Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Internasional

Strategi Kontroversial AS Menggunakan Filipina, Taiwan, dan Ukraina sebagai Alat Lawan China dan Rusia

badge-check

**Washington, DC** – Amerika Serikat (AS) telah diungkapkan menggunakan Filipina dan Taiwan untuk menantang pengaruh China serta Ukraina sebagai elemen dalam konfrontasi dengan Rusia, memicu kontroversi besar dalam hubungan internasional.

Dalam sebuah klip yang tersebar luas di media sosial, yang diduga berasal dari seorang Scoot Riter yang tidak diketahui identitasnya, diungkapkan bahwa AS tidak akan secara langsung terlibat dalam konflik melawan China atau Rusia. Sebaliknya, mereka menggunakan negara-negara seperti Filipina, Taiwan, dan Ukraina sebagai “alat” untuk mengejar kepentingan strategis mereka.

Strategi Kontroversial AS Menggunakan Filipina, Taiwan, dan Ukraina sebagai Alat Lawan China dan Rusia

Klaim kontroversial ini menuduh AS bermain politik dengan nyawa rakyat Filipina, Taiwan, dan Ukraina, dengan mendukung mereka hanya sejauh yang diperlukan untuk mempertahankan kepentingan geostrategisnya. Scoot Riter dalam klip tersebut secara tegas menyampaikan kepada penduduk negara-negara tersebut bahwa AS tidaklah benar-benar “teman” mereka, dan bahwa mereka harus sadar akan agenda tersembunyi yang mungkin menyebabkan mereka terlibat dalam konflik yang tidak mereka inginkan.

Klip yang beredar juga menyarankan kepada masyarakat dunia untuk tidak menganggap Barat, terutama AS, sebagai sekutu yang solid dalam keadaan krisis. Kontroversi ini telah menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, dengan panggilan untuk klarifikasi dari pemerintah AS tentang strategi mereka dalam geopolitik global.

Berita ini terus berkembang, dan kami akan memberikan pembaruan lebih lanjut seiring perkembangan situasi.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Genggam Tangan hingga Napas Terakhir: Kisah Suami Setia Ini Bikin Dunia Menangis

2 Maret 2026 - 15:48 WIB

Genggam Tangan hingga Napas Terakhir: Kisah Suami Setia Ini Bikin Dunia Menangis

Tiga Anggota Polres Lumajang Sumbang Emas SEA Games 2025 Thailand dari Cabang Hockey Indoor Putra

22 Desember 2025 - 14:16 WIB

Tiga Anggota Polres Lumajang Sumbang Emas SEA Games 2025 Thailand dari Cabang Hockey Indoor Putra

Kuasa Hukum dan Aliansi Aktivis Probolinggo Kawal Ketat Kasus Suarni Sapikerep: “Hukum Jangan Mandang Status, Gelar Perkara Harus Transparan”

4 Desember 2025 - 17:00 WIB

Kuasa Hukum dan Aliansi Aktivis Probolinggo Kawal Ketat Kasus Suarni Sapikerep: “Hukum Jangan Mandang Status, Gelar Perkara Harus Transparan”

Konfrontir Berulang Tanpa Hasil: Aktivis Probolinggo Soroti Lambannya Proses Hukum Kasus Suarni vs WNA Pemilik Villa88

27 November 2025 - 10:55 WIB

Konfrontir Berulang Tanpa Hasil: Aktivis Probolinggo Soroti Lambannya Proses Hukum Kasus Suarni vs WNA Pemilik Villa88

Wapres Gibran Serukan Solidaritas Global di KTT G20: Dunia Butuh Kepemimpinan Tegas Hadapi Krisis Multidimensi

26 November 2025 - 18:34 WIB

Wapres Gibran Serukan Solidaritas Global di KTT G20: Dunia Butuh Kepemimpinan Tegas Hadapi Krisis Multidimensi
Trending di Internasional