Jejak Martha Tilaar: Warisan Kecantikan, Prinsip Hidup, dan Perjalanan Usahanya

Jejak Martha Tilaar: Warisan Kecantikan, Prinsip Hidup, dan Perjalanan Usahanya
banner 468x60

Jakarta | Kabar duka datang dari dunia kecantikan Indonesia. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kepergian tokoh yang dikenal melalui kiprahnya dalam mengembangkan industri kecantikan nasional tersebut menjadi berita yang menyita perhatian publik dan pelaku usaha di berbagai bidang.

Martha Tilaar meninggal di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, pada pukul 06.22 WIB. Informasi mengenai waktu dan tempat tersebut menjadi bagian utama dari kabar duka yang beredar pada hari itu. Berita ini menandai berakhirnya perjalanan seorang figur penting yang selama puluhan tahun hadir dalam pertumbuhan dunia kecantikan Indonesia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepergian Martha Tilaar menjadi duka bagi dunia kecantikan Indonesia. Namanya telah melekat pada perkembangan produk, layanan, dan pemikiran mengenai kecantikan yang berakar pada kekayaan budaya lokal. Melalui Martha Tilaar Group, ia dikenal sebagai sosok yang membangun sebuah kelompok usaha dengan pengaruh luas dalam industri nasional. Kabar meninggalnya Martha Tilaar pun mengingatkan publik pada besarnya jejak yang telah ditinggalkan dalam bidang tersebut. Berita ini membuka kembali perhatian terhadap perjalanan hidup, prinsip, serta warisan usaha yang dibangunnya. Sosok Martha Tilaar tidak hanya dikenal sebagai pendiri perusahaan, tetapi juga sebagai salah satu nama yang menempati posisi penting dalam sejarah industri kecantikan Indonesia. Pada hari ketika kabar tersebut disampaikan, suasana duka menyelimuti berbagai kalangan yang mengenal kiprah dan kontribusinya. Peristiwa ini menjadi titik penting untuk menelusuri kembali perjalanan Martha Tilaar serta pengaruhnya terhadap perkembangan kecantikan di tanah air.

Dalam menyampaikan pandangannya mengenai sosok perempuan, Martha Tilaar memperkenalkan nilai yang dirangkum dalam istilah “DJITU”. Istilah ini menggambarkan karakter yang perlu dimiliki perempuan dalam menjalani kehidupan sekaligus mengembangkan kemampuan dan bidang usaha yang ditekuninya. “DJITU” merupakan kependekan dari disiplin, jujur, memiliki iman yang kuat, tekun, serta berusaha keras. Kelima unsur tersebut dipandang sebagai landasan penting dalam membentuk pribadi perempuan yang teguh dan mampu menjalankan tanggung jawabnya.

Disiplin, menurut pesan tersebut, diperlukan dalam segala hal. Sikap ini menunjukkan kesungguhan untuk menjalankan setiap kewajiban secara teratur dan bertanggung jawab. Kejujuran menjadi nilai berikutnya yang tidak terpisahkan dari karakter seorang perempuan. Selain itu, iman yang kuat memberikan dasar batin dalam menghadapi berbagai keadaan. Nilai-nilai tersebut berjalan bersama dengan ketekunan, yaitu kesediaan untuk terus menjalankan bidang usaha yang dipilih secara sungguh-sungguh.

Unsur terakhir dalam “DJITU” adalah berusaha keras. Bagi Martha Tilaar, usaha keras mencerminkan kemauan untuk menghadapi proses dan tantangan tanpa mengabaikan ketekunan. Dengan demikian, “DJITU” tidak sekadar menjadi rangkaian kata, melainkan gambaran mengenai sikap yang perlu hadir dalam perjalanan perempuan, terutama ketika ia mengembangkan kemampuan dan menjalankan usahanya.

Martha Tilaar juga menekankan bahwa perempuan perlu bersikap inovatif dan kreatif dalam mengembangkan kemampuan. Inovasi dan kreativitas menjadi bagian dari upaya untuk mengolah potensi yang dimiliki secara lebih baik. Pandangan ini menempatkan perempuan sebagai sosok yang dapat terus bertumbuh melalui gagasan dan kemampuan yang dikembangkannya. Pesan mengenai perempuan “DJITU” pun menegaskan keterkaitan disiplin, kejujuran, iman yang kuat, ketekunan, usaha keras, serta kemampuan untuk berinovasi dan berkreativitas.

Martha Tilaar memandang perawatan diri sebagai bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan hidup. Menurutnya, seseorang perlu memberikan tubuh dan pikiran kesempatan untuk beristirahat secara cukup, terutama setelah menjalani pekerjaan dan tanggung jawab yang padat. Istirahat bukan tanda kelemahan atau kemunduran, melainkan kebutuhan agar energi, konsentrasi, dan kesehatan tetap terpelihara. Karena itu, bekerja keras sebaiknya tidak diartikan sebagai memaksakan diri tanpa batas. Mengenali rasa lelah dan berani berhenti sejenak merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengambil jarak dari gawai secara berkala. Waktu tanpa telepon seluler dapat digunakan untuk menikmati percakapan, suasana sekitar, atau momen sederhana bersama orang-orang terdekat. Kebiasaan tersebut membantu seseorang hadir sepenuhnya dalam kehidupan nyata, bukan terus-menerus terikat pada pesan, pemberitahuan, dan tuntutan digital. Selain itu, olahraga ringan yang dilakukan secara rutin, seperti berjalan kaki atau melakukan peregangan, dapat mendukung kebugaran tanpa harus menjadi aktivitas yang berat dan membebani.

Menyediakan waktu bagi diri sendiri juga memiliki nilai yang tidak kalah penting. Waktu tersebut dapat diisi dengan membaca, merawat tubuh, menekuni hobi, berdoa, atau sekadar menikmati ketenangan. Dengan ruang pribadi yang memadai, seseorang dapat mengenali kembali kebutuhannya, menata pikiran, dan memulihkan semangat. Perawatan diri tidak selalu memerlukan biaya besar; yang utama adalah perhatian yang konsisten dan kesediaan untuk mendengarkan keadaan diri.

Dalam perjalanan menuju kesuksesan, Martha Tilaar menekankan arti dukungan keluarga dan sahabat. Kehadiran orang-orang yang saling menguatkan merupakan alasan untuk tetap bersyukur, khususnya ketika menghadapi tekanan, kegagalan, atau perubahan. Dukungan tersebut memberi keberanian untuk melangkah sekaligus mengingatkan bahwa pencapaian tidak diraih seorang diri. Ia juga percaya bahwa hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus, baik melalui kepedulian, kerja keras, maupun bantuan kepada sesama, dapat mendatangkan berkah. Nilai kehidupan tidak hanya diukur dari hasil besar, tetapi juga dari niat baik yang menyertai setiap tindakan.

Perjalanan bisnis Martha Tilaar bermula pada 1970, ketika ia membuka sebuah salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta. Usaha tersebut menjadi langkah awal bagi pengembangan gagasan tentang kecantikan yang tidak hanya berorientasi pada perawatan penampilan, tetapi juga berakar pada pengetahuan dan kekayaan budaya Indonesia. Dari ruang usaha yang terbatas itu, Martha mulai membangun hubungan dengan pelanggan sekaligus mengenali kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan kecantikan yang sesuai dengan karakter lokal.

Bekal pendidikannya di bidang kecantikan dari Amerika Serikat memberikan pengetahuan mengenai teknik perawatan, tata kelola salon, dan perkembangan industri kecantikan modern. Pengetahuan tersebut kemudian dipadukan dengan warisan keluarga, khususnya pemahaman tentang jamu serta resep kecantikan keraton Jawa. Perpaduan pendidikan modern dan tradisi Nusantara menjadi dasar dalam mengembangkan pendekatan kecantikan yang menempatkan bahan alami, perawatan tubuh, dan nilai budaya dalam satu kesatuan.

Seiring bertambahnya kepercayaan masyarakat, usaha yang dirintis dari salon tersebut berkembang menjadi Martha Tilaar Group. Kelompok usaha ini bergerak dalam manufaktur dan pemasaran kosmetik, jamu, pendidikan kecantikan, spa, serta distribusi. Perkembangannya mencakup berbagai bidang yang saling mendukung, mulai dari pengembangan produk hingga penyediaan layanan dan pelatihan. Dengan demikian, perjalanan usaha Martha Tilaar tidak berhenti pada kegiatan salon, melainkan meluas menjadi ekosistem industri kecantikan yang memanfaatkan pengetahuan, bahan, dan tradisi dari Indonesia.

Dalam pandangannya, identitas kecantikan Indonesia perlu diperjuangkan agar memiliki tempat yang jelas di tengah perkembangan industri global. Kekayaan alam dan budaya Nusantara dipandang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang mampu bersaing di pasar global. Gagasan tersebut tercermin dalam upaya mengolah warisan tradisional, termasuk jamu dan resep kecantikan keraton Jawa, melalui pengembangan produk serta kegiatan usaha yang lebih modern, tanpa melepaskan keterkaitannya dengan sumber budaya Indonesia.

Baca juga: Menggali Jejak Michael Hartono dan Warisan Bisnis Keluarga Hartono | Mengungkap Kehilangan: Warisan Iwan Setiawan di Dunia Sepak Bola

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60