Kabupaten Halmahera Barat | Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dari Level I (Normal) menjadi Level II . Perubahan status tersebut berlaku sejak 6 November 2026 pukul 16.00 WIB, menyusul peningkatan aktivitas kegempaan gunung api. Kenaikan status ini menjadi dasar pengetatan kegiatan masyarakat di sekitar kawasan gunung, terutama aktivitas pendakian menuju puncak dan kawah.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gamkonora, Ridwan Jalil, menyampaikan informasi tersebut di Ternate pada Sabtu, 7 November 2026. Ia mengatakan pendakian ditutup sementara karena aktivitas di kawah meningkat. Dengan demikian, seluruh kegiatan pendakian menuju kawasan puncak tidak diperbolehkan selama status gunung berada pada Level II. Penutupan ini berlaku bagi masyarakat maupun pendaki yang sebelumnya dapat mengakses jalur menuju kawasan tersebut.
Ketentuan itu berbeda dari kondisi ketika Gamkonora masih berstatus Level I atau Normal. Pada saat itu, masyarakat dan pendaki masih dapat mendekati kawah hingga radius rekomendasi 1,5 kilometer. Setelah status dinaikkan, akses ke kawasan puncak dibatasi dan pendakian tidak lagi diizinkan. Pembatasan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari langkah kewaspadaan. Warga, pengunjung, serta pihak yang beraktivitas di sekitar gunung sebaiknya mengikuti arahan petugas dan tidak memasuki zona yang dibatasi. Perubahan rekomendasi dapat mengikuti evaluasi terbaru terhadap aktivitas gunung, sehingga informasi resmi dari Badan Geologi dan pos pengamatan setempat penting dipantau sebelum merencanakan perjalanan. Penutupan sementara tersebut merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko bagi pengunjung ketika kondisi kawah menunjukkan peningkatan aktivitas. Masyarakat juga diminta memahami bahwa pembatasan bukan sekadar perubahan aturan jalur, melainkan respons terhadap perkembangan kegempaan yang memicu kenaikan tingkat aktivitas. Untuk sementara, rencana pendakian ke puncak Gamkonora perlu ditunda sampai otoritas menyatakan kondisi aman dan mengumumkan ketentuan akses yang berlaku berikutnya.
Peningkatan aktivitas Gunung Gamkonora terlihat dari bertambahnya jumlah gempa vulkanik dangkal yang tercatat sejak 29 Oktober 2026. Sebelum tanggal tersebut, rata-rata kejadian gempa jenis ini kurang dari dua kali per hari. Setelahnya, frekuensinya meningkat menjadi rata-rata sembilan kali per hari. Perubahan tersebut menjadi salah satu indikator yang dipantau dalam menilai perkembangan aktivitas gunung, meskipun jumlah gempa perlu dibaca bersama jenis kejadian lain dan pemantauan berkelanjutan.
Gempa vulkanik dalam juga menunjukkan kenaikan. Rata-rata kejadian yang sebelumnya kurang dari empat kali per hari berubah menjadi lima kali per hari. Dengan demikian, peningkatan tidak hanya tercatat pada gempa dangkal, tetapi juga pada gempa yang sumbernya berada lebih dalam. Data tersebut menggambarkan perubahan frekuensi berdasarkan pengamatan, dan bukan dengan sendirinya merupakan kepastian bahwa erupsi akan terjadi. Penilaian kondisi tetap mengacu pada rangkaian catatan instrumental serta evaluasi pihak berwenang.
Untuk memberikan gambaran bulanan, catatan instrumental sepanjang Oktober 2026 memuat 129 gempa tornillo, lima gempa frekuensi rendah, 28 gempa vulkanik dangkal, dan 79 gempa vulkanik dalam. Pada bulan yang sama, instrumen juga merekam 105 gempa tektonik lokal serta 475 gempa tektonik jauh. Angka-angka ini merupakan jumlah kejadian selama satu bulan penuh, sehingga cakupan waktunya berbeda dari catatan yang dihimpun pada awal November.
Secara terpisah, pada periode 1–5 November 2026, tercatat 13 gempa tornillo, tiga gempa frekuensi rendah, satu gempa vulkanik dangkal, dan delapan gempa vulkanik dalam. Dalam lima hari itu juga terjadi 23 gempa tektonik lokal serta 70 gempa tektonik jauh. Data lima hari tersebut tidak boleh disamakan dengan total Oktober: durasinya jauh lebih singkat. Perbandingan frekuensi harian dan jenis gempa membantu menjelaskan perkembangan pengamatan, sementara masyarakat perlu mengikuti informasi resmi mengenai status serta pembatasan aktivitas di kawasan Gamkonora.
Dalam pengamatan visual terhadap Gunung Gamkonora, kondisi gunung tampak berbeda pada sejumlah waktu pengamatan. Pada sebagian pengamatan, tubuh gunung terlihat jelas. Namun, pada pengamatan lainnya, Gunung Gamkonora tertutup kabut sehingga tidak terlihat dengan jelas. Perbedaan kondisi pandangan tersebut merupakan catatan visual yang disampaikan dalam pengamatan, tanpa menjadi dasar untuk menarik kesimpulan tambahan mengenai keadaan gunung.
Dari kawah utama teramati asap berwarna putih dengan intensitas tipis. Ketinggian asap diperkirakan sekitar 30–50 meter dari puncak. Informasi tersebut menggambarkan ciri asap yang terlihat selama pengamatan, termasuk warna, intensitas, dan perkiraan ketinggiannya. Ketika gunung tertutup kabut, pandangan terhadap bagian puncak maupun asap dapat terbatas; sementara saat terlihat jelas, kondisi visual yang teramati dapat dicatat secara langsung.
Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat tidak memasuki ataupun melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Imbauan yang sama ditujukan kepada pengunjung dan wisatawan. Batas jarak ini dimaksudkan sebagai ketentuan keselamatan yang perlu dipatuhi oleh siapa pun yang berada di sekitar kawasan Gunung Gamkonora. Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta menjaga jarak dari pusat erupsi serta tidak melakukan kegiatan di dalam area yang telah ditetapkan tersebut.
Rekomendasi radius dua kilometer itu berlaku bersama penutupan seluruh kegiatan pendakian. Dengan demikian, pembatasan tersebut bukan hanya menyangkut jalur atau aktivitas pendakian, melainkan juga larangan memasuki dan beraktivitas di dalam radius yang direkomendasikan. Pengunjung maupun wisatawan perlu memperhatikan kedua ketentuan ini secara bersamaan: seluruh kegiatan pendakian ditutup, dan area dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi harus dihindari. Imbauan keselamatan tersebut menjadi acuan bagi masyarakat dan pihak yang hendak berkunjung ke kawasan gunung.
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi resmi terkait aktivitas Gunung Gamkonora. Pembatasan pendakian dan akses dalam radius dua kilometer dari kawah harus diperlakukan sebagai langkah keselamatan yang berlaku, bukan sekadar anjuran yang dapat diabaikan. Warga, pengunjung, pendaki, serta pihak yang beraktivitas di sekitar gunung perlu memperhatikan batas tersebut dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepatuhan terhadap ketentuan ini membantu mengurangi risiko apabila kondisi gunung berubah, sekaligus mendukung upaya pemantauan yang dilakukan oleh instansi berwenang.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai Gamkonora. Informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan keresahan, mendorong orang mengambil keputusan yang berisiko, atau mengaburkan arahan keselamatan. Untuk memperoleh keterangan mengenai status dan rekomendasi, masyarakat sebaiknya merujuk pada kanal resmi Badan Geologi dan pemerintah daerah, serta mengikuti penjelasan petugas yang berwenang. Jika menemukan kabar yang meragukan, periksa sumber dan kejelasannya sebelum membagikannya kepada orang lain.
Tingkat aktivitas Gunung Gamkonora akan dievaluasi secara berkala oleh Badan Geologi berdasarkan hasil pengamatan dan perkembangan kondisi di lapangan. Evaluasi juga dapat dilakukan sewaktu-waktu apabila muncul perubahan signifikan yang memerlukan penilaian lebih lanjut. Sampai laporan evaluasi berikutnya diterbitkan, status dan rekomendasi yang sedang berlaku tetap dipertahankan. Karena itu, masyarakat hendaknya tidak menganggap adanya perubahan hanya berdasarkan kabar yang beredar, melainkan menunggu pengumuman resmi. Setiap pembaruan mengenai tingkat aktivitas maupun langkah yang perlu dilakukan akan disampaikan melalui jalur informasi yang berwenang. Dengan mengikuti arahan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dan menjaga keselamatan diri serta lingkungan sekitar gunung.
Baca juga: LIMA Unifest Memperluas Ruang Aktivitas Mahasiswa lewat Empat Pilar | Festival Olahraga Rakyat Jakarta 2026 Satukan Warga Lewat Aktivitas Fisik dan Kebersamaan 11 kunjungan















