Jakarta | Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Komjen Mohammad Iqbal, mengajak para finalis DPD RI Awards 2026 untuk terus mengembangkan potensi daerah masing-masing. Ajakan tersebut disampaikan saat ia membuka pertemuan integrated session DPD RI Awards 2026 pada Minggu, 8 November 2026, di sebuah hotel di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Pertemuan ini menjadi ruang bagi para finalis dan penggerak daerah untuk bertemu, membangun komunikasi, serta memperkuat gagasan yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Iqbal menempatkan para finalis dan penggerak daerah yang hadir bukan sekadar sebagai peserta sebuah penghargaan. Ia memandang mereka sebagai jejaring yang dapat saling mendukung sekaligus bagian dari tim DPD RI dalam mendorong kemajuan daerah. Menurutnya, pengalaman dan inisiatif yang dibawa para peserta memiliki nilai penting, terutama ketika potensi lokal perlu terus dikenali, dikembangkan, dan dihubungkan dengan peluang yang lebih luas. Dengan kolaborasi yang terjaga, berbagai upaya di daerah dapat memperoleh dorongan untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Iqbal juga menekankan pentingnya menjaga semangat para penggerak agar potensi daerah tidak berhenti pada gagasan atau pencapaian saat ini. Para finalis diharapkan terus berkontribusi melalui karya dan inovasi yang berangkat dari kebutuhan serta kekuatan wilayah masing-masing. Peran mereka, kata dia, penting untuk mengobarkan potensi daerah dan memperluas dampaknya. Ajakan itu sekaligus menegaskan bahwa DPD RI Awards tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga kesempatan untuk mempertemukan individu yang memiliki komitmen terhadap pembangunan daerah. Melalui pertemuan terpadu tersebut, para peserta diharapkan dapat membangun hubungan yang berkelanjutan dan membawa pengalaman maupun inovasi lokal ke tingkat yang lebih luas, termasuk skala nasional.
Iqbal menegaskan bahwa gagasan dan inovasi yang tumbuh di daerah tidak semestinya berhenti sebagai pencapaian lokal atau hanya dikenal oleh lingkungan tempat gagasan itu lahir. Berbagai persoalan di setiap wilayah mendorong masyarakat dan para pelaku daerah menemukan cara kerja, pendekatan, maupun solusi yang sesuai dengan kondisi mereka. Pengalaman tersebut memiliki nilai lebih luas karena dapat memberikan perspektif nyata bagi pembahasan persoalan di tingkat nasional. Karena itu, karya para finalis diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari ajang penghargaan, tetapi juga memperoleh ruang untuk diperkenalkan dan dipertimbangkan lebih lanjut.
Menurut Iqbal, DPD RI ingin mendorong gagasan-gagasan tersebut menuju tingkat pusat, mengawal perkembangannya, serta menyuarakannya dalam ruang pembahasan yang relevan. Peran itu penting agar inovasi daerah tidak terputus setelah diperkenalkan, melainkan dapat terus dikaji dan dipahami konteksnya. Pengawalan juga membuka kesempatan bagi pengalaman dari daerah untuk menjadi bahan pertimbangan, tanpa mengabaikan perbedaan kebutuhan dan keadaan antarwilayah. Dengan demikian, perhatian terhadap karya lokal bukan hanya bentuk apresiasi kepada penggagas, tetapi juga upaya menghadirkan pengetahuan lapangan dalam percakapan mengenai kepentingan bersama.
Pesan utama yang disampaikan ialah bahwa penyusunan kebijakan nasional perlu berpijak pada realitas yang dihadapi masyarakat di daerah, bukan semata-mata pada teori atau rumusan yang terlepas dari konteks. Gagasan yang berangkat dari pengalaman setempat dapat membantu memperlihatkan kebutuhan, hambatan, dan peluang secara lebih konkret. Hal itu tidak berarti setiap inovasi dapat diterapkan begitu saja di semua tempat; pemahaman atas latar dan kondisi masing-masing tetap diperlukan. Namun, ketika pengalaman daerah didengar dan dipertimbangkan, pembahasan di tingkat pusat dapat memiliki landasan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Iqbal berharap karya para finalis memperoleh perhatian dan dapat menjadi sumber gagasan maupun bahan pertimbangan dalam proses penyusunan kebijakan nasional, sehingga suara daerah ikut hadir dalam perumusan langkah yang menyangkut kepentingan publik.
Untuk 2026, Iqbal mendorong agar gagasan yang tumbuh di daerah tidak berhenti sebagai inisiatif lokal, tetapi memperoleh ruang untuk berkembang menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat secara lebih luas. Dorongan ini menempatkan pengalaman dan kreativitas para penggerak daerah sebagai sumber penting dalam merumuskan jawaban atas berbagai persoalan. Gagasan tersebut dapat berangkat dari kondisi khas suatu wilayah, lalu dipertimbangkan penerapannya di tempat lain apabila sesuai. Dengan demikian, pengembangan inovasi daerah dipandang sebagai proses yang berpotensi memberi manfaat lintas wilayah, bukan sekadar pencapaian bagi satu komunitas atau kelompok.
DPD RI, dalam arah yang disampaikan Iqbal, diharapkan berperan sebagai penghubung para penggerak di daerah dan tingkat pusat. Jejaring yang dibangun dapat membuka jalur komunikasi, membantu aspirasi memperoleh perhatian, serta mempertemukan pengalaman lapangan dengan pihak yang memiliki ruang untuk membahas kebijakan. Peran ini penting karena gagasan lokal kerap berangkat dari pemahaman langsung terhadap kebutuhan masyarakat, sementara pembahasan di tingkat nasional memerlukan informasi dan pertimbangan yang dapat menjangkau kepentingan lebih luas. Melalui hubungan tersebut, para finalis dan pelaku inovasi daerah diharapkan memiliki kesempatan untuk menyampaikan ide dan menjelaskan konteks penerapannya.
Tujuan berikutnya ialah mendorong gagasan yang dinilai relevan agar dapat dipertimbangkan sebagai solusi nasional dan, jika memungkinkan, menjadi masukan bagi kebijakan nasional. Perjalanan dari inisiatif daerah menuju kebijakan tentu memerlukan kajian, dialog, serta penyesuaian dengan kondisi dan aturan yang berlaku. Karena itu, dorongan untuk membawa inovasi ke tingkat pusat sebaiknya dipahami sebagai arah kerja dan peluang yang ingin dibuka, bukan sebagai hasil yang telah tercapai. Jejaring DPD RI dapat menjadi jembatan untuk memulai proses tersebut, dengan menjaga agar aspirasi daerah tetap terdengar dan substansi gagasan tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat yang melahirkannya. Pada 2026, fokusnya adalah memperkuat hubungan potensi lokal dan pembahasan nasional, sekaligus memberi ruang bagi inovasi untuk diuji kelayakannya sebelum dipertimbangkan lebih lanjut.
Dalam penutup kegiatan, Iqbal mendorong DPD RI agar menjadi rumah besar bagi aspirasi daerah. Gagasan tersebut menempatkan lembaga ini sebagai ruang yang dapat menampung suara, kebutuhan, dan pandangan dari berbagai wilayah. Aspirasi daerah, dalam kerangka itu, tidak berhenti sebagai masukan yang disampaikan secara terpisah, tetapi perlu memperoleh jalur agar dapat terhubung dengan pembahasan kebijakan di tingkat nasional.
Iqbal juga menekankan pentingnya membangun jejaring. Hubungan antarpenggerak daerah dan DPD RI dipandang sebagai unsur yang mendukung penyampaian aspirasi secara lebih terarah. Jejaring memungkinkan gagasan dari daerah bertemu, saling menguatkan, dan hadir dalam percakapan yang lebih luas. Penekanan ini sejalan dengan dorongan agar inovasi serta pengalaman daerah memperoleh perhatian dalam proses perumusan kebijakan nasional.
Dua agenda utama sesi malam itu mencerminkan arah tersebut, yakni “Merangkai Jejaring Penggerak Daerah Bersama DPD RI” dan “Suara Penggerak Daerah untuk Kebijakan Nasional”. Agenda pertama menyoroti pentingnya keterhubungan para penggerak daerah dengan DPD RI. Agenda kedua menegaskan bahwa suara dari daerah perlu menjadi bagian dari pertimbangan kebijakan nasional. Keduanya menggarisbawahi peran jejaring sebagai penghubung, sekaligus pentingnya menyediakan wadah bagi aspirasi yang beragam.
Dengan menempatkan dua agenda itu dalam satu rangkaian, DPD RI ditegaskan bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah aspirasi daerah yang dapat membantu membawa suara lokal ke tingkat nasional. Dorongan Iqbal agar DPD RI menjadi rumah besar memberi penekanan pada keterbukaan dan keberlanjutan hubungan tersebut. Daerah membutuhkan ruang untuk menyampaikan pandangan, sementara kebijakan nasional memerlukan pemahaman atas kondisi dan aspirasi yang tumbuh di berbagai wilayah.
Penegasan mengenai jejaring dan wadah aspirasi menjadi pesan utama dari penutup sesi.
Baca juga: Langkah Mentan Amran Memperkuat Ekosistem Peternakan Nasional | Lima Berita Nasional: Perlindungan Ojol, Ekspor Baterai EV, dan Dinamika Politik | Penilaian Benyamin S Award Berlanjut di Tiga Kelurahan Finalis Jakarta Barat 15 kunjungan














