Debut Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia Padel 2026, 16 Atlet Disiapkan

Debut Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia Padel 2026, 16 Atlet Disiapkan
banner 468x60

Jakarta | Indonesia akan mencatat langkah perdana dengan mengikuti kualifikasi Piala Dunia Padel 2026. Keikutsertaan ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan padel nasional, sekaligus kesempatan bagi para atlet untuk mengukur kemampuan di hadapan lawan-lawan dari berbagai negara. Babak final kualifikasi zona Asia-Afrika dijadwalkan berlangsung pada 26–30 April 2026 di Kuwait City, Kuwait. Ajang tersebut menjadi jalur persaingan menuju Piala Dunia Padel 2026 dan akan mempertemukan negara-negara yang berebut tempat untuk melaju ke turnamen utama.

Untuk menghadapi kualifikasi, Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) menyiapkan 16 atlet, terdiri atas delapan pemain putra dan delapan pemain putri. Jumlah tersebut merupakan daftar persiapan, bukan keseluruhan pemain yang akan turun dalam pertandingan. Hanya enam atlet dari setiap sektor yang nantinya bertanding. Dengan demikian, masing-masing sektor memiliki dua atlet cadangan yang dapat mendukung kesiapan tim dan memberi pilihan bagi pelatih dalam menentukan komposisi pemain.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Susunan yang disiapkan juga mencakup sejumlah atlet yang pernah memperkuat skuad Indonesia di Asian Games 2026. Di sektor putri, nama peraih medali perak Fitriani Sabatini dan Fadona Kusumawati masuk dalam kelompok pemain yang menjadi perhatian. Mereka bergabung dengan Beatrice Gumulya dan Novela Rezha, yang sebelumnya meraih medali perunggu. Pengalaman tampil pada ajang besar diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi tekanan pertandingan internasional dan membantu tim beradaptasi dengan kebutuhan kompetisi.

Di sektor putra, empat pemain yang tercatat pernah memperkuat skuad Asian Games 2026 adalah Armando Soemarno, Valentinus Anak Agung Ngurah, Giorgio Soemarno, dan Christian Alvin Edison. Kehadiran para pemain berpengalaman tersebut melengkapi persiapan tim, sementara pemilihan enam atlet yang akan bertanding tetap menjadi bagian penting dari strategi PBPI. Dengan jadwal yang telah ditetapkan dan komposisi awal yang disiapkan, Indonesia bersiap menjalani debut di kualifikasi zona Asia-Afrika. Hasil di Kuwait akan menjadi tolok ukur bagi tim sekaligus pengalaman berharga bagi perjalanan padel Indonesia di panggung internasional.

Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) menggelar pemusatan latihan di Rana Grounds, Jakarta Selatan, sejak Selasa, 20 Oktober 2026. Kamp ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi dua agenda internasional yang waktunya berdekatan. Para pemain senior dipersiapkan untuk mengikuti kualifikasi Piala Dunia Padel 2026, sementara atlet junior menjalani latihan menjelang Piala Asia Junior Padel 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada awal November. Dengan mengumpulkan kedua kelompok dalam satu lokasi, PBPI dapat mengatur program latihan secara beriringan sekaligus memastikan kesiapan atlet menuju kompetisi masing-masing.

Ketua PBPI Galih Kartasasmita mengatakan pemusatan latihan kali ini memiliki format berbeda dari kegiatan sebelumnya. Pemain senior dan junior berlatih pada periode yang sama karena jadwal kompetisi internasional mereka berdekatan. Pengaturan tersebut menuntut penyusunan agenda yang memperhatikan kebutuhan tiap kelompok, termasuk tahap persiapan dan tujuan pertandingan. Meski berlatih bersamaan, tim senior tetap diarahkan pada kebutuhan kualifikasi Piala Dunia, sedangkan program junior difokuskan untuk membangun kesiapan menghadapi kejuaraan tingkat Asia. Kehadiran para atlet di Rana Grounds juga menjadi kesempatan bagi PBPI untuk memantau perkembangan mereka sebelum keberangkatan.

Untuk skuad junior, PBPI menyiapkan 24 atlet yang terbagi ke dalam tiga kelompok usia, yakni KU-14, KU-16, dan KU-18. Setiap kelompok terdiri atas delapan pemain, dengan komposisi seimbang berupa empat putra dan empat putri. Susunan ini memberikan perwakilan bagi atlet laki-laki dan perempuan pada setiap kategori umur yang dipertandingkan. Para pemain tersebut akan menjalani latihan sebagai persiapan mewakili Indonesia di Piala Asia Junior Padel 2026. Sementara itu, kelompok senior mengikuti kamp dengan sasaran berbeda, yaitu kualifikasi Piala Dunia. Pemusatan latihan gabungan ini menandai upaya PBPI menyiapkan atlet lintas usia untuk kalender kompetisi padel internasional yang padat pada penghujung Oktober dan awal November.

PBPI tidak memasang target tinggi dalam keikutsertaan Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia Padel 2026. Kejuaraan ini akan menjadi pengalaman pertama bagi Indonesia di jalur kualifikasi menuju turnamen dunia tersebut. Karena itu, federasi memilih bersikap realistis dan memusatkan perhatian pada persiapan tim, sambil menunggu kejelasan mengenai mekanisme serta jumlah tempat yang tersedia bagi negara-negara dari zona Asia-Afrika.

Galih menyampaikan bahwa kuota yang sejauh ini dibicarakan berjumlah dua tempat. Namun, angka tersebut belum dapat dianggap sebagai keputusan final. Qatar, yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Padel 2026 pada awal November, berpotensi menggunakan salah satu tempat itu. Jika skenario tersebut berlaku, kesempatan yang tersisa bagi negara-negara peserta kualifikasi di kawasan ini bisa menjadi hanya satu tempat. PBPI masih menunggu informasi resmi dari FIP sebelum dapat memastikan situasinya.

Ketidakpastian kuota membuat peluang lolos Indonesia sulit diperkirakan saat ini. Jumlah tiket yang tersedia akan berpengaruh langsung terhadap persaingan antarpeserta dan strategi yang perlu disiapkan tim. Dengan hanya satu tempat, setiap pertandingan dapat menjadi semakin menentukan, sedangkan dua tempat akan membuka ruang yang lebih luas bagi wakil Asia-Afrika untuk melaju ke putaran utama. Galih menilai peluang Indonesia akan lebih terbuka apabila dua tiket memang tetap tersedia.

Meski demikian, federasi belum menjadikan proyeksi kuota sebagai patokan untuk menetapkan target hasil. Kejelasan mengenai jatah peserta dan status Qatar perlu diperoleh terlebih dahulu, sehingga PBPI dapat menilai tantangan kompetisi dengan dasar yang lebih pasti. Sikap berhati-hati ini juga mencerminkan bahwa Indonesia masih berada pada tahap awal membangun pengalaman dalam persaingan internasional padel. Bagi para atlet, kualifikasi tetap menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan, menghadapi lawan dari negara lain, dan memperkuat kesiapan menuju level dunia. Sampai ada kabar resmi dari FIP, pembahasan tentang dua tempat maupun kemungkinan tersisa satu tempat tetap bersifat sementara, bukan penetapan kuota yang telah disahkan.

Tim senior Indonesia dijadwalkan bertolak ke Kuwait pada Kamis, 22 Oktober 2026. Keberangkatan lebih awal memberi para atlet waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi setempat, terutama cuaca dan permukaan lapangan yang berbeda dari yang mereka hadapi di Asian Games 2026. Adaptasi tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia Padel 2026, agar pemain dapat tampil dengan nyaman sejak pertandingan dimulai.

Setelah mengikuti Kejurnas Padel 2026 pada pekan sebelumnya, para atlet langsung melanjutkan latihan. Fadona Kusumawati mengatakan program persiapan mencakup sesi latihan pagi dan sore, peningkatan kebugaran, pengaturan pola makan, serta upaya menjaga kondisi tubuh dan memaksimalkan pemulihan. Rangkaian kegiatan itu dirancang untuk membantu tim mencapai kesiapan fisik dan teknis menjelang kompetisi internasional.

Fadona juga menyebut aspek fisik masih menjadi perhatian setelah tim merasa tertinggal dari Jepang pada Asian Games. Karena itu, latihan tidak hanya diarahkan pada teknik dan strategi permainan, tetapi juga daya tahan serta kesiapan menghadapi intensitas pertandingan. Pengelolaan istirahat dan pemulihan menjadi bagian dari proses agar atlet dapat menjalani latihan secara konsisten tanpa mengabaikan kondisi tubuh.

Di sisi lain, PBPI memasang sasaran bagi tim junior yang akan tampil pada Piala Asia Junior: setidaknya mencapai semifinal dan membawa pulang medali perunggu. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Padel Parc Pluit, Jakarta Utara. Galih menjelaskan bahwa pemilihan lokasi mempertimbangkan akses yang dekat dengan bandara, ketersediaan fasilitas lapangan dan hotel, serta keinginan untuk mendorong pemerataan penyelenggaraan ajang padel.

Indonesia akan diwakili atlet junior Ferandy Bintang P.P.

Baca juga: Atlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak Kategori Poomsae Tingkat Dunia di Korea Selatan | Menggelegar di Surabaya! Kontingen Kodim Bojonegoro Borong Medali di ‘Open Tournament Taekwondo’ Piala Panglima TNI 2026 | Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60