Probolinggo, Patrolihukum.net — Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo bergerak cepat menangani dampak banjir yang merusak sejumlah jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (11/12/2025) malam. Banjir tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan pegunungan tersebut sejak sore hari.
Derasnya aliran air menyebabkan tiga jembatan mengalami kerusakan parah bahkan putus total. Ketiga jembatan yang terdampak yakni Jembatan Kedaton, jembatan penghubung Desa Andungbiru – Desa Tiris, serta Jembatan Besi yang berada di belakang Balai Desa Andungbiru. Selain memutus akses utama warga, derasnya arus juga membuat beberapa rumah terendam dan sebagian warga harus dievakuasi ke lokasi aman.

Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif mengatakan jajarannya langsung dikerahkan setelah laporan diterima. Pada Kamis malam, Kapolsek Tiris bersama anggota dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo langsung berada di lokasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
“Begitu kami menerima informasi adanya jembatan putus, personel Polres Probolinggo bersama tim gabungan langsung menuju lokasi untuk memastikan keselamatan warga, melakukan evakuasi, serta menutup akses yang berpotensi membahayakan,” ujar AKBP Latif.
Petugas juga melakukan penyisiran di area bantaran sungai yang meluap, memastikan tidak ada warga yang terjebak di titik-titik rawan. Selain itu, polisi mendirikan pos sementara untuk mempermudah koordinasi dan menerima laporan dari masyarakat.
AKBP Latif menegaskan pihaknya masih terus memantau situasi mengingat cuaca belum stabil dan potensi banjir susulan masih mungkin terjadi. Ia meminta warga tetap waspada dan mengutamakan keselamatan.
“Kami minta masyarakat tetap berhati-hati. Bila menemukan kondisi yang membahayakan atau adanya kerusakan baru akibat banjir, segera laporkan ke aparat terdekat agar bisa ditangani lebih cepat,” katanya.
Hingga Jumat (12/12/2025) pagi, Polres Probolinggo bersama BPBD dan unsur pemerintah daerah masih melakukan pendataan kerusakan lanjutan, termasuk analisis kebutuhan perbaikan akses sementara untuk warga. Petugas juga disebar untuk membantu masyarakat yang kesulitan mobilitas akibat jembatan-jembatan yang terputus.
Upaya penanganan akan dilanjutkan hingga kondisi dianggap aman, sementara warga diminta tetap berada di lokasi yang lebih tinggi apabila hujan turun kembali.
(Bambang)















