SLEMAN, Patrolihukum.net – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sleman, pusat Madiun. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pemimpin, pengayom, sekaligus panutan bagi ribuan warga dan siswa PSHT, Kang Mas Widodo, dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 25 Mei 2026, dalam usia 69 tahun.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh warga PSHT yang selama bertahun-tahun merasakan sentuhan kepemimpinan, ketulusan, dan dedikasinya dalam membesarkan organisasi.

Bagi banyak kalangan, Kang Mas Widodo bukan sekadar Ketua PSHT Cabang Sleman. Ia merupakan figur sentral yang mampu merangkul berbagai generasi dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat. Kehadirannya selama ini menjadi simbol keteduhan, kebijaksanaan, serta semangat pengabdian yang tak pernah surut meski usia terus bertambah.
Sepanjang perjalanan hidupnya, almarhum dikenal konsisten mengamalkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi ajaran PSHT. Ia meyakini bahwa seorang pendekar sejati tidak diukur dari kekuatan fisik semata, melainkan dari kemampuan mengendalikan diri, menjaga kehormatan, serta memberikan manfaat bagi sesama.
Di bawah kepemimpinannya, PSHT Cabang Sleman mengalami perkembangan yang signifikan. Tidak hanya bertambah dari sisi jumlah anggota, namun juga semakin kuat dalam pembinaan karakter dan pelestarian nilai-nilai budaya bangsa. Berbagai program pembinaan yang dijalankan selalu menempatkan pendidikan moral, persaudaraan, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
Rekan-rekan seperjuangan dan warga PSHT mengenang almarhum sebagai sosok sederhana yang tidak pernah membedakan latar belakang seseorang. Rumahnya terbuka bagi siapa saja yang datang untuk meminta nasihat maupun bimbingan. Sikap rendah hati yang dimilikinya menjadikan Kang Mas Widodo dihormati tidak hanya di lingkungan organisasi, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Ketegasan dalam memegang prinsip menjadi ciri khas kepemimpinannya. Namun di balik ketegasan tersebut, tersimpan kelembutan dan kebijaksanaan yang membuat setiap petuahnya mudah diterima. Banyak kader muda PSHT yang mengaku mendapatkan motivasi dan inspirasi dari semangat pengabdian yang ditunjukkan almarhum hingga akhir hayatnya.
Bagi keluarga besar PSHT Sleman, Kang Mas Widodo telah meninggalkan warisan yang jauh lebih berharga daripada sekadar jabatan atau prestasi organisasi. Ia mewariskan nilai-nilai ketulusan, persaudaraan, disiplin, dan pengabdian yang akan terus hidup dalam setiap langkah para penerusnya.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi dunia pencak silat Indonesia, khususnya bagi keluarga besar PSHT. Namun jejak perjuangan dan keteladanan yang telah ditorehkannya diyakini akan tetap menjadi cahaya penerang bagi generasi-generasi berikutnya.
Di tengah suasana duka, doa terus mengalir dari berbagai kalangan. Keluarga besar PSHT dan masyarakat mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadah dan pengabdiannya diterima sebagai ladang pahala.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Selamat jalan, Kang Mas Widodo. Terima kasih atas dedikasi, keteladanan, dan pengabdian yang telah engkau persembahkan sepanjang hidup. Namamu akan selalu hidup dalam ingatan, dan nilai-nilai perjuanganmu akan terus menjadi bagian dari perjalanan Persaudaraan Setia Hati Terate di masa mendatang.
(Edi D/Red/**)
- Pelayanan Poli RSUD dr. Mohamad Saleh Dikeluhkan, Pasien Tunggu Berjam-jam hingga Luka Tak Ditangani, Aktivis Minta Evaluasi Menyeluruh
- PT Edi Patrolihukum Group Ucapkan Selamat Idul Adha 1447 H, Dorong Semangat Berbagi dan Kebersamaan
- Libur Idul Adha 1447 H, Puskesmas Bantaran Tutup Layanan Rawat Jalan Dua Hari

























