Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Empu Gandring dan Kutukan Keris Legendaris: Fakta Sejarah Pandai Besi Terbaik Kerajaan Majapahit

badge-check

Patrolihukum.net — Empu Gandring, seorang pandai besi legendaris dari Jawa yang hidup pada masa awal berdirinya kerajaan Singasari sebelum era Majapahit, telah meninggalkan warisan yang membingungkan antara fakta sejarah dan mitos dalam cerita sejarah Nusantara. Dia terkenal karena keterlibatannya dalam cerita yang menghubungkannya dengan Ken Arok, pendiri kerajaan Singasari.

Menurut legenda, Ken Arok memesan sebuah keris dari Empu Gandring dengan permintaan agar keris itu selesai dalam waktu singkat. Namun, ketika Empu Gandring tidak dapat memenuhi tenggat waktu tersebut, Ken Arok membunuhnya menggunakan keris yang belum sepenuhnya selesai itu. Keris buatan Empu Gandring kemudian diyakini membawa kutukan, menjadi alat bagi pembunuhan yang terkait dengan perebutan kekuasaan di Jawa.

Empu Gandring dan Kutukan Keris Legendaris: Fakta Sejarah Pandai Besi Terbaik Kerajaan Majapahit

Salah satu kisah yang terkenal adalah pembunuhan Tunggul Ametung, penguasa Tumapel, yang dikabarkan dilakukan dengan keris Empu Gandring. Legenda juga mengaitkan keris ini dengan kematian tragis Ken Arok sendiri. Cerita tentang keris Empu Gandring mencerminkan bagaimana simbolisme senjata dalam budaya Jawa memiliki kekuatan yang sangat besar, bahkan di luar dimensi fisiknya.

Fakta sejarah mengenai Empu Gandring dan kerisnya sering bercampur dengan elemen mitos dan legenda. Namun, cerita ini tetap menjadi bagian penting dari folklore Jawa, mencerminkan nilai-nilai, kepercayaan, dan dinamika politik pada masa awal sejarah kerajaan di pulau Jawa.

(Edi D/Red/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Segenap Keluarga Besar Media Online *Patrolihukum.net*

1 Januari 2026 - 00:00 WIB

Segenap Keluarga Besar Media Online *Patrolihukum.net*

Kapolres Banggai Ajak Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Pesta, Doakan Korban Bencana Alam di Sumatera

28 Desember 2025 - 17:29 WIB

Kapolres Banggai Ajak Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Pesta, Doakan Korban Bencana Alam di Sumatera

Polisi Amankan Dua Pelaku Tindakan Asusila Melalui TikTok di Toili, Banggai

28 Desember 2025 - 17:14 WIB

Polisi Amankan Dua Pelaku Tindakan Asusila Melalui TikTok di Toili, Banggai

Babinsa Kepanjenkidul Bersama Warga Gotong Royong Renovasi Rumah Warga

27 Desember 2025 - 07:03 WIB

Babinsa Kepanjenkidul Bersama Warga Gotong Royong Renovasi Rumah Warga

HADIRKAN RASA AMAN, SATGAS GAKKUM DAN UNIT K9 POLDA KEPRI PERIKSA BARANG BAWAAN PENUMPANG DI PELABUHAN RORO PUNGGUR

27 Desember 2025 - 06:56 WIB

HADIRKAN RASA AMAN, SATGAS GAKKUM DAN UNIT K9 POLDA KEPRI PERIKSA BARANG BAWAAN PENUMPANG DI PELABUHAN RORO PUNGGUR
Trending di Berita