Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Misteri Asal-Usul Gajah Mada Terungkap: Dari Bali Hingga Sumatra dan Singasari

badge-check

Patrolihukum.net — Asal-usul Gajah Mada, tokoh legendaris dari Kerajaan Majapahit, telah lama menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Berbagai naskah kuno dan interpretasi sejarawan memberikan pandangan yang berbeda mengenai asal-usul Mahapatih yang terkenal ini.

Dalam Naskah Babad asal Bali, seperti Kitab Usana Jawa, disebutkan bahwa Gajah Mada lahir di Bali. Sementara itu, Muhammad Yamin, seorang sejarawan asal Sumatra, berpendapat bahwa Gajah Mada berasal dari Sumatra, terpesona oleh kejayaan Majapahit.

Misteri Asal-Usul Gajah Mada Terungkap: Dari Bali Hingga Sumatra dan Singasari

Namun, penemuan Prasasti Gajah Mada, atau dikenal juga sebagai Prasasti Singasari, memberikan petunjuk baru yang lebih mendekati kebenaran mengenai asal-usul Gajah Mada. Prasasti ini dibuat sendiri oleh Gajah Mada pada tahun 1214 Saka atau 1351 Masehi, ketika ia menjabat sebagai Mahapatih Amangkubhumi Majapahit. Prasasti ini berisi tentang “Parwira Chatiya”, sebuah peringatan penghormatan kepada Tribhuawana Tunggadewi dan leluhur Majapahit yang telah dicandikan.

Menurut para ahli, tafsir dari Prasasti Singasari mengungkapkan bahwa Gajah Mada adalah anak dari Gajah Pagon, cucu dari Raja Kertanegara Singasari. Hal ini menunjukkan bahwa Gajah Mada dan Tribhuawana Tunggadewi (Ratu Majapahit) masih memiliki hubungan darah dengan Prabu Kertanegara. Tribhuawana Tunggadewi adalah anak dari Raden Wijaya, dengan istrinya Gayatri, yang juga merupakan anak dari Prabu Kertanegara.

Dengan demikian, perjuangan Gajah Mada tidak dimulai dari nol karena ia memiliki hubungan darah dengan keluarga kerajaan (darah biru). Kariernya sebagai prajurit Bhayangkara juga dimulai melalui jalur nepotisme. Ketika Gajah Mada menyelamatkan Jaya Negara, ia baru berusia sekitar 20 tahun, yang berarti pada usia 15 hingga 16 tahun, ia sudah mulai berkarier sebagai prajurit Bhayangkara, dengan jabatan bekel atau kepala regu.

Menurut temuan-temuan sejarah terkini, Gajah Mada diyakini lahir pada tahun 1299 dan wafat pada tahun 1364 Masehi, dengan usia 65 tahun. Penemuan ini memberikan pemahaman baru dan lebih mendalam mengenai tokoh besar yang telah membawa Kerajaan Majapahit ke puncak kejayaannya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Segenap Keluarga Besar Media Online *Patrolihukum.net*

1 Januari 2026 - 00:00 WIB

Segenap Keluarga Besar Media Online *Patrolihukum.net*

Kapolres Banggai Ajak Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Pesta, Doakan Korban Bencana Alam di Sumatera

28 Desember 2025 - 17:29 WIB

Kapolres Banggai Ajak Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Pesta, Doakan Korban Bencana Alam di Sumatera

Polisi Amankan Dua Pelaku Tindakan Asusila Melalui TikTok di Toili, Banggai

28 Desember 2025 - 17:14 WIB

Polisi Amankan Dua Pelaku Tindakan Asusila Melalui TikTok di Toili, Banggai

Babinsa Kepanjenkidul Bersama Warga Gotong Royong Renovasi Rumah Warga

27 Desember 2025 - 07:03 WIB

Babinsa Kepanjenkidul Bersama Warga Gotong Royong Renovasi Rumah Warga

HADIRKAN RASA AMAN, SATGAS GAKKUM DAN UNIT K9 POLDA KEPRI PERIKSA BARANG BAWAAN PENUMPANG DI PELABUHAN RORO PUNGGUR

27 Desember 2025 - 06:56 WIB

HADIRKAN RASA AMAN, SATGAS GAKKUM DAN UNIT K9 POLDA KEPRI PERIKSA BARANG BAWAAN PENUMPANG DI PELABUHAN RORO PUNGGUR
Trending di Berita