Akses Kintamani–Denpasar Terputus, Warga Bangli Menempuh Jalur Memutar

Akses Kintamani–Denpasar Terputus, Warga Bangli Menempuh Jalur Memutar
banner 468x60

Denpasar | Longsor terjadi pada Selasa, 3 November 2026, sekitar pukul 02.00 WITA, di Banjar Dinas Pulasari Kawan, Desa Persiapan Pulasari, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali. Peristiwa tersebut menyebabkan badan jalan di lokasi itu mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, akses pada ruas yang menghubungkan kawasan Kintamani dan Denpasar terputus, sehingga warga harus menempuh jalur memutar untuk melanjutkan perjalanan.

Kerusakan terjadi pada dua sisi badan jalan, yakni bagian selatan dan utara. Kepala Desa Persiapan Pulasari, I Wayan Sutrisna, menyampaikan bahwa bagian jalan yang jebol di sisi selatan memiliki panjang sekitar 21 meter. Sementara itu, kerusakan pada sisi utara mencapai sekitar 16 meter. Kedua titik kerusakan tersebut berada di dekat aliran sungai, sehingga badan jalan pada bagian itu tidak lagi dapat digunakan sebagai lintasan kendaraan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Terputusnya jalan membuat warga dan pengguna kendaraan tidak bisa melewati ruas tersebut seperti biasa. Kondisi ini berdampak pada perjalanan yang melintasi kawasan Pulasari Kawan, termasuk perjalanan dari Kintamani menuju Denpasar maupun arah sebaliknya. Pengguna jalan perlu memilih rute alternatif yang lebih memutar sampai akses di lokasi terdampak dapat kembali dilalui. Karena badan jalan jebol pada dua sisi, kendaraan tidak dapat sekadar melintas dengan menghindari satu titik kerusakan.

Lokasi kerusakan yang berdekatan dengan sungai menjadi bagian penting dari kondisi yang dilaporkan di lapangan. Panjang kerusakan di masing-masing sisi menunjukkan bahwa bagian jalan yang terdampak membentang cukup jauh, bukan hanya berupa kerusakan kecil pada permukaan. Untuk sementara, ruas jalan di Banjar Dinas Pulasari Kawan dinyatakan tidak dapat dilalui kendaraan. Warga yang hendak bepergian dari atau menuju wilayah tersebut perlu memperhitungkan waktu perjalanan tambahan dan menggunakan jalur memutar. Informasi mengenai kejadian ini menegaskan terputusnya akses Kintamani–Denpasar melalui ruas tersebut setelah longsor dini hari.

Terputusnya ruas jalan penghubung Kintamani dan Denpasar langsung mengubah perjalanan warga Bangli yang biasa melintasi jalur tersebut. Pada bagian jalan yang terdampak, kendaraan tidak dapat lewat sehingga pengguna jalan harus mencari rute lain untuk meneruskan perjalanan. Pengalihan ini membuat perjalanan tidak lagi mengikuti lintasan yang paling langsung dan menambah waktu maupun jarak tempuh, bergantung pada titik keberangkatan serta tujuan masing-masing. Warga kemudian melewati jalur alternatif melalui Pulasari Kangin. Rute itu menjadi pilihan untuk menghindari ruas yang terputus, bukan berarti seluruh jalan menuju Kintamani atau Denpasar tertutup. Kondisi yang diberitakan terbatas pada ruas tertentu yang saat ini tidak bisa dilalui kendaraan.

Melalui jalur alternatif tersebut, warga menempuh putaran tambahan sekitar 1,5 kilometer. Tambahan jarak ini terasa terutama bagi pengguna yang harus beraktivitas rutin, mengantar keluarga, bekerja, atau melanjutkan perjalanan antarkawasan. Meski jaraknya tidak terlalu panjang dalam ukuran perjalanan jauh, perubahan rute tetap perlu diperhitungkan karena pengendara harus mengikuti lintasan pengganti dan menyesuaikan arah perjalanan. Bagi warga setempat, informasi mengenai Pulasari Kangin penting agar mereka dapat memilih jalur yang sesuai sebelum berangkat. Pengguna jalan juga perlu memastikan kondisi rute alternatif dan mengikuti arahan petugas apabila tersedia, tanpa mengira seluruh jaringan jalan di kawasan tersebut telah ditutup bagi kendaraan.

Ruas yang terputus memiliki fungsi penting sebagai akses utama yang menghubungkan Bangli dengan sejumlah wilayah lain. Jalur ini berkaitan dengan perjalanan menuju Kintamani dan Kabupaten Karangasem, serta mengarah ke Kota Denpasar melalui jalur Bangbang. Karena itu, gangguan pada satu bagian jalan dapat memengaruhi pola perjalanan warga dan pengguna kendaraan yang melintas di kawasan-kawasan tersebut. Namun, informasi mengenai ruas yang tidak dapat dilalui tidak berarti semua akses ke Kintamani, Karangasem, atau Denpasar tertutup. Pengguna jalan masih perlu membedakan penutupan pada ruas terdampak dan kemungkinan menggunakan jalur lain. Selama kondisi berlangsung, memilih rute alternatif melalui Pulasari Kangin menjadi langkah yang disebutkan bagi warga, dengan tambahan jarak sekitar 1,5 kilometer. Perkiraan perjalanan sebaiknya disesuaikan dengan lokasi tujuan dan keadaan jalan terkini.

Terputusnya akses pada ruas Kintamani–Denpasar berdampak langsung pada kegiatan harian warga Bangli yang biasa melintasi jalur tersebut. Jalan itu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari perjalanan menuju kebun hingga mobilitas menuju sekolah dan tempat kerja. Ketika akses tidak dapat dilewati, warga perlu menyesuaikan rencana perjalanan dan mencari jalur lain agar tetap bisa mencapai tujuan. Perubahan rute ini berpotensi menambah waktu tempuh, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal kegiatan rutin sejak pagi.

Bagi warga yang mengelola kebun, akses jalan berperan dalam menunjang perjalanan ke lahan serta membawa perlengkapan atau hasil kebun. Sementara itu, pelajar dan pekerja yang sebelumnya mengandalkan ruas tersebut harus memperhitungkan perjalanan melalui jalur memutar. Kondisi ini dapat menyulitkan pengaturan waktu, terlebih bila perjalanan dilakukan secara berkala dan tujuan berada di luar wilayah tempat tinggal. Sejumlah warga mungkin perlu berangkat lebih awal atau mengatur kembali kegiatan, meski kebutuhan tiap orang berbeda sesuai lokasi dan tujuan perjalanan.

Kerusakan jalan yang menyebabkan akses terputus diduga berkaitan dengan derasnya aliran air dari arah utara saat kejadian. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama. Informasi mengenai kondisi aliran, keadaan badan jalan, serta faktor lain yang mungkin berpengaruh masih perlu diperiksa oleh pihak terkait. Karena itu, penyampaian mengenai pemicu kerusakan perlu tetap berhati-hati sampai ada hasil peninjauan atau keterangan resmi. Sementara proses pemeriksaan berlangsung, warga diharapkan memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi jalur dan menggunakan rute alternatif yang dinyatakan aman. Perhatian terhadap perubahan akses penting agar perjalanan menuju kebun, sekolah, maupun tempat kerja dapat direncanakan dengan lebih baik, tanpa mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai tindak lanjut atas terputusnya akses Kintamani–Denpasar, tim Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Polres Bangli meninjau lokasi kerusakan jalan. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi ruas yang terdampak dan memahami bentuk kerusakan yang menghambat perjalanan warga. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan kepolisian menjadi bagian dari koordinasi dalam merespons gangguan akses tersebut. Dari lokasi, tim dapat melakukan pemeriksaan langsung sebagai dasar untuk mencatat kondisi jalan sebelum langkah perbaikan disusun. Proses ini berfokus pada peninjauan dan pendataan, bukan pada penetapan waktu pelaksanaan atau pembukaan kembali jalur. Informasi yang tersedia menegaskan bahwa tindak lanjut telah dilakukan.

Dalam kunjungan tersebut, tim memeriksa kerusakan dan melakukan pengukuran di lokasi. Pemeriksaan memberi gambaran mengenai kondisi jalan yang perlu ditangani, sedangkan pengukuran menyediakan data teknis sebagai bahan untuk menyiapkan rencana perbaikan. Kegiatan ini dilakukan bersama oleh Pemerintah Kabupaten Bangli, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Polres Bangli. Dengan demikian, tindak lanjut yang telah berlangsung mencakup peninjauan lapangan, pemeriksaan kerusakan, dan pengukuran. Ketiga langkah tersebut berkaitan dengan upaya memperoleh informasi mengenai ruas terdampak secara langsung. Data hasil pengukuran kemudian akan dipakai dalam proses penyusunan rencana anggaran biaya perbaikan jalan. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai rincian pelaksanaan perbaikan yang dapat dipastikan.

Hasil pengukuran itu menjadi bahan bagi penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) perbaikan jalan. Artinya, pemerintah telah merencanakan penyusunan RAB berdasarkan kondisi dan data yang dihimpun saat peninjauan. Rencana tersebut merupakan bagian dari tahapan menyiapkan kebutuhan perbaikan, bukan keterangan bahwa pekerjaan sudah dimulai atau bahwa akses segera pulih. 353 kunjungan

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60