Betrand Peto Jelaskan Asal-Usul Video Pesta yang Ramai di Media Sosial

Betrand Peto Jelaskan Asal-Usul Video Pesta yang Ramai di Media Sosial
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Betrand Peto, yang juga dikenal dengan nama Onyo, memberikan penjelasan mengenai video pesta yang beredar di media sosial. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah ia menjalani pemeriksaan selama 8,5 jam di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Pemeriksaan itu berlangsung ketika Betrand masih menghadapi kasus hukum terkait dugaan kekerasan seksual.

Video yang ramai dibicarakan publik tersebut menjadi perhatian di tengah proses hukum yang sedang berjalan. Dalam keterangannya, Betrand menjelaskan bahwa akun email pribadinya memang sempat dibobol oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia juga menduga data pribadinya diambil secara ilegal oleh pihak tersebut. Penjelasan itu disampaikan untuk memberikan konteks mengenai kemunculan video yang kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Betrand tidak menyampaikan keterangan lain di luar persoalan tersebut. Ia meminta masyarakat mendoakan agar masalah yang sedang dihadapinya dapat segera diselesaikan. Menurutnya, doa dari publik diharapkan dapat membantu agar persoalan itu segera menemukan jalan keluar dan semua pihak bisa kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Pernyataan tersebut menjadi respons Betrand setelah pemeriksaan panjang di Polda Metro Jaya sekaligus menjawab perhatian publik terhadap asal-usul video pesta yang beredar.

Dengan klarifikasi itu, Betrand menegaskan bahwa penyebaran video tersebut berkaitan dengan dugaan pembobolan akun email serta pengambilan data pribadi secara ilegal. Ia menyerahkan proses penyelesaian persoalan yang dihadapinya, sambil tetap meminta dukungan doa dari masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks pemeriksaan dan perkara hukum yang masih berlangsung, sehingga publik diharapkan memahami informasi berdasarkan keterangan yang telah diberikan.

Betrand Peto memberikan penjelasan bahwa video pesta yang ramai beredar di media sosial bukan dokumentasi dari kejadian baru. Menurut keterangannya, rekaman tersebut merupakan video lama yang kembali muncul setelah beredar luas di berbagai platform. Karena waktu pengambilan gambar tidak selalu terlihat jelas dalam potongan video, sebagian pengguna media sosial kemudian mengira bahwa rekaman itu menggambarkan peristiwa terkini.

Betrand juga menyebut video tersebut telah diedit dan digabungkan oleh pihak lain. Penyuntingan itu membuat beberapa bagian rekaman tampil dalam susunan yang berbeda dari materi aslinya. Potongan gambar yang disatukan dapat membentuk alur atau kesan tertentu, meskipun konteks awal setiap bagian belum tentu sama. Perbedaan tersebut penting diperhatikan agar publik tidak langsung menyamakan hasil suntingan dengan dokumentasi lengkap mengenai keadaan yang sebenarnya.

Melalui penjelasannya, Betrand membantah bahwa situasi dalam video sesuai dengan kesan yang muncul setelah rekaman itu beredar. Ia menekankan adanya perbedaan isi dan konteks asli video dengan versi yang telah diproses serta disebarkan kembali. Dengan demikian, penilaian terhadap dirinya tidak semestinya hanya didasarkan pada potongan gambar yang sudah mengalami perubahan. Klarifikasi ini sekaligus mengingatkan masyarakat untuk memeriksa sumber, waktu perekaman, dan keutuhan materi sebelum menyimpulkan suatu peristiwa.

Ia turut menyinggung dugaan bahwa data pribadinya diambil secara ilegal. Namun, penjelasan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan motif pihak tertentu. Hal yang ditegaskan adalah perlunya membedakan fakta mengenai asal rekaman dari dugaan lain yang masih memerlukan pembuktian. Sikap berhati-hati diperlukan agar penyebaran video lama dan hasil penyuntingannya tidak semakin memperluas persepsi yang keliru di tengah publik.

Berdasarkan keterangan Betrand Peto, rekaman yang ramai dibicarakan di media sosial pada dasarnya berasal dari momen berkumpul bersama teman-temannya. Mereka merupakan kelompok yang berasal dari daerah Indonesia Timur. Karena potongan rekaman tersebut beredar tanpa konteks yang lengkap, muncul berbagai penafsiran mengenai situasi yang sebenarnya terjadi dalam video.

Kegiatan itu bukan semata-mata peristiwa yang ditampilkan melalui hasil suntingan di media sosial. Pertemuan tersebut diisi dengan aktivitas bermain sepak bola dalam sebuah kumpulan anak-anak Timur. Momen itu menjadi bagian dari kebersamaan mereka sebelum kegiatan dilanjutkan dengan makan papeda bersama. Keterangan tersebut memberikan gambaran bahwa rekaman awalnya memperlihatkan aktivitas pertemanan yang berlangsung secara biasa.

Bagian yang diambil dan kemudian beredar merupakan foto atau rekaman yang menampilkan kebersamaan mereka, termasuk saat menikmati papeda. Potongan gambar itu tidak secara utuh menggambarkan keseluruhan kegiatan yang berlangsung. Ketika bagian tertentu dipisahkan dari rangkaian aslinya, makna yang diterima penonton dapat berubah dan memunculkan kesan berbeda dari konteks awal.

Dengan demikian, video tersebut perlu dipahami melalui penjelasan Betrand, bukan hanya berdasarkan opini yang muncul setelah rekaman disunting dan dibagikan ulang. Isi aslinya berkaitan dengan kegiatan berkumpul, bermain sepak bola, serta makan papeda bersama teman-teman dari Indonesia Timur. Penjelasan ini menempatkan video itu sebagai dokumentasi kebersamaan, bukan gambaran peristiwa sebagaimana anggapan yang berkembang di media sosial.

Betrand Peto menjelaskan bahwa video pesta yang belakangan ramai dibicarakan di media sosial sebenarnya tidak pernah disiapkan untuk konsumsi publik. Menurut keterangannya, rekaman tersebut hanya disimpan sebagai dokumentasi pribadi. Ia tidak memiliki maksud untuk menyebarkannya, apalagi menjadikan video itu sebagai bahan unggahan atau tontonan bagi khalayak luas.

Ia juga menegaskan bahwa rekaman itu tidak pernah dibagikan kepada teman-temannya maupun diteruskan ke grup percakapan mana pun. Karena itu, kemunculan video tersebut di ruang publik menjadi hal yang dipertanyakan. Betrand menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui bagaimana rekaman yang semula berada dalam penyimpanan pribadi dapat beredar dan kemudian menarik perhatian banyak orang di media sosial.

Selain memberikan penjelasan mengenai video tersebut, Betrand telah menyampaikan kronologi pembobolan email kepada ayahnya secara terbuka. Ia turut menunjukkan bukti-bukti yang dimilikinya untuk menjelaskan rangkaian kejadian serta mendukung keterangan yang disampaikan. Langkah itu dilakukan agar persoalan dapat dipahami berdasarkan informasi dan dokumentasi yang tersedia, bukan semata-mata berdasarkan dugaan yang berkembang di tengah publik.

Betrand berharap persoalan tersebut segera berakhir sehingga tidak terus menimbulkan spekulasi dan perhatian yang berkepanjangan. Ia ingin penjelasan mengenai penyimpanan pribadi video serta kronologi pembobolan email dapat menjadi bagian dari pemahaman yang lebih utuh terhadap masalah tersebut. Untuk saat ini, ia memilih menyampaikan informasi yang diketahuinya dan menyerahkan perkembangan selanjutnya sesuai proses yang berjalan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60