Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Hukum dan Kriminal

Asap dari Halaman Sebelah: Antara Kebiasaan Lama dan Ancaman Pidana yang Mengintai Warga Kediri

badge-check


Asap dari Halaman Sebelah: Antara Kebiasaan Lama dan Ancaman Pidana yang Mengintai Warga Kediri Perbesar

 

KOTA KEDIRI — Di balik rutinitas yang tampak sepele—membakar sampah di halaman rumah—tersimpan persoalan serius yang kini mulai memantik keresahan warga. Asap yang mengepul bukan sekadar gangguan sesaat, melainkan sumber konflik sosial, ancaman kesehatan, hingga potensi pelanggaran hukum yang kerap luput dari perhatian.

Sejumlah warga di beberapa kawasan permukiman Kota Kediri mengaku terganggu dengan aktivitas pembakaran sampah oleh tetangga. Bau menyengat, asap pekat, hingga risiko gangguan pernapasan menjadi keluhan yang terus berulang, terutama di pagi dan sore hari.

Praktisi hukum Kediri, Dedy Luqman Hakim, S.H., menegaskan bahwa tindakan membakar sampah sembarangan bukan hanya persoalan etika bertetangga, melainkan sudah masuk ranah hukum yang jelas diatur dalam perundang-undangan.

“Banyak masyarakat menganggap ini hal biasa, padahal secara hukum sudah ada larangan tegas. Ini bukan sekadar kebiasaan lama, tapi bisa berujung pidana jika dilakukan tanpa memperhatikan ketentuan teknis,” jelasnya.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang secara eksplisit melarang pembakaran sampah yang tidak sesuai standar. Dalam Pasal 29 ayat (1) huruf g disebutkan larangan tersebut, dengan ancaman sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat (1), yakni pidana penjara maksimal satu tahun atau denda hingga Rp100 juta.

Di tingkat daerah, aturan serupa juga diperkuat melalui Peraturan Daerah Kota Kediri Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam Pasal 38 ayat (1) huruf g, larangan pembakaran sampah ditegaskan kembali, dengan sanksi kurungan maksimal satu bulan atau denda hingga Rp10 juta bagi pelanggar.

Lebih jauh, tindakan ini juga berpotensi melanggar Peraturan Daerah Kota Kediri Nomor 1 Tahun 2022 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, terutama jika asap yang ditimbulkan mengganggu kenyamanan dan ketertiban lingkungan.

Meski demikian, Dedy mengingatkan bahwa pendekatan hukum seharusnya menjadi langkah terakhir. Ia menekankan pentingnya komunikasi antarwarga sebagai solusi awal untuk meredam konflik.

“Langkah persuasif tetap harus dikedepankan. Tegur secara baik-baik. Namun jika tetap diabaikan dan menimbulkan gangguan, masyarakat punya hak untuk melapor,” ujarnya.

Warga yang merasa dirugikan dapat mengadukan kejadian tersebut kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri sebagai penegak Perda, maupun kepada Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP).
Selain itu, kanal pengaduan digital seperti aplikasi SURYA juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat respons pemerintah.

Fenomena ini menjadi gambaran nyata benturan antara kebiasaan lama dan tuntutan hidup modern yang lebih sadar lingkungan. Di satu sisi, membakar sampah dianggap solusi praktis. Namun di sisi lain, dampaknya meluas—tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga harmoni sosial dan kepatuhan hukum.

Di tengah kepadatan permukiman kota, satu kepulan asap bisa menjadi awal dari persoalan yang lebih besar. Dan ketika batas toleransi warga terlampaui, hukum pun tak lagi sekadar wacana—melainkan konsekuensi nyata yang harus dihadapi.

(Luck)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Jateng Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Lapas Kedungpane, Dua Kurir Perempuan Diamankan

25 April 2026 - 18:44 WIB

Korban Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Lumajang Lapor Polisi Usai Dilempari Uang oleh Keluarga Terlapor

25 April 2026 - 15:56 WIB

Transfer Misterius Berujung Teror: Skandal ‘Pencairan Paksa’ Pinjol Ilegal Mengintai

24 April 2026 - 19:10 WIB

Merasa Difitnah Disebut “Rampok” di TikTok, Warga Kalibuntu Laporkan Pemilik Akun ke Polres Probolinggo

24 April 2026 - 16:37 WIB

Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel

18 April 2026 - 11:41 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal