Tanjung Seumentoh – Pada sebelumnya, sempat pernah telah terjadi pemberitaan miring dengan sorotan publik, di beberapa media masa secara online. Berjudul, Proyek Huntap Tanjung Seumentoh Disorot. Mutu Bangunan dan Papan Nama Dipertanyakan, terbitan pada tanggal 26 september 2026 lalu. Sungguh sangat mengerikan, dengan hasil yang telah mereka kerjakan. Diduga proyek pekerjaan bantuan asal APBN pusat dari jakarta, bantuan pasca banjir. Perumahan hunian tetap (huntap), yang berlokasi desa tanjung seumentoh kecamatan karang baru kabupaten aceh tamiang. Tepat persisnya, di depan berdekatan dengan pks tanjung seumentoh, dugaan asal jadi saja dikerjakan.
Dan tak berkualitas mutunya, dalam perumahan hunian tetap (huntap) untuk masyarakat kabupaten aceh tamiang. Yang telah disalurkan, kini sedang masa tahap pembangunan. Yang lebih cukup ironisnya lagi, proyek pekerjaan hunian tetap itu. Tanpa adanya ditampilkan plang papan nama nilai kontrak yang sedang di kerjakan disinyalir adanya juga dari anggaran asal APBN pusat di jakarta, pekerjaan proyek siluman.
Yang lebih parahnya lagi, ketika wartawan media online ini juga. Pada sebelumnya, sempat menerima himpunan informasi dari salah satu nara sumber khusus di seputaran daerah desa kampung tanjung seumentoh itu. Yang tidak ingin jati dirinya, mau disebut-sebut dengan secara sorotan publik di beberapa media masa online ini. Kemarin, 14/9/2026 sekitar pukul.15.38.wib. Sumber khusus itu pun, langsung menyampaikan informasi kepada wartawan media ini. Bahwa, ada kegiatan proyek pekerjaan perumahan hunian tetap (huntap) bantuan di masa pasca banjir tersebut. Dari pihak pemerintahan pusat jakarta (APBN) itu, terlihat asal saja. “Coba,.perhatikan dari mereka kerjakan perumahan hunian tetap untuk masyarakat yang terkena pasca banjir kemarin tersebut. Dari pemasangan tiang kapit dindingnya saja, sudah asal-asalan. Itu dikhawatirkan, kali terjadi adanya gempa bumi. Pasti kekuatan hasil perumahan huntap itu, tidak memiliki kualitas yang pasti. Pasti bakar roboh, di terjang guncangan bumi. Apa lagi, saat sekarang ini. Situasi cuaca tidak stabil, dan sangat ekstrim”. Imbuhnya, sumber khusus masyarakat sekitar saat memberikan penjelasan kepada wartawan media ini.
Anehnya lagi, ketika wartawan media online ini juga. Sempat melakukan konfirmasi, dengan pihak para pekerja buruh kasar di lokasi pembangunan perumahan hunian tetap (huntap) itu. Kemarin, 26/9/2026 sekitar pukul.13.40.wib. Yang jati diri para pekerja buruh kasar itu, tidak ingin disebutkan satu/persatu. Di lokasi proyek tersebut, siapa pemilik atau pemborong perumahan hunian tetap itu. Para pekerja buruh kasar itu pun, langsung mengomentari kepada wartawan media ini. “Kami tidak tau pak, siapa pelaksana pemborong perumahan hunian tetap ini. Dan kami pak, masih barunya pak. Baru ada sekitar 1 mingguan, kerja di lokasi huntap ini pak”. Ujarnya, pekerja buruh kasar (pekerja bangunan) tersebut.
(Jihandak Belang)
















