Arif Rahman menjelaskan bahwa penyebab awal kecelakaan tersebut masih berupa dugaan berdasarkan keterangan dan kondisi yang ditemukan di lokasi. Menurut Arif, bus elf diduga mengalami gagal pengereman ketika melaju dari arah Bendungan. Kendaraan itu kemudian bergerak tanpa kendali di ruas jalan yang berada pada kondisi lurus dan menurun.

Dalam situasi tersebut, bus diduga menabrak minibus Honda BR-V yang berada di jalur perjalanannya. Benturan itu menjadi bagian dari rangkaian kecelakaan sebelum kendaraan berukuran lebih besar tersebut terus melaju. Polisi masih mendalami bagaimana gangguan pengereman dapat terjadi, termasuk memeriksa kondisi kendaraan serta menghimpun keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian.

Setelah menabrak Honda BR-V, bus kemudian menghantam bangunan kios di sekitar lokasi. Kendaraan itu juga menabrak jembatan sebelum akhirnya terjun bebas ke kali. Urutan peristiwa tersebut disampaikan untuk menggambarkan rangkaian kecelakaan, tetapi belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai penyebab teknis insiden. Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti yang diperlukan.

Arif menegaskan bahwa dugaan gagal pengereman menjadi petunjuk awal dalam penanganan perkara ini, bukan kepastian yang telah ditetapkan. Posisi jalan yang lurus sekaligus menurun diduga membuat kendaraan meluncur dari arah Bendungan ketika sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Polisi selanjutnya akan mencocokkan keterangan tersebut dengan hasil pemeriksaan kendaraan, kondisi jalan, jejak benturan, serta informasi saksi untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab kecelakaan secara lebih menyeluruh.

Pada pagi hari, bus berwarna merah yang dikemudikan oleh seorang pengemudi berinisial S bergerak dari arah Jalan Raya Pertanian menuju Simpang Bendungan, Bogor. Perjalanan tersebut berlangsung melalui ruas jalan yang memiliki kontur menurun. Saat melintasi jalur itu, kendaraan diduga mengalami kegagalan fungsi rem atau rem blong.

Kondisi tersebut membuat bus kehilangan kendali. Kendaraan kemudian melaju tanpa dapat dihentikan sebagaimana mestinya dan menyenggol sebuah minibus yang berada di jalur perjalanannya. Benturan itu menjadi bagian dari rangkaian kecelakaan sebelum bus bergerak lebih jauh menuju sisi jalan.

Setelah menyenggol minibus, bus berwarna merah tersebut menghantam bangunan kios. Kendaraan selanjutnya menabrak tembok jembatan di sekitar lokasi. Rangkaian benturan itu berlangsung ketika bus masih berada dalam kondisi tidak terkendali, sebelum akhirnya keluar dari jalur dan masuk ke sungai.

Peristiwa tersebut menutup perjalanan bus dari Jalan Raya Pertanian menuju Simpang Bendungan dengan kecelakaan beruntun yang melibatkan minibus, kios, serta tembok jembatan. Berdasarkan fakta yang diberitakan, kecelakaan itu menewaskan sang sopir, S. Uraian mengenai perjalanan tersebut bersumber pada rangkaian kejadian yang dilaporkan, yakni kendaraan melaju di jalan menurun, diduga mengalami rem blong, kehilangan kendali, lalu masuk ke sungai.

Baca juga: Tragedi Kecelakaan Beruntun di Kembangan: Kehilangan Satu Keluarga | Kecelakaan Mobil Rombongan di Depok, Tiga Belas Penumpang Terluka | Kecelakaan Minibus Rombongan Keluarga di Depok

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60