Patrolihukum.net // Langsa – Aktivitas di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kota Langsa, Aceh, sempat diwarnai ketegangan akibat kesalahpahaman antara pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG/KSPPG) dengan sejumlah relawan. Peristiwa yang sempat terekam video dan beredar di media sosial itu akhirnya diselesaikan secara damai melalui musyawarah pada Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan dipicu setelah pihak KSPPG menerbitkan surat peringatan (SP) kepada salah seorang relawan. Kebijakan tersebut kemudian dipertanyakan karena relawan yang bersangkutan mengaku belum pernah menerima teguran ataupun penjelasan sebelumnya.

Sejumlah relawan kemudian mendatangi pihak KSPPG untuk meminta klarifikasi mengenai dasar penerbitan surat peringatan tersebut. Dalam proses dialog itu sempat terjadi adu argumentasi yang berujung aksi saling dorong. Meski demikian, situasi dapat segera dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Mengetahui adanya ketegangan di lokasi, Ny. Erni Handayani datang untuk membantu meredam situasi. Sesampainya di dapur MBG, ia meminta seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan penyelesaian melalui dialog dan musyawarah.
Di tengah peristiwa tersebut, beredar potongan video di berbagai platform media sosial yang memunculkan beragam persepsi publik. Dalam video itu, muncul anggapan bahwa Ny. Erni Handayani ikut terlibat dalam keributan.
Namun, berdasarkan keterangan sejumlah pihak di lokasi, kehadiran Ny. Erni Handayani justru bertujuan untuk melerai dan mencegah terjadinya benturan fisik yang lebih serius.
Kepala SPPG Paya Bujok Seuleumak, Fahmi, membenarkan sempat terjadi adu mulut dan aksi saling dorong antara pihaknya dengan beberapa relawan. Namun, menurutnya, ketegangan tersebut hanya berlangsung singkat setelah situasi berhasil diredam.
“Memang sempat terjadi cekcok dan saling dorong. Namun, Ibu Erni datang untuk melerai. Kalau beliau tidak segera turun tangan, kemungkinan saya sempat terkena tendangan dari salah satu relawan,” ujar Fahmi.
Ia juga menilai video yang beredar di media sosial tidak menggambarkan keseluruhan kronologi kejadian karena hanya menampilkan potongan peristiwa tanpa konteks yang utuh.
Setelah dilakukan komunikasi dan pendekatan persuasif, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Mereka juga berkomitmen untuk tidak memperpanjang permasalahan dan mengutamakan hubungan kerja yang baik demi kelancaran pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang efektif di lingkungan kerja, terutama dalam pelaksanaan program pelayanan kepada masyarakat. Penyelesaian melalui dialog dinilai menjadi langkah terbaik untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu konflik.
Hingga persoalan dinyatakan selesai, aktivitas di dapur MBG Gampong Paya Bujok Seuleumak kembali berjalan normal seperti biasa.
Catatan Redaksi: Beredarnya potongan video di media sosial belum tentu menggambarkan keseluruhan rangkaian peristiwa. Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia dan keterangan dari pihak yang dikutip. Apabila terdapat keterangan atau fakta tambahan dari pihak lain yang berkepentingan, redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memperbarui pemberitaan sesuai perkembangan informasi.
(RL/Red/**)
- Press Release! Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri Beberkan Kronologi Lengkap Pengungkapan Kasus Mayat di Pantai Permata
- Sinergi Polri dan Petani Makin Erat, Polsek Kademangan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kasus Dugaan Pungli di Puskesmas Birem Bayeun Memanas, Muncul Klaim Korban Bertambah Jadi 34 Orang













3 Komentar