Trotoar Secawan Ambles, Perbaikan Disiapkan dengan Rekayasa Lalu Lintas

Trotoar Secawan Ambles, Perbaikan Disiapkan dengan Rekayasa Lalu Lintas
banner 468x60

Depok | Trotoar di kawasan Taman Secawan, Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, mengalami longsor dan ambles pada bagian tepinya. Kerusakan tampak di sisi yang berbatasan langsung dengan Kali Cabang Tengah, sehingga kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan pejalan kaki maupun ketahanan jalan di sekitarnya. Bagian tepi trotoar yang turun dan terkikis memperlihatkan adanya kerusakan pada area penahan tanah. Warga berharap penanganan segera dilakukan agar kerusakan tidak meluas, terutama karena lokasi berada di tepi jalur yang ramai dilalui kendaraan.

Pembangunan trotoar di kawasan Taman Secawan berlangsung dalam dua tahap. Pekerjaan tahap pertama dilaksanakan pada 2023, kemudian pembangunan dilanjutkan pada Februari 2025. Nilai total proyek tersebut mencapai Rp9,7 miliar. Meski pekerjaan telah dilakukan bertahap, kerusakan pada bagian tepi trotoar kini menjadi perhatian warga. Mereka mengkhawatirkan kondisi tanah dan struktur penahan di sepanjang sisi kali, terlebih ketika aliran air berpotensi mengikis area tersebut. Kerusakan yang terus dibiarkan dapat menambah risiko bagi pengguna jalan dan pejalan kaki yang melintas di kawasan itu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Farid, warga Depok Jaya, mengatakan kerusakan trotoar telah terlihat lebih dari sepekan. Ia menyampaikan keterangan tersebut pada Minggu, 2 Agustus 2026. Menurutnya, longsoran di tepi Kali Cabang Tengah perlu diwaspadai karena dikhawatirkan dapat mengikis badan Jalan Raya Sawangan. Ia menilai jalan itu merupakan jalur utama dengan arus kendaraan cukup tinggi, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja. Jika pengikisan berlanjut, kondisi tersebut dapat mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko bagi pengendara. Farid menduga turap penahan tanah tidak cukup kuat menahan beban dan telah tergerus aliran air. Ia berharap penyebab kerusakan dapat diperiksa dan perbaikan dilakukan sebelum dampaknya menjalar ke badan jalan. Penanganan juga dinilai perlu mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.

Penanganan bagian trotoar yang ambles di kawasan Secawan disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok melalui pekerjaan bertahap. Menurut Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air DPUPR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah, pekerjaan akan dimulai dengan membangun dinding tanggul di sisi sungai. Struktur ini direncanakan menjadi penahan sebelum area yang terdampak longsoran ditata kembali sebagai jalur pedestrian.

Dinding tanggul akan dibangun sepanjang 96,6 meter dengan menggunakan CCSP W-350 atau sheet pile setinggi enam meter. Pemasangan struktur tersebut menjadi tahap awal untuk memperkuat tepi sungai pada lokasi pekerjaan. Dengan penahan yang terpasang, proses penyiapan tanah untuk mengembalikan fungsi trotoar dapat dilanjutkan sesuai rancangan. Panjang penanganan ini mengikuti bagian yang akan dibangun kembali, sehingga pekerjaan mencakup keseluruhan jalur yang direncanakan.

Setelah tanggul selesai, DPUPR akan memasang geotextile non-woven sebagai lapisan pelindung pada tanah urugan. Material tersebut ditempatkan sebelum tanah diurug dan dipadatkan. Tahapan ini diperlukan dalam rangkaian pembentukan kembali area pedestrian, dengan perlindungan pada lapisan tanah urugan. Selanjutnya, tanah akan diurug dan dipadatkan untuk membentuk jalur trotoar sepanjang 96,6 meter dan selebar 1,25 meter. Ukuran tersebut menjadi bagian dari rencana pemulihan jalur yang terdampak.

Berikutnya, railing yang sebelumnya sudah ada akan dipasang kembali pada area yang ditangani. Pekerjaan juga mencakup pengecoran ulang pada bagian jalan eksisting yang terdampak longsoran. Dengan demikian, rencana perbaikan tidak hanya berfokus pada pembentukan jalur pedestrian, tetapi juga mencakup penataan kembali elemen pengaman serta permukaan jalan di sekitar titik ambles. Urutan pekerjaan dimulai dari penguatan tepi sungai, dilanjutkan pelapisan dan pemadatan tanah, kemudian pemasangan railing dan pengecoran jalan. DPUPR menyiapkan tahapan tersebut untuk memulihkan bagian trotoar dan jalan yang rusak di Secawan.DPUPR Kota Depok telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Metro Depok dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok untuk menyiapkan pengaturan lalu lintas selama perbaikan trotoar Secawan. Rekayasa lalu lintas diperlukan agar pekerjaan dapat berlangsung dengan aman sekaligus membantu pengguna jalan menyesuaikan perjalanan di sekitar lokasi.

Penutupan atau pengalihan arus dibutuhkan karena pemancangan sheet pile memerlukan ruang kerja yang memadai. Proses tersebut menggunakan alat berat crawler crane, sementara sebagian badan jalan juga akan dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan. Kondisi ini membuat kendaraan yang melintas berisiko berada terlalu dekat dengan alat berat, sehingga pembatasan akses dinilai penting untuk menjaga keselamatan pekerja maupun masyarakat.

Rencana penutupan Jalan Raya Sawangan dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026. Selama periode tersebut, pengendara dari arah Jalan Nusantara atau Jembatan Sengon yang hendak menuju Tanah Baru maupun Sawangan dapat memilih jalur alternatif melalui Jalan Raya Melati, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Tanah Baru.

Sementara itu, pengguna jalan dari Jalan Raya Sawangan yang menuju Margonda dapat menempuh Jalan Raya Wadas melalui Jalan Raya Pitara. Pilihan lainnya adalah menggunakan Jalan Pramuka, melintasi Jalan Raya Melati, lalu menuju Jalan Raya Nusantara yang terhubung ke arah Margonda. Pengendara disarankan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan memilih rute yang paling sesuai dengan tujuan perjalanan.

Bahtiar mengimbau masyarakat agar memperhatikan informasi serta rambu pengaturan lalu lintas yang diberlakukan selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan juga diminta memanfaatkan jalur alternatif, mematuhi arahan petugas, dan mengatur waktu perjalanan untuk mengantisipasi perubahan arus maupun potensi kepadatan. Dengan mengikuti rekayasa lalu lintas, masyarakat dapat membantu menjaga kelancaran perjalanan sekaligus mendukung keselamatan selama perbaikan trotoar dan pemasangan sheet pile dilaksanakan.

Kerusakan trotoar di kawasan Secawan memunculkan kekhawatiran warga, terutama karena amblesan berada di dekat Jalan Raya Sawangan. Farid menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani agar kerusakan tidak meluas. Menurutnya, bagian jalan di samping trotoar berpotensi ikut terkikis apabila amblesan dibiarkan. Kekhawatiran itu berkaitan dengan kedekatan titik kerusakan dan badan jalan, sehingga penanganan dinilai penting untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap area sekitarnya.

Farid juga menyampaikan dugaan mengenai kemungkinan faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Ia menduga turap dan aliran air berperan dalam amblesnya trotoar. Namun, dugaan itu merupakan pandangannya atas kondisi di lokasi, bukan kepastian mengenai penyebab kerusakan. Ia menekankan risiko terhadap Jalan Raya Sawangan apabila tidak ada penanganan segera. Warga berharap kondisi tersebut mendapat perhatian, mengingat kerusakan berada pada fasilitas pejalan kaki yang berdekatan dengan jalur kendaraan.

Pengendara Rahmat Mulyadi menyayangkan kondisi trotoar yang sudah ambles. Menurutnya, trotoar itu baru dibangun sekitar satu tahun lalu, sehingga kerusakan yang terjadi dalam waktu relatif singkat menjadi hal yang patut disayangkan. Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tersebut menggunakan uang rakyat. Pernyataan itu mencerminkan harapannya agar fasilitas umum yang dibangun dapat bertahan dan memberi manfaat bagi masyarakat, serta mendapat perhatian ketika ditemukan kerusakan.

Bagi warga dan pengguna jalan, kondisi trotoar bukan hanya menyangkut kenyamanan pejalan kaki, tetapi juga kekhawatiran mengenai kemungkinan dampaknya pada jalan di sampingnya. Farid menyebut Jalan Raya Sawangan berpotensi ikut terkikis jika amblesan tidak segera ditangani. Sementara itu, Rahmat menyoroti usia trotoar yang menurutnya baru sekitar setahun dan penggunaan dana publik untuk pembangunannya. Kedua tanggapan tersebut menegaskan perhatian warga terhadap kondisi fasilitas dan risiko di sekitar lokasi.

Baca juga: Iwan Setiawan Disiapkan sebagai Pangkostrad, KSAD Sebut Pergantian Bagian dari Rotasi Organisasi | Tinju Indonesia Pulang Tanpa Medali dari Asian Games 2026, Evaluasi Fisik dan Nonteknis Disiapkan | Evaluasi Ganjil Genap Jakarta: Dampak Lalu Lintas dan Arah Peninjauan Kebijakan 20 kunjungan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60