Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Pemerintah

Peringati HUT DWP ke-26 dan Hari Ibu ke-97, DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo Gelar Bersih-Bersih Lingkungan Pasar Tradisional

badge-check


					Peringati HUT DWP ke-26 dan Hari Ibu ke-97, DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo Gelar Bersih-Bersih Lingkungan Pasar Tradisional Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, DWP Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan pasar tradisional selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (29–31/12/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Pasar Bersih, Lingkungan Asri” ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo Bekti Sugeng Wiyanto dengan melibatkan pengurus DWP DKUPP bersama petugas kebersihan pasar setempat.

Peringati HUT DWP ke-26 dan Hari Ibu ke-97, DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo Gelar Bersih-Bersih Lingkungan Pasar Tradisional

Aksi bersih pasar dilaksanakan secara bergilir di tiga pasar tradisional, yakni Pasar Semampir Kecamatan Kraksaan pada Senin (29/12), Pasar Krucil Kecamatan Krucil pada Selasa (30/12) serta Pasar Sukapura Kecamatan Sukapura pada Rabu (31/12).

Tidak hanya membersihkan lingkungan pasar dari sampah, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi langsung kepada para pedagang agar bersama-sama menjaga kebersihan pasar. Edukasi tersebut menekankan langkah sederhana seperti memungut sampah di sekitar lapak dagangan dan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.

Ketua DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo Bekti Sugeng Wiyanto menyampaikan keterlibatan DWP dalam kegiatan bersih-bersih pasar tradisional ini merupakan bagian dari peran edukatif, khususnya melalui bidang pendidikan.

“Program ini masuk bidang pendidikan, karena kita mengedukasi pedagang-pedagang untuk merasa memiliki pasar. Mereka mencari nafkah di sini, jadi sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga kebersihannya,” katanya.

Menurut Bekti, DWP DKUPP tidak memposisikan diri sebagai pihak utama yang bertanggung jawab atas kebersihan pasar, melainkan sebagai penggerak dan teladan. “Bukan kita sebenarnya yang membersihkan, kita hanya memberi contoh dan pendidikan bahwa sampah itu adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, DWP DKUPP juga mendorong pengaktifan kembali paguyuban pedagang di setiap pasar sebagai sarana edukasi yang berkelanjutan. “Kita ingin menghidupkan paguyuban di tiap pasar. Nantinya, DWP DKUPP akan datang secara rutin untuk memberikan edukasi di setiap pertemuan paguyuban,” lanjutnya.

Bekti menambahkan, kegiatan bersih-bersih pasar tradisional ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT DWP dan Hari Ibu, dengan memilih pasar sebagai lokus utama kegiatan.

“Karena kita punya pasar, maka lokus kegiatan kita di pasar. Pasar Semampir dipilih sebagai salah satu pasar yang sudah cukup bersih di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Untuk tahap awal, kegiatan dilaksanakan di tiga pasar. Ke depan, program ini akan dibuat berkelanjutan. “Tahun 2026 nanti, kita rencanakan program jangka panjang. Dua bulan sekali kita akan rutin turun ke pasar,” ungkapnya.

Bekti menerangkan, kebersihan pasar sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat dan juga berdampak pada peningkatan perekonomian daerah. “Kalau pasarnya bersih, masyarakat akan senang berbelanja dan pada akhirnya pendapatan daerah juga meningkat,” tuturnya.

Ia berharap, menjaga kebersihan pasar dapat tumbuh menjadi budaya bersama. “Bukan hanya kepala pasar dan petugasnya saja, tetapi pedagang juga memiliki kewajiban membersihkan pasar karena mereka hidup dan berpenghasilan di sini,” tegasnya.

Bekti berharap dalam satu hingga dua tahun ke depan, pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo dapat menjadi pasar bersih dan sehat yang mampu menjadi percontohan serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harapan saya cuma satu, pedagang punya empati dan tanggung jawab. Setelah buka dan tutup lapak, sampahnya diambil sendiri dan dimasukkan ke tong sampah. Kita ingin membudayakan pasar bersih,” pungkasnya.(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaga Kebugaran dan Mental Warga Binaan, Rutan Kraksaan Gelar Senam Sehat Rutin

5 Januari 2026 - 14:52 WIB

Jaga Kebugaran dan Mental Warga Binaan, Rutan Kraksaan Gelar Senam Sehat Rutin

Pro dan Kontra Seleksi Direktur Perumdam Tirta Argopuro, Ribuan Massa Dijadwalkan Turun ke Jalan

5 Januari 2026 - 06:10 WIB

Pro dan Kontra Seleksi Direktur Perumdam Tirta Argopuro, Ribuan Massa Dijadwalkan Turun ke Jalan

Jelang Operasional SPPG Sukokerto, Ketua BPD Jalin Silaturahmi dengan Dewan Gerindra

5 Januari 2026 - 05:57 WIB

Jelang Operasional SPPG Sukokerto, Ketua BPD Jalin Silaturahmi dengan Dewan Gerindra

Refleksi Awal Tahun, Rutan Kraksaan Satukan Langkah Menuju 2026

3 Januari 2026 - 17:42 WIB

Refleksi Awal Tahun, Rutan Kraksaan Satukan Langkah Menuju 2026

Kabupaten Probolinggo Kondusif, Masyarakat Gelar Sholawat dan Doa Bersama di Malam Pergantian Tahun

2 Januari 2026 - 10:19 WIB

Kabupaten Probolinggo Kondusif, Masyarakat Gelar Sholawat dan Doa Bersama di Malam Pergantian Tahun
Trending di Pemerintah