Jakarta | Malam penganugerahan DPD RI Awards 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 November 2026, dan akan menjadi puncak rangkaian seleksi. Dalam acara tersebut, empat penerima penghargaan akan diumumkan, masing-masing satu orang atau pihak dari setiap kategori. Pengumuman itu menjadi agenda utama malam penganugerahan sekaligus menandai penetapan hasil akhir seleksi. Publik akan mengetahui penerima pada keempat kategori saat acara berlangsung. Dengan demikian, nama-nama penerima tidak diumumkan dalam rangkaian pengumuman terpisah, melainkan disampaikan pada malam yang sama.
Empat kategori yang disiapkan dalam ajang ini akan memiliki masing-masing satu penerima. Informasi tersebut menjelaskan bahwa jumlah penghargaan yang diumumkan pada acara itu adalah empat, dengan pembagian berdasarkan kategori. Setiap penerima akan ditetapkan untuk satu kategori, sehingga pengumuman mencakup seluruh kategori yang dipertandingkan. Sampai malam penganugerahan, nama para penerima belum diumumkan dalam informasi mengenai jadwal acara. Karena itu, pengumuman pada 9 November menjadi momen yang ditunggu untuk mengetahui hasil seleksi secara lengkap. Rincian mengenai penerima akan disampaikan dalam acara tersebut, sesuai dengan susunan kategori yang menjadi dasar pemberian penghargaan.
Acara direncanakan dihadiri Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, serta sejumlah pimpinan lembaga dan kementerian. Kehadiran para pejabat tersebut direncanakan sebagai bagian dari malam penganugerahan, yang menjadi agenda resmi untuk mengumumkan hasil DPD RI Awards 2026. Informasi yang tersedia menyebutkan rencana kehadiran itu, tanpa memastikan secara terpisah nama seluruh tamu maupun rincian susunan acara lainnya. Fokus utama kegiatan tetap pada pengumuman empat penerima dari empat kategori. Dengan jadwal yang telah ditetapkan, 9 November 2026 menjadi tanggal penting bagi penyelenggaraan penghargaan ini dan bagi publik yang ingin mengetahui hasil seleksi. Rincian lebih lanjut tentang acara tidak perlu diasumsikan sebelum diumumkan secara resmi.
Seleksi DPD RI Awards 2026 berlangsung melalui sejumlah tahapan, dimulai dengan pembukaan pendaftaran pada 26 Juli hingga 23 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, panitia menerima 1.112 pendaftar dari berbagai latar belakang dan wilayah. Jumlah ini menjadi dasar bagi proses berikutnya untuk menilai kelengkapan serta kesesuaian data setiap peserta. Setelah pendaftaran ditutup, verifikasi data dijadwalkan pada 13–31 Agustus 2026. Tahap verifikasi berlangsung beririsan dengan masa akhir pendaftaran, sehingga data yang masuk dapat diperiksa secara bertahap. Pemeriksaan tersebut membantu memastikan bahwa informasi dan dokumen peserta memenuhi ketentuan sebelum nama-nama mereka dipertimbangkan dalam seleksi lanjutan.
Peserta yang dinyatakan lolos verifikasi kemudian mengikuti penyaringan oleh tim internal. Pada tahap ini, tim menilai para pendaftar berdasarkan persyaratan dan relevansi kontribusi mereka terhadap bidang penghargaan. Proses tersebut menghasilkan daftar pendek berisi 50 nama dari keseluruhan peserta. Penyaringan tidak berhenti pada jumlah itu: tim internal selanjutnya mempersempit daftar hingga tersisa 10 besar. Nama-nama yang masuk dalam kelompok tersebut kemudian dibawa ke tahap penilaian dewan pakar. Dengan alur bertingkat ini, proses bergerak dari pemeriksaan administratif menuju penilaian yang lebih terarah terhadap kiprah dan kontribusi calon penerima. Setiap tahap memiliki fungsi berbeda, mulai dari memastikan validitas data hingga membantu menentukan kandidat yang layak dinilai lebih mendalam.
Penilaian mencakup empat bidang penghargaan. Bidang pertama ditujukan bagi penggerak desa mandiri pangan, yang kontribusinya berkaitan dengan upaya memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa. Bidang kedua mengapresiasi inovator pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah. Bidang ketiga diperuntukkan bagi pelestari budaya daerah, sementara bidang keempat menyoroti inovator teknologi kesehatan. Keempat bidang tersebut memberi ruang bagi beragam bentuk pengabdian dan inovasi, baik dalam pengembangan masyarakat, pendidikan, pelestarian budaya, maupun kesehatan. Setelah dewan pakar menilai para kandidat yang masuk 10 besar, empat penerima penghargaan akan diumumkan pada 9 November 2026. Rangkaian tahapan ini menjelaskan bagaimana 1.112 pendaftar disaring secara bertahap hingga penetapan penerima di masing-masing bidang.
Proses penilaian DPD RI Awards 2026 melibatkan dewan pakar dengan latar belakang beragam, mulai dari bidang pemerintahan dan kebudayaan hingga ilmu pengetahuan. Anggotanya adalah Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, anggota DPD RI Agustin Teras Narang, serta Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia Agustino Zulys. Komposisi tersebut menghadirkan perspektif yang berbeda dalam menilai gagasan, hasil kerja, dan manfaat program para kandidat. Dewan pakar bertugas mengkaji kandidat secara cermat, sementara proses lanjutan mencakup pemeriksaan langsung terhadap informasi yang disampaikan.
Rapat pertama untuk menetapkan tiga besar berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, pada Senin, 5 Oktober 2026. Pertemuan itu berjalan kurang lebih lima jam dan menjadi tahap penting dalam penyaringan kandidat. Setelah pembahasan tersebut, tiga besar diumumkan pada 9 Oktober. Tahapan berikutnya adalah verifikasi lapangan yang dimulai pada 10 Oktober di berbagai daerah. Tim melakukan pengecekan data dan menelusuri pelaksanaan program, sekaligus mewawancarai kandidat serta narasumber pendukung. Langkah ini membantu memastikan bahwa informasi mengenai inovasi dan dampak program sesuai dengan kondisi di lapangan, bukan hanya berdasarkan paparan atau dokumen yang diserahkan.
Pada rapat terakhir, Senin, 26 Oktober, para kandidat yang masuk tiga besar mengikuti sesi secara virtual. Dewan pakar mewawancarai mereka mengenai inovasi yang ditawarkan, dampak program bagi masyarakat, dan keberlanjutan inisiatif setelah pelaksanaan awal. Pertanyaan-pertanyaan tersebut memberi ruang bagi kandidat untuk menjelaskan tujuan, cara kerja, hasil yang telah dicapai, serta rencana menjaga manfaat program dalam jangka panjang. Rangkaian tahapan ini menunjukkan bahwa penilaian tidak berhenti pada pemilihan awal, tetapi juga mempertimbangkan bukti dan penjelasan langsung. Dengan pemeriksaan dokumen, verifikasi daerah, dan wawancara, dewan pakar memiliki bahan yang lebih menyeluruh untuk menetapkan penerima penghargaan yang akan diumumkan pada 9 November 2026.
Empat kategori DPD RI Awards 2026 masing-masing telah menetapkan tiga kandidat teratas. Nama-nama tersebut mewakili berbagai daerah dan bidang pengabdian, mulai dari pelestarian budaya hingga pendidikan nonformal. Meski masuk dalam daftar tiga besar, para kandidat masih menunggu keputusan akhir. Penerima penghargaan dari setiap kategori baru akan diketahui pada malam penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 November.
Dalam kategori pelestari budaya daerah, tiga kandidat yang bersaing adalah Anita Gathmir Kaicil dari Maluku Utara, Endang Dzunuraini dari Jawa Timur, serta Muhammad Ridwan Alimuddin dari Sulawesi Barat. Mereka tercantum sebagai finalis yang dinilai memiliki kontribusi dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah. Pengumuman pada malam penganugerahan akan menentukan siapa yang menerima penghargaan dalam kategori ini.
Kategori penggerak desa mandiri pangan menghadirkan Asep Hidayat Mustopa dari Jawa Barat, Anang Ismail dari Jawa Tengah, dan Rivan Rinaldi dari Aceh. Ketiganya masuk dalam daftar kandidat teratas untuk bidang yang berhubungan dengan upaya memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa. Daftar tersebut menunjukkan keterwakilan tiga wilayah berbeda, tetapi belum menetapkan penerima penghargaan.
Untuk kategori inovator teknologi kesehatan, nama yang masuk tiga besar ialah Nur Arning Tengara Kasih dari DKI Jakarta, Megi Riomandala dari Bengkulu, dan Siti Nurmaini dari Sumatera Selatan. Ketiganya menjadi kandidat dalam bidang pengembangan inovasi teknologi kesehatan. Siapa yang akan terpilih sebagai penerima baru akan diumumkan saat acara berlangsung.
Sementara itu, kategori inovator pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah mencakup Alvian Wardhana dari Kalimantan Selatan, Egi Trialogi dari Jawa Barat, serta Taryaningsih dari Jawa Timur.
Baca juga: Babinsa Loa Janan Ulu Dampingi Penyaluran BPNT kepada 978 Keluarga Penerima Manfaat | Prabowo Tetapkan Tujuh Tokoh TNI sebagai Penerima Bintang Mahaputra 26 kunjungan















