Jakarta | Daisy Fajarina kembali mendapat pertanyaan mengenai hubungannya dengan putrinya, Manohara Odelia Pinot. Pertanyaan itu diajukan ketika Daisy ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia ditanya mengenai bentuk komunikasi terakhir yang berlangsung dirinya dan Manohara, setelah relasi ibu dan anak itu disebut tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.
Daisy tidak menjelaskan secara rinci kapan komunikasi terakhir terjadi ataupun melalui sarana apa percakapan tersebut dilakukan. Ia juga tidak mengungkap isi komunikasi dengan Manohara. Daisy memilih menyampaikan hal yang dianggapnya lebih penting, yakni doa yang terus dipanjatkan untuk anak-anaknya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa ia tetap menaruh perhatian terhadap kondisi dan kehidupan putrinya, meskipun hubungan keduanya tengah berada dalam situasi yang penuh jarak.
Menurut Daisy, doa yang dipanjatkan setiap selesai salat menjadi bentuk komunikasinya dengan anak-anak. Ia menyebut kebiasaan tersebut dilakukan secara rutin, termasuk untuk Manohara. Bagi Daisy, doa merupakan cara untuk tetap menyampaikan kasih sayang dan harapan tanpa harus menjelaskan detail hubungan mereka kepada publik. Pernyataan itu disampaikan dengan singkat saat berada di Bareskrim Polri, Jakarta, pada Selasa tersebut. Daisy tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai kemungkinan komunikasi langsung dengan Manohara, sehingga belum ada penjelasan terperinci mengenai keadaan relasi keduanya saat ini. Ia juga tidak menyampaikan apakah terdapat upaya tertentu untuk kembali membangun komunikasi secara terbuka. Jawabannya menegaskan bahwa perhatian Daisy kepada anak-anak tetap ia ungkapkan melalui doa, terutama setiap kali selesai menjalankan salat.
Daisy Fajarina menyampaikan harapan khusus bagi putrinya, Manohara. Doa tersebut berisi keinginan agar Manohara senantiasa berada dalam keadaan selamat, di mana pun ia berada dan dalam setiap langkah yang dijalaninya. Bagi Daisy, keselamatan putrinya menjadi hal utama yang terus ia harapkan.
Selain keselamatan, Daisy juga berharap Manohara memperoleh perlindungan. Ia mendoakan agar putrinya selalu berada dalam penjagaan dan dikelilingi oleh hal-hal yang baik. Harapan itu disampaikan sebagai bentuk perhatian seorang ibu yang menginginkan putrinya tetap aman serta terhindar dari keadaan yang dapat membahayakan.
Daisy turut menyampaikan doa agar Manohara mendapatkan pengasihan. Makna pengasihan dalam harapan tersebut berkaitan dengan kasih, kepedulian, dan perlindungan yang menyertai kehidupan putrinya. Ia berharap Manohara menerima kebaikan dan perhatian yang dapat membantunya menjalani hari-hari dengan tenang.
Dalam doanya, Daisy juga meminta agar Manohara dijauhkan dari segala kejahatan. Ia berharap putrinya tidak berada dalam pengaruh maupun situasi yang buruk, serta selalu dilindungi dari hal-hal yang dapat merugikan. Doa itu mencakup keinginan agar Manohara terhindar dari bahaya, niat jahat, dan berbagai keburukan.
Harapan Daisy disampaikan dengan menempatkan keselamatan dan kebaikan Manohara sebagai perhatian utama. Ia mendoakan agar putrinya selalu mendapatkan perlindungan, pengasihan, serta dijauhkan dari kejahatan. Pesan tersebut menjadi ungkapan doa Daisy agar Manohara tetap berada dalam keadaan baik dan aman.
Manohara menyatakan telah memutus hubungan dengan ibunya pada Senin, 12 Januari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia menjawab pertanyaan warganet dalam sesi tanya jawab yang dibuka melalui akun Instagram miliknya. Keterangan itu menjadi latar belakang munculnya perhatian publik terhadap relasi Manohara dan ibunya.
Dalam sesi tersebut, warganet mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Manohara melalui fitur yang tersedia di Instagram. Ia kemudian memberikan jawaban mengenai kondisi hubungannya dengan sang ibu. Berdasarkan jawaban itu, Manohara menyebut bahwa dirinya telah memutus hubungan dengan ibunya. Informasi tersebut berasal dari pernyataan Manohara sendiri, bukan dari penjelasan pihak lain.
Penyampaian melalui media sosial membuat kabar mengenai keputusan tersebut segera diketahui oleh publik. Namun, keterangan yang tersedia dalam pernyataan itu terbatas pada informasi bahwa hubungan ibu dan anak tersebut telah diputus. Tidak terdapat alasan tambahan yang disampaikan dalam bahan sumber terkait keputusan Manohara tersebut. Karena itu, persoalan ini perlu dipahami sesuai dengan isi jawaban yang diberikan Manohara dalam sesi tanya jawab tersebut.
Pernyataan pada 12 Januari 2026 itu menjadi titik penting dalam pemberitaan mengenai hubungan keduanya. Manohara menyampaikan informasi tersebut dalam konteks menjawab pertanyaan warganet, sehingga isi keterangannya tetap merujuk pada pengalaman dan keputusan yang ia nyatakan sendiri. Sejauh informasi yang disampaikan, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab, proses, atau detail lain di balik putusnya relasi tersebut. Dengan demikian, fakta yang dapat ditegaskan ialah Manohara menyatakan telah memutus hubungan dengan ibunya, dan pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram miliknya dalam sesi tanya jawab bersama warganet.
Dalam keterangannya, Manohara mengungkapkan bahwa tekanan yang dialaminya berlangsung sejak ia masih kecil. Ia menyebut pengalaman tersebut bukan hanya berupa konflik sesaat, melainkan pola perlakuan yang terjadi dalam jangka panjang dan meninggalkan dampak mendalam terhadap kondisi emosional serta psikologisnya. Pernyataan itu disampaikan ketika ia menjelaskan alasan di balik keputusan untuk mengambil jarak dari relasi yang selama ini menjadi perhatian publik.
Manohara mengatakan dirinya mengalami penyiksaan emosional dan psikologis secara berulang. Bentuknya, sebagaimana ia gambarkan, membuatnya merasa tertekan, kehilangan kendali atas pilihan pribadi, serta kesulitan membangun rasa aman dalam hubungan tersebut. Ia juga menyebut bahwa pada beberapa kesempatan mengalami penyiksaan fisik. Namun, keterangannya tidak serta-merta memuat seluruh rincian mengenai waktu, tempat, maupun bentuk kejadian yang dimaksud.
Selain pengalaman tersebut, Manohara mengaku berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan. Menurut keterangannya, situasi itu membuat keputusan serta tindakannya seolah diarahkan untuk memenuhi kepentingan tertentu, sementara perasaan dan kebutuhannya sendiri tidak memperoleh ruang yang semestinya. Ia menilai pola tersebut turut memengaruhi cara dirinya memandang hubungan keluarga, kepercayaan, dan batasan pribadi.
Dalam penjelasan yang sama, Manohara juga menyampaikan dugaan bahwa dirinya pernah dipaksa masuk ke dalam situasi berbahaya demi keuntungan pihak lain. Pernyataan tersebut masih merupakan bagian dari pengakuan yang disampaikannya dan tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian hukum tanpa pemeriksaan serta bukti yang memadai. Ia pun tidak merinci pihak yang dimaksud, sehingga informasi mengenai dugaan tersebut perlu dipahami secara hati-hati dan tidak diperluas melampaui keterangannya.
















