Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Daerah

Anak 6 Tahun Korban Aksi Kebrutalan OPM di Kabupaten Puncak Dievakuasi Petugas dan Medis

badge-check


Anak 6 Tahun Korban Aksi Kebrutalan OPM di Kabupaten Puncak Dievakuasi Petugas dan Medis Perbesar

Puncak, Papua Tengah – Aparat keamanan bersama tenaga medis menevakuasi anak berusia 6 tahun, warga asal Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Evakuasi anak perempuan yang menjadi korban dari aksi kekerasan kelompok bersenjata dilakukan pada Sabtu, 18 April 2026, pukul 11.28 hingga 11.50 WIT di Bandara Mulia, Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, menggunakan pesawat Smart Aviation PK-SNA dengan tujuan Bandara Douw Aturure, Nabire.

Korban diketahui bernama Onte Walia. Korban mengalami luka pada siku tangan kanan akibat insiden kekerasan yang terjadi beberapa hari lalu. Dalam proses evakuasi, korban didampingi oleh ibunya, Irene Kogoya, serta tenaga medis Rosalia dari RSUD Mulia.

Korban direncanakan menjalani perawatan lanjutan di RSUD Nabire guna mendapatkan penanganan medis yang lebih optimal. Secara analisis, kejadian ini menunjukkan adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Puncak Jaya apabila tidak segera ditangani secara cepat dan tepat oleh aparat terkait

Insiden yang memilukan ini merupakan dampak dari aksi pembakaran honai (rumah adat) dan penembakan secara membabi buta oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodam III/Sinak yang dipimpin Lekagak Telenggen. Peristiwa tersebut terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Muara, Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil.

Sebagai langkah antisipasi, aparat keamanan telah meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan situasi wilayah secara intensif. Selain itu, direkomendasikan agar pemerintah daerah bersama TNI-Polri berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh adat untuk meredam emosi masyarakat, serta meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap potensi ancaman dari kelompok OPM maupun simpatisannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sikap Arogan Bos ‘RHM’ di Balik Teror Preman, Motor Dirampas di Baturube, Diduga Terkait Mafia Pembalakan Liar Cagar Alam Taronggo! ​

20 April 2026 - 10:18 WIB

Diduga Bos (RHM) Gunakan Preman Menagih, Ambil Motor Utang Lunas, Jangan Main Ancam, Diminta APH Tidak Tinggal Diam.

20 April 2026 - 07:51 WIB

Diduga Bos (RHM) Gunakan Preman Menagih, Ambil Motor Utang Lunas, Jangan Main Ancam, Diminta APH Tidak Tinggal Diam.

20 April 2026 - 07:47 WIB

Diminta Kapolda Sulteng Turun Gunung, Tangkap Dan Penjarakan Pelaku Pembalakan Liar Di Cagar Alam, Dugaan Mobil Bermuatan Kayu Tampa Dokumen.

19 April 2026 - 09:23 WIB

Pemkab Puncak Sebut Serangan Warga di Sinak Dilakukan KKB, Bantah Keterlibatan Aparat

18 April 2026 - 22:14 WIB

Trending di Daerah