Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Nasional

Selamatan Desa Karangpranti 2026, Tradisi 10 Suro Perkuat Nilai Syukur dan Kebersamaan Warga

badge-check


Selamatan Desa Karangpranti 2026, Tradisi 10 Suro Perkuat Nilai Syukur dan Kebersamaan Warga Perbesar

Patrolihukum.net // Probolinggo – Pemerintah Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, kembali menggelar Tradisi Selamatan Desa pada Jumat malam (3/7/2026). Kegiatan yang menjadi warisan budaya masyarakat tersebut dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan tanggal 10 Suro dalam penanggalan Jawa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga desa.

Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun itu menjadi salah satu agenda penting masyarakat Desa Karangpranti. Selain memiliki nilai budaya yang kuat, Selamatan Desa juga menjadi sarana mempererat persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat.

Selamatan Desa Karangpranti 2026, Tradisi 10 Suro Perkuat Nilai Syukur dan Kebersamaan Warga

Kepala Desa Karangpranti, Abdullah, mengatakan pelaksanaan Selamatan Desa merupakan bentuk ungkapan syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, mulai dari hasil panen, kesehatan, hingga keamanan yang dirasakan masyarakat selama satu tahun terakhir.

Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar kehidupan masyarakat pada tahun mendatang semakin baik, tenteram, dan penuh keberkahan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Warga bersama-sama membersihkan lingkungan desa, memperbaiki jalan, merapikan gang, hingga membersihkan saluran air sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Selain membersihkan kawasan permukiman, masyarakat juga melakukan pembersihan makam para leluhur dan tokoh yang dihormati di desa tersebut. Secara filosofis, kegiatan itu dimaknai sebagai simbol membersihkan diri dari berbagai hambatan dan kesulitan agar kehidupan masyarakat ke depan lebih damai dan sejahtera.

Puncak acara Selamatan Desa diisi dengan sejumlah kegiatan bernuansa religius. Diawali dengan Khotmil Qur’an sebagai ikhtiar memohon keberkahan, kemudian dilanjutkan Majelis Al-Khoir Wal Barokah yang berisi doa bersama serta pengajian untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat digelar tradisi tumpengan. Masyarakat menikmati hidangan nasi tumpeng secara bersama-sama sebagai simbol rasa syukur, persaudaraan, kerukunan, dan harapan agar rezeki masyarakat semakin melimpah.

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah berharap tradisi yang terus dilestarikan itu mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat serta menjadi pemicu kemajuan Desa Karangpranti di berbagai bidang.

“Semoga ke depannya masyarakat Desa Karangpranti selalu aman, tenteram, dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saya juga berharap acara Selamatan Desa di tahun-tahun mendatang bisa terselenggara dengan lebih meriah dan lebih baik lagi,” ujar Abdullah.

Kegiatan Selamatan Desa tahun 2026 turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pajarakan, di antaranya Camat Pajarakan, Kapolsek Pajarakan, dan Danramil setempat. Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Ketua RT/RW, serta masyarakat Desa Karangpranti yang memadati lokasi acara.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, aman, tertib, dan kondusif. Pemerintah Desa Karangpranti berharap tradisi Selamatan Desa dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya lokal yang mengandung nilai religius, kebersamaan, gotong royong, serta menjadi perekat persatuan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Pewarta: Bambang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Geger Penemuan Sesosok Mayat di Sumur Irigasi Kraksaan, Warga Sempat Curiga karena Bau Menyengat

3 Juli 2026 - 22:31 WIB

Geger Penemuan Sesosok Mayat di Sumur Irigasi Kraksaan, Warga Sempat Curiga karena Bau Menyengat

Diduga BUMDES Di Banggai ” Milik Pengurusnya ” Penyertaan Modal DD Terkubur , Langgar UU No.43 Tahun 2021, Proses Terbukti Penjarakan.

3 Juli 2026 - 20:35 WIB

Diduga BUMDES Di Banggai " Milik Pengurusnya " Penyertaan Modal DD Terkubur , Langgar UU No.43 Tahun 2021, Proses Terbukti Penjarakan.

Dugaan Penyalahgunaan Pertalite dan Solar Subsidi Mencuat di Brebes Selatan, SPBU dan Gudang Jadi Sorotan

3 Juli 2026 - 19:26 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Pertalite dan Solar Subsidi Mencuat di Brebes Selatan, SPBU dan Gudang Jadi Sorotan

Penyaluran Jadup Pascabanjir Belum Terealisasi, Warga Dusun Bahagia III Pertanyakan Kelanjutan Pendataan

3 Juli 2026 - 17:21 WIB

Penyaluran Jadup Pascabanjir Belum Terealisasi, Warga Dusun Bahagia III Pertanyakan Kelanjutan Pendataan

Polemik Revitalisasi TK Negeri Birem Rayeuk Berlanjut, Percakapan Kepsek dengan Wartawan Jadi Sorotan

3 Juli 2026 - 17:15 WIB

Polemik Revitalisasi TK Negeri Birem Rayeuk Berlanjut, Percakapan Kepsek dengan Wartawan Jadi Sorotan
Trending di Kabar Viral