Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Daerah

Dari Pekarangan hingga Ketahanan Pangan, Desa Kertosuko Kembangkan Jadam Sulfur dan Pupuk Organik

badge-check


Dari Pekarangan hingga Ketahanan Pangan, Desa Kertosuko Kembangkan Jadam Sulfur dan Pupuk Organik Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net – Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan terus digencarkan di berbagai daerah. Di Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, petani bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat mengikuti pelatihan pembuatan Jadam Sulfur (JS), Pupuk Organik Cair (POC), dan Jadam Microbial Solution (JMS) sebagai sarana pendukung Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), Kamis (15/1/2026).

Program Pekarangan Pangan Bergizi merupakan program nasional Kementerian Pertanian yang bertujuan mengoptimalkan lahan pekarangan rumah tangga untuk budidaya sayuran, buah, dan tanaman bernutrisi lainnya. Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan pertanian skala rumah tangga yang berkelanjutan.

Dari Pekarangan hingga Ketahanan Pangan, Desa Kertosuko Kembangkan Jadam Sulfur dan Pupuk Organik

Di Desa Kertosuko, implementasi program tersebut digerakkan secara kolaboratif oleh BUMDes bersama kelompok tani (poktan). Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Krucil serta Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya. Pelatihan difokuskan pada praktik langsung pembuatan sarana produksi pertanian ramah lingkungan yang dapat diolah secara mandiri oleh masyarakat desa.

Dalam sesi praktik, peserta dilatih membuat Jadam Sulfur (JS) yang berfungsi sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman, Pupuk Organik Cair (POC) untuk meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, serta Jadam Microbial Solution (JMS) yang berperan memperkaya mikroorganisme baik di dalam tanah. Ketiga sarana tersebut dinilai efektif sebagai alternatif pengelolaan pertanian berkelanjutan karena relatif murah, mudah dibuat, dan minim dampak terhadap lingkungan.

Petugas POPT Perkebunan, Ika Ratmawati, menekankan pentingnya perubahan pola budidaya pertanian menuju sistem yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, ketergantungan pada bahan kimia sintetis dalam jangka panjang berpotensi merusak keseimbangan agroekosistem.

“Pengendalian hama dan penyakit tanaman harus dilakukan secara bijak. Dengan memanfaatkan Jadam Sulfur, POC, dan JMS, petani tetap dapat memperoleh hasil yang optimal tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujar Ika.

Sementara itu, Koordinator BPP Krucil, Agus Styagung, berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada tahap praktik semata, tetapi dapat berlanjut secara berkesinambungan melalui sinergi antara BUMDes dan kelompok tani. Menurutnya, keberhasilan Program P2B sangat ditentukan oleh konsistensi pendampingan dan kemandirian masyarakat dalam mengelola pekarangan pangan.

“Kami berharap BUMDes dan poktan bisa terus bersinergi dalam menyelaraskan kegiatan pemberdayaan masyarakat agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh petani, khususnya dalam mendukung keberhasilan Program Pekarangan Pangan Bergizi,” kata Agus.

Pengurus BUMDes Kertosuko, Alex Setyawan, bersama Bangkit Adi Sugiharto, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi pengelola desa dan petani. Menurut mereka, sarana produksi pertanian yang berkualitas tidak selalu harus dibeli dengan biaya tinggi, tetapi dapat diproduksi sendiri menggunakan bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan.

“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Ternyata bahan-bahannya mudah, murah, dan tersedia di sekitar kita. Ke depan, pelatihan seperti ini akan kami lanjutkan secara mandiri dan kami aplikasikan di lahan pertanian maupun pekarangan warga,” ujar Alex.

Melalui pelatihan ini, Desa Kertosuko diharapkan mampu mengembangkan pertanian pekarangan yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan dan gizi keluarga, serta mendorong kemandirian petani dalam mendukung pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Bergizi secara berkelanjutan. (Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gempur Rokok Ilegal! Warga Probolinggo Diajak Kenali Modus dan Laporkan Peredarannya

8 Juli 2026 - 09:26 WIB

Gempur Rokok Ilegal! Warga Probolinggo Diajak Kenali Modus dan Laporkan Peredarannya

Ketua GWI Desak Oknum Sekdes Sumber Sari Minta Maaf atas Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

7 Juli 2026 - 22:19 WIB

Ketua GWI Desak Oknum Sekdes Sumber Sari Minta Maaf atas Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Mantan Penyidik KPK Minta Penyidik Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara ke PLTU

7 Juli 2026 - 21:31 WIB

Mantan Penyidik KPK Minta Penyidik Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara ke PLTU

Konfirmasi Soal Pendataan Jadup Belum Dijawab, Kabid RR BPBD Langsa Bungkam Saat Dihubungi Wartawan

7 Juli 2026 - 21:23 WIB

Konfirmasi Soal Pendataan Jadup Belum Dijawab, Kabid RR BPBD Langsa Bungkam Saat Dihubungi Wartawan

Libas88 Pertanyakan Hibah MUI Rp200 Juta Belum Cair, Ada Apa dengan Pemkab Probolinggo?

7 Juli 2026 - 12:46 WIB

Libas88 Pertanyakan Hibah MUI Rp200 Juta Belum Cair, Ada Apa dengan Pemkab Probolinggo?
Trending di Kabar Viral