Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Sejarah Kelam Imigran Yaman di Nusantara: Mengapa Pemerintah Kolonial Hindia Belanda Membawa Mereka?

badge-check

Patrolihukum.net — Imigran Yaman, khususnya kaum Ba’alawi, memiliki cerita kelam yang jarang terungkap di Bumi Nusantara. Mereka dibawa oleh Penjajah Hindia Belanda dengan tujuan imperialisme dan politik rasisme.

Sejarah mencatat bahwa Pemerintah Kolonial Hindia Belanda mengalami “traumatik” akibat serangkaian perlawanan pribumi Nusantara. Perlawanan ini mengakibatkan kebangkrutan besar-besaran dan terpecahnya Pemerintah Kolonial Hindia Belanda menjadi beberapa bagian, termasuk Luxenburg dan Belgia, serta beberapa daerahnya yang dianeksasi oleh negara lain di Eropa.

Sejarah Kelam Imigran Yaman di Nusantara: Mengapa Pemerintah Kolonial Hindia Belanda Membawa Mereka?

Untuk meredam perlawanan tersebut, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda melakukan politik rasisme melalui segregasi kelas. Mereka melabeli clan Ba’alawi yang bukan Dzuriah Rosul menjadi Dzuriah Rosul untuk menenangkan perlawanan, terutama dari umat Islam yang tersebar di berbagai kesultanan di Nusantara.

Kolonial Hindia Belanda kemudian mendatangkan imigran yang siap bermigrasi secara besar-besaran dengan iming-iming yang sangat menggiurkan. Imigran Yaman mau menempuh risiko berpindah dari negeri asalnya yang jauh dengan alasan kondisi negeri Yaman yang sangat miskin serta jaminan kemakmuran dan fasilitas dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

William Shakespeare pernah berkata, “Tamu yang tak diundang, sering kali disambut baik ketika mereka pergi.” Ungkapan ini menggambarkan perasaan masyarakat pribumi terhadap imigran yang datang tanpa diundang, namun dengan tujuan dan latar belakang yang kontroversial. Ini bukan masalah pribadi atau dendam, tetapi perlu dipahami oleh masyarakat luas agar mereka benar-benar merdeka di negerinya sendiri. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Segenap Keluarga Besar Media Online *Patrolihukum.net*

1 Januari 2026 - 00:00 WIB

Segenap Keluarga Besar Media Online *Patrolihukum.net*

Kapolres Banggai Ajak Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Pesta, Doakan Korban Bencana Alam di Sumatera

28 Desember 2025 - 17:29 WIB

Kapolres Banggai Ajak Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Pesta, Doakan Korban Bencana Alam di Sumatera

Polisi Amankan Dua Pelaku Tindakan Asusila Melalui TikTok di Toili, Banggai

28 Desember 2025 - 17:14 WIB

Polisi Amankan Dua Pelaku Tindakan Asusila Melalui TikTok di Toili, Banggai

Babinsa Kepanjenkidul Bersama Warga Gotong Royong Renovasi Rumah Warga

27 Desember 2025 - 07:03 WIB

Babinsa Kepanjenkidul Bersama Warga Gotong Royong Renovasi Rumah Warga

HADIRKAN RASA AMAN, SATGAS GAKKUM DAN UNIT K9 POLDA KEPRI PERIKSA BARANG BAWAAN PENUMPANG DI PELABUHAN RORO PUNGGUR

27 Desember 2025 - 06:56 WIB

HADIRKAN RASA AMAN, SATGAS GAKKUM DAN UNIT K9 POLDA KEPRI PERIKSA BARANG BAWAAN PENUMPANG DI PELABUHAN RORO PUNGGUR
Trending di Berita