Jakarta | Daijiro Chirino belum menutup kemungkinan untuk membela negara lain, meski ia sebelumnya menolak kesempatan memperkuat Curaçao. Situasi tersebut kembali menarik perhatian karena bek kanan kelahiran Belanda itu belum tercatat menjalani debut resmi bersama tim nasional senior. Dengan demikian, masa depan internasionalnya masih belum sepenuhnya ditentukan, dan Indonesia tetap dapat mempertimbangkannya apabila persyaratan yang berlaku terpenuhi. Namun, kondisi ini tidak berarti Chirino telah memilih Indonesia ataupun menyetujui untuk membela tim Merah Putih.
Sebelum rangkaian kualifikasi Piala Dunia 2026, Curaçao dikabarkan sempat menghubungi Chirino untuk membuka pembicaraan mengenai kemungkinan bergabung. Meski ada pendekatan tersebut, namanya tidak masuk ke dalam skuad negara itu. Ia juga menolak kesempatan untuk memperkuat Curaçao, sehingga belum tampil dalam pertandingan resmi bersama tim nasional senior negara tersebut. Perbedaan menerima pendekatan, masuk dalam daftar pemain, dan menjalani debut resmi perlu diperhatikan saat menilai status seorang pemain dalam perebutan kewarganegaraan sepak bola.
Bagi Indonesia, belum adanya penampilan senior resmi membuat peluang untuk mempelajari kemungkinan Chirino tetap terbuka secara prinsip. Federasi dan tim terkait dapat menilai kebutuhan posisi bek kanan, latar belakang keluarga, serta ketentuan kelayakan yang ditetapkan FIFA sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Akan tetapi, peluang untuk dipertimbangkan bukan kepastian bahwa ia memenuhi seluruh syarat, apalagi jaminan bahwa ia berminat atau akan menerima panggilan. Keputusan semacam itu juga bergantung pada komunikasi dengan pemain dan proses administratif yang diperlukan. Sampai ada keterangan langsung atau pengumuman resmi, status Chirino sebaiknya dipahami secara hati-hati: ia belum menjalani debut senior resmi dan belum menyatakan memilih Indonesia. Karena itu, perkembangan berikutnya perlu dinantikan tanpa menganggap pendekatannya kepada Curaçao sebagai bukti bahwa ia telah menentukan negara yang akan dibelanya. Bagi publik, informasi yang terkonfirmasi lebih penting daripada spekulasi, sementara peluang Indonesia masih sebatas kemungkinan untuk ditelaah, bukan keputusan yang sudah disepakati oleh pemain maupun federasi.
Dalam wawancara yang dimuat Diario de Almería pada Senin, 12 Oktober 2026, Daijiro Chirino menjelaskan bahwa prioritasnya saat ini adalah karier bersama Almería. Ia memilih memusatkan perhatian pada klub yang dibelanya dan pada pekerjaan sehari-hari sebagai pemain, bukan mengambil keputusan internasional yang mengalihkan fokus tersebut. Penjelasan itu menjadi alasan yang ia sampaikan terkait belum memilih Curaçao, negara yang memiliki hubungan keluarga dengannya melalui sang ayah. Chirino menempatkan komitmennya kepada Almería sebagai hal utama pada tahap kariernya sekarang. Ia ingin menjalani musim bersama klub dengan perhatian penuh, sambil berusaha mendukung sasaran yang sedang dikejar tim. Dalam keterangannya, fokus itu berkaitan langsung dengan ambisi klub untuk kembali ke tingkat tertinggi sepak bola Spanyol.
Chirino menyebut Almería sedang berupaya meraih promosi ke kasta tertinggi Liga Spanyol. Karena itu, ia ingin membantu klub mencapai target tersebut melalui kontribusinya di lapangan. Ia tidak menguraikan alasan lain di luar perhatian terhadap kariernya di Almería dan misi promosi tim. Pernyataannya menggambarkan pilihan untuk tetap berkonsentrasi pada perjalanan bersama klub, sementara urusan membela tim nasional belum menjadi keputusannya saat ini. Bagi Chirino, kesempatan membantu Almería mengejar promosi merupakan fokus yang ia tekankan dalam wawancara tersebut. Ia menyampaikan sikap itu ketika membicarakan Curaçao, tanpa menyatakan bahwa kesempatan membela negara tersebut tertutup untuk selamanya. Yang ia tegaskan adalah perhatian utamanya sekarang berada pada karier klubnya dan target tim untuk kembali bersaing di kasta teratas.
Menurut wawancara itu, Curaçao sempat menghubungi Chirino sebelum berlangsungnya kualifikasi Piala Dunia. Negara asal ayahnya tersebut kemudian berhasil lolos ke turnamen, tetapi nama Chirino tidak tercantum dalam skuad Curaçao. Ia mengaitkan situasi yang disampaikan itu dengan fokusnya pada Almería, yang sedang berusaha mencapai promosi. Dengan demikian, keterlibatan awal Curaçao dan keberhasilan mereka lolos tidak mengubah prioritas yang ia jelaskan kepada media. Chirino memilih berkonsentrasi pada klub dan membantu perjuangan timnya, sementara ia belum mengambil pilihan untuk mewakili Curaçao. Keterangan tersebut juga tidak menyebut adanya alasan tambahan mengenai tidak masuknya nama dalam skuad; fakta yang disampaikan hanya bahwa ia sempat dihubungi sebelum kualifikasi dan tidak tercantum setelah Curaçao lolos. Untuk saat ini, fokus yang ia nyatakan tetap Almería.
Daijiro Chirino lahir di Zwolle, Belanda, pada 24 Januari 2002. Berdasarkan tanggal kelahirannya, ia kini berusia 24 tahun, sesuai keterangan dalam sumber yang menjadi rujukan pemberitaan. Meski tumbuh dan meniti karier sepak bola di Eropa, latar belakang keluarganya juga memiliki kaitan dengan Indonesia. Chirino disebut mempunyai darah Maluku dari pihak ibunya, sebuah asal-usul yang membuat namanya menarik perhatian ketika peluang membela Timnas Indonesia dibicarakan.
Perjalanan profesional Chirino berlangsung melalui sejumlah klub di Spanyol. Ia pernah memperkuat PEC Zwolle, klub yang berasal dari kota kelahirannya, sebelum melanjutkan karier ke Castellón. Pengalaman bersama klub-klub tersebut menjadi bagian dari prosesnya berkembang sebagai pemain dan mendapatkan kesempatan berkompetisi di lingkungan sepak bola Eropa. Perpindahan dari satu tim ke tim lain juga menunjukkan bahwa kariernya dibangun secara bertahap, sebelum ia mencapai tahap berikutnya bersama klub yang kini dibelanya.
Saat ini, Chirino bermain untuk UD Almería, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Spanyol. Kepindahannya ke Almería menempatkan pemain berusia 24 tahun itu di lingkungan sepak bola yang kompetitif, dengan perhatian publik terhadap kiprah dan perkembangannya. Dalam laporan mengenai transfer tersebut, Almería dikabarkan mengeluarkan sekitar dua juta euro untuk merekrutnya pada bursa transfer musim panas 2025. Angka itu perlu dipahami sebagai nilai yang diberitakan, bukan sebagai biaya transfer yang telah dipastikan secara resmi.
Rangkaian klub yang pernah dibela Chirino memberi gambaran tentang perjalanan kariernya sejauh ini: bermula di PEC Zwolle, berlanjut ke Castellón, lalu membawanya ke UD Almería. Di luar urusan klub, informasi tentang darah Maluku dari garis ibu menjadi salah satu aspek yang memunculkan pembahasan mengenai kemungkinan dirinya memiliki kaitan dengan sepak bola Indonesia. Namun, asal-usul keluarga dan perjalanan kariernya di Eropa merupakan konteks tersendiri; keduanya belum dengan sendirinya menentukan keputusan yang akan diambilnya mengenai tim nasional.
Perkembangan Daijiro Chirino di sisi kanan pertahanan Almería terlihat tidak hanya melalui tugasnya menjaga area belakang, tetapi juga kontribusinya saat tim membangun serangan. Pada Minggu, 11 Oktober 2026, ia mencetak gol ketika Almería mengalahkan Leganés dengan skor 3-0. Gol tersebut menjadi gol pertamanya pada musim 2026/2027 dan menambah catatan positifnya dalam peran sebagai bek kanan. Momen itu menunjukkan bahwa Chirino mampu mengambil peluang untuk ikut mengancam gawang lawan, meski tanggung jawab utamanya tetap berada di lini pertahanan.
Kemampuan membantu serangan telah menjadi salah satu kelebihan Chirino. Ia dapat naik ke depan untuk mendukung pergerakan rekan setim dan memberi opsi tambahan di sisi lapangan. Peran bek kanan modern memang kerap menuntut keseimbangan: pemain perlu menyediakan lebar serangan, tetapi juga harus siap kembali menjaga ruang ketika penguasaan bola berpindah. Gol melawan Leganés menjadi contoh kontribusi ofensif yang nyata, namun catatan satu gol saja tidak menggambarkan seluruh performanya. Konsistensi dalam mengambil keputusan dan menjalankan tugas di kedua fase permainan tetap menjadi ukuran penting.
Pada musim 2025/2026, ketika Almería masih ditangani Rubi, Chirino mencetak tiga gol.
Baca juga: Peluang Karir di Jakarta Pusat: Job Fair 2026 Hadir dengan Banyak Lowongan | Menikmati Malam di Taman Terbuka Jakarta















