Bandung | Persib Bandung harus bekerja keras setelah Dewa United membuka keunggulan lebih dahulu dalam pertandingan pekan keempat Super League. Duel yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Selasa (11/10) malam WIB tersebut berakhir imbang 2-2. Dewa United tampil sebagai tim tamu, tetapi mampu memberikan tekanan efektif sejak awal pertandingan.
Permainan kedua tim berlangsung dengan tempo cukup tinggi. Persib berusaha membangun serangan melalui penguasaan bola dan pergerakan dari lini tengah, sedangkan Dewa United lebih mengandalkan transisi cepat untuk memanfaatkan ruang di pertahanan tuan rumah. Upaya tim tamu membuahkan hasil pada menit ke-23.
Gol pertama Dewa United tercipta setelah terjadi kemelut di dalam kotak penalti Persib. Bola liar yang belum berhasil diamankan pemain bertahan langsung disambar Egy Maulana Vikri. Dengan menggunakan kaki kanan, Egy melepaskan penyelesaian yang mengarah ke gawang dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Persib mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan setelah tertinggal. Sejumlah upaya dibangun untuk menembus pertahanan Dewa United, tetapi belum menghasilkan gol penyeimbang. Organisasi pertahanan tim tamu juga cukup disiplin dalam meredam tekanan dan menjaga keunggulan hingga mendekati akhir babak pertama.
Memasuki masa injury time babak pertama, Dewa United justru mampu menggandakan keunggulan. Noah Sadaoui menerima kesempatan di area berbahaya, kemudian melepaskan tembakan terarah yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Persib. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-0.
Keunggulan dua gol itu mengubah situasi pertandingan bagi Persib. Tuan rumah memasuki jeda dengan pekerjaan berat karena harus mengejar ketertinggalan sejak awal babak kedua. Sementara itu, Dewa United berada dalam posisi yang lebih menguntungkan setelah tampil efisien dalam memanfaatkan peluang pada 45 menit pertama.
Persib menunjukkan respons cepat setelah berada dalam tekanan dan tertinggal dua gol dari Dewa United di hadapan pendukungnya sendiri. Situasi tersebut tidak membuat permainan tuan rumah berhenti berkembang. Memasuki babak kedua, Persib berusaha memperkecil jarak melalui serangan yang lebih aktif dan tekanan yang lebih konsisten ke area pertahanan lawan.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-51. Balsa Sekulic menjalankan tugasnya dengan baik melalui eksekusi penalti, yang mengubah kedudukan menjadi 1-2. Gol itu menjadi titik penting bagi Persib karena memperkecil selisih skor sekaligus meningkatkan peluang untuk mengejar ketertinggalan. Setelah gol tersebut, momentum pertandingan mulai beralih dan Persib semakin percaya diri dalam membangun serangan.
Hanya tiga menit berselang, Persib berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Marc Klok melepaskan tembakan first time dari luar kotak penalti. Bola hasil tendangannya melaju dan bersarang di gawang yang dikawal Sonny Stevens. Gol itu membuat skor berubah menjadi 2-2, sekaligus menegaskan kebangkitan Persib dalam waktu singkat.
Rangkaian dua gol tersebut memperlihatkan bagaimana Persib mampu merespons ketertinggalan dengan efektif. Dari posisi tertinggal dua gol, mereka memperkecil jarak melalui penalti Balsa Sekulic, kemudian menyamakan kedudukan lewat penyelesaian Marc Klok. Proses kebangkitan itu berlangsung hanya dalam rentang tiga menit pada awal babak kedua, sehingga pertandingan kembali berjalan seimbang setelah Dewa United sempat mengendalikan keunggulan.
Dewa United memiliki peluang untuk kembali unggul pada menit ke-65, ketika pertandingan melawan Persib Bandung berlangsung dalam skor imbang 2-2. Kesempatan tersebut lahir melalui serangan balik cepat setelah Marukawa berhasil merebut bola dari penguasaan Marc Klok di area permainan. Perebutan bola itu membuka ruang bagi Dewa United untuk bergerak menuju pertahanan Persib sebelum barisan pemain lawan kembali membentuk organisasi pertahanan.
Marukawa kemudian meneruskan bola kepada Denilson yang berada dalam posisi cukup menjanjikan. Penyerang tersebut segera menyelesaikan peluang dari dalam kotak penalti dengan sebuah sontekan. Namun, arah bola belum cukup akurat untuk mengubah kedudukan. Sepakan Denilson justru mengarah ke sisi kiri gawang Persib, sehingga peluang itu tidak menghasilkan gol tambahan bagi Dewa United.
Momen tersebut menjadi salah satu kesempatan penting yang tercipta setelah kedua tim berbagi skor 2-2. Dewa United memperlihatkan bahwa transisi cepat masih dapat merepotkan pertahanan Persib, terutama ketika mereka mampu merebut bola di area tengah dan segera mengirimkan umpan ke lini depan. Sebaliknya, Persib perlu lebih dalam menjaga penguasaan bola agar tidak memberikan ruang bagi lawan untuk melancarkan serangan balik serupa.
Meski sontekan Denilson belum menemui sasaran, peluang itu menunjukkan adanya celah yang dapat dimanfaatkan Dewa United dalam situasi pertandingan terbuka. Persib juga tetap memiliki waktu untuk memperbaiki koordinasi pertahanannya dan mengantisipasi pergerakan pemain lawan. Karena itu, kegagalan menyelesaikan peluang pada menit tersebut tidak serta-merta menentukan hasil akhir pertandingan. Momen itu lebih tepat dipandang sebagai bagian dari rangkaian peluang penting yang mewarnai persaingan kedua tim setelah skor kembali seimbang.
Setelah skor kembali imbang 2-2, jalannya pertandingan berubah menjadi semakin terbuka. Persib tidak lagi hanya berupaya menjaga momentum kebangkitan, sementara Dewa United terus mencari celah untuk kembali memimpin. Kedua tim menunjukkan keberanian lebih besar dalam membangun serangan. Bola bergerak cepat dari satu area ke area lain, dengan pergantian penguasaan yang berlangsung dalam tempo tinggi. Setiap serangan berpotensi menciptakan ancaman, sehingga pertandingan tetap menarik hingga menit-menit terakhir.
Persib beberapa kali mencoba menekan melalui alur serangan yang lebih langsung. Dewa United merespons dengan meningkatkan intensitas permainan dan berusaha memanfaatkan ruang yang tersedia. Tekanan berlangsung secara bergantian, tanpa satu tim mampu sepenuhnya mengendalikan pertandingan. Ketika Persib mulai mendekati area pertahanan lawan, Dewa United segera berupaya membalas melalui serangan berikutnya. Situasi tersebut membuat kedua kesebelasan harus tetap sebab kesalahan kecil dapat membuka peluang bagi gol kemenangan.
Memasuki fase akhir, pertandingan tetap berlangsung dengan ritme tinggi. Persib dan Dewa United silih berganti mengarahkan serangan untuk mencari keunggulan, tetapi upaya yang dibangun belum menghasilkan perubahan pada papan skor. Pertahanan kedua tim mampu meredam berbagai tekanan hingga kesempatan untuk mencetak gol tambahan tidak berbuah. Sampai wasit meniup peluit akhir, tidak ada gol lain yang tercipta. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 2-2, setelah Persib bangkit dari ketertinggalan dua gol dan Dewa United gagal mempertahankan keunggulan hingga laga selesai.
















