Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Nasional

Kunjungan Studi Pemkab Tulungagung, Diperta Kabupaten Probolinggo Bagikan Praktik Baik Pemanfaatan DBHCHT

badge-check


Kunjungan Studi Pemkab Tulungagung, Diperta Kabupaten Probolinggo Bagikan Praktik Baik Pemanfaatan DBHCHT Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net– Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan studi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terkait pengelolaan dan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kelompok Tani Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pemanfaatan DBHCHT untuk mendukung peningkatan produksi, produktivitas serta kualitas komoditas tembakau yang menjadi salah satu sektor unggulan pertanian di Kabupaten Probolinggo.

Kunjungan Studi Pemkab Tulungagung, Diperta Kabupaten Probolinggo Bagikan Praktik Baik Pemanfaatan DBHCHT

Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu sentra penghasil tembakau di Jawa Timur dengan luas tanam sekitar 12.000 hektare, produksi mencapai 15.000 ton dan produktivitas rata-rata 1,5 ton per hektare. Sentra produksi tembakau tersebar di 14 kecamatan penerima DBHCHT.

Dalam diskusi yang berlangsung, sejumlah poin strategis mengemuka. Pemanfaatan DBHCHT diarahkan untuk mendukung bantuan sarana produksi pertanian, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan penyuluhan serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

Selain itu, peningkatan produktivitas tembakau dilakukan melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penggunaan benih unggul terstandar dan pengendalian hama penyakit secara terpadu.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan kunjungan studi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam mengembangkan sektor tembakau yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami dapat berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan DBHCHT yang selama ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas petani, memperkuat kelembagaan kelompok tani dan mendorong penerapan budidaya tembakau yang lebih baik. Harapannya, praktik-praktik baik yang telah berjalan di Kabupaten Probolinggo dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi bagi daerah lain,” katanya.

Menurut Arif, DBHCHT memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani tembakau sekaligus memperkuat daya saing komoditas tembakau di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian.

“Pemanfaatan DBHCHT harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi petani. Karena itu kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tembakau melalui bantuan sarana produksi, pendampingan teknis serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah menyampaikan keberhasilan pengelolaan DBHCHT tidak lepas dari peran aktif penyuluh pertanian dan kelembagaan petani di lapangan.

“Penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai pendamping teknis sekaligus penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan petani. Mereka mengawal pemanfaatan bantuan agar tepat sasaran serta memastikan inovasi budidaya dapat diterapkan secara optimal oleh petani,” ujarnya.

Faiq menerangkan kelompok tani juga menjadi ujung tombak dalam pengembangan komoditas tembakau karena berfungsi sebagai pusat pembelajaran, wahana kerja sama dan penguatan usaha tani.

“Penguatan kelembagaan petani menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan sektor tembakau. Dengan kelembagaan yang kuat, petani akan lebih mudah mengakses teknologi, permodalan maupun kemitraan dengan industri hasil tembakau sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan mereka,” terangnya.

Selain berbagai capaian yang telah diraih, kegiatan ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi petani tembakau, di antaranya perubahan iklim yang mempengaruhi kualitas daun, fluktuasi harga pasar dan keterbatasan akses permodalan.(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penetapan Tersangka Pendiri Al Anfas Dipersoalkan, Mantan Hakim Soroti Gelar Perkara yang Dinilai Terlalu Cepat

20 Juni 2026 - 18:47 WIB

Penetapan Tersangka Pendiri Al Anfas Dipersoalkan, Mantan Hakim Soroti Gelar Perkara yang Dinilai Terlalu Cepat

LIBAS88 Nusantara Ucapkan Selamat kepada Samsudin, SH atas Terpilihnya sebagai Presiden LSM LIRA Periode 2027-2032

20 Juni 2026 - 06:12 WIB

LIBAS88 Nusantara Ucapkan Selamat kepada Samsudin, SH atas Terpilihnya sebagai Presiden LSM LIRA Periode 2027-2032

Samsudin, SH Terpilih Pimpin LSM LIRA 2027-2032, Patrolihukum.net dan Investigasi88.com Sampaikan Ucapan Selamat

20 Juni 2026 - 04:02 WIB

Samsudin, SH Terpilih Pimpin LSM LIRA 2027-2032, Patrolihukum.net dan Investigasi88.com Sampaikan Ucapan Selamat

Sosialisasi dan Musdes Pembentukan Panitia Pengisian BPD Desa Ngunggahan Berjalan Lancar

19 Juni 2026 - 10:51 WIB

Sosialisasi dan Musdes Pembentukan Panitia Pengisian BPD Desa Ngunggahan Berjalan Lancar

Diduga Para Pengolah Kayu Bantalan Kumea Di Mamosalato Dan Bungku Utara, Miliki Beking Hingga Kebal Hukum.

16 Juni 2026 - 16:42 WIB

Diduga Para Pengolah Kayu Bantalan Kumea Di Mamosalato Dan Bungku Utara, Miliki Beking Hingga Kebal Hukum.
Trending di Berita