Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Nasional

BPS Kabupaten Probolinggo Gandeng Perguruan Tinggi, Perkuat Literasi Data dan Ekosistem Statistik

badge-check


BPS Kabupaten Probolinggo Gandeng Perguruan Tinggi, Perkuat Literasi Data dan Ekosistem Statistik Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di ruang pertemuan Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin serta Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti. Turut hadir Ketua Tim PLS BPS Kabupaten Probolinggo, para rektor perguruan tinggi serta koordinator Pojok Statistik dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Probolinggo.

Adapun perguruan tinggi yang terlibat di antaranya Universitas Nurul Jadid, Universitas Panca Marga, Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, Universitas Hafshawaty Zainul Hasan, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Zainul Hasan serta Institut Badri Masduqi.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti bersama para rektor perguruan tinggi. Sementara PKS ditandatangani oleh Ketua Tim PLS BPS dan Koordinator Pojok Statistik. Prosesi penandatanganan tersebut disaksikan oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin.

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Agen Statistik Angkatan IV tahun 2026. Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dikukuhkan sebagai agen statistik yang akan menjadi penghubung antara BPS Kabupaten Probolinggo dengan civitas akademika.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya kerja sama tersebut yang telah direncanakan sejak akhir tahun lalu. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemanfaatan data di lingkungan akademik.

“Alhamdulillah, rencana yang kami susun sejak akhir tahun lalu akhirnya bisa terwujud. Ini berkat dukungan berbagai pihak sehingga penguatan statistik di kampus dapat kita hadirkan,” ujarnya.

Lilik menegaskan, keberadaan pojok statistik di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan MoU semata. Lebih dari itu, diperlukan implementasi nyata yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Pojok statistik harus hidup. Kehadiran agen statistik dari kalangan mahasiswa menjadi kunci, karena mereka akan menjadi mediator antara kebutuhan data di kampus dengan BPS,” jelasnya.

Menurut Lilik, selama ini data yang dimiliki BPS sebenarnya selalu tersedia dan dapat diakses. Namun, tantangan terbesar terletak pada masih rendahnya literasi masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan data secara optimal.

“Data itu selalu available, tetapi literasi datanya yang masih perlu kita tingkatkan. Oleh karena itu, kampus menjadi mitra strategis untuk bersama-sama mendorong pemanfaatan data,” tegasnya.

Ia juga membuka peluang bagi mahasiswa agen statistik untuk terlibat langsung dalam kegiatan lapangan, termasuk Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan mulai Mei hingga Agustus 2026. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman praktis dalam proses pengumpulan hingga pengolahan data. “Adik-adik agen statistik nanti bisa belajar langsung menjadi petugas survei, mulai dari mengumpulkan, mengolah hingga menyajikan data,” lanjutnya.

Selain itu, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) guna meningkatkan kapasitas sekaligus memberikan kontribusi nyata di masyarakat. Sekaligus dukungan perguruan tinggi dalam penyediaan data untuk penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). “Kami mohon kampus yang belum menyampaikan data untuk PDRB agar segera melengkapinya. Ini penting untuk menghasilkan data yang akurat,” tambahnya.

Sementara Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem data yang terintegrasi dan berkualitas.

“Diskominfo memiliki peran strategis sebagai wali data dalam sistem pemerintahan berbasis data. Peran tersebut mencakup koordinasi, pengelolaan hingga distribusi data dari berbagai produsen data. Dalam ekosistem pemerintahan, kami berperan sebagai wali data yang mengoordinasikan data agar terintegrasi dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” katanya.

Hudan menyebut BPS sebagai mitra utama dalam pembinaan statistik, khususnya dalam hal metodologi dan penghitungan data. Sinergi antara Diskominfo dan BPS dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas data sektoral di Kabupaten Probolinggo. “BPS adalah pembina kami dalam hal data. Keahlian mereka dalam metodologi statistik menjadi dasar penting bagi kami untuk terus bersinergi,” jelasnya.

Hudan juga menegaskan komitmen Diskominfo untuk membuka akses data bagi kalangan akademisi, terutama mahasiswa guna mendukung riset berbasis data. Namun demikian, akses terhadap data tertentu tetap harus melalui mekanisme yang telah ditetapkan. “Kami akan membuka data terbuka untuk kampus. Tetapi untuk data yang dikecualikan, tentu ada prosedur yang harus dipenuhi,” tegasnya.

Lebih lanjut Hudan menilai keberadaan agen statistik di kampus merupakan langkah strategis dalam meningkatkan literasi data di kalangan generasi muda. Dengan pemahaman data yang baik, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan dan memberikan solusi berbasis data. “Mahasiswa cukup melihat dan membandingkan data untuk menemukan persoalan. Dari situ mereka bisa membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang tepat,” terangnya.

Hudan juga menekankan pentingnya transformasi pembangunan berbasis data agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Jika kualitas data semakin baik, maka kebijakan yang diambil juga akan semakin tepat guna dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ke depan, Diskominfo berkomitmen untuk mengintegrasikan data lintas sektor berbasis geospasial sebagai bagian dari implementasi program Satu Data Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu memberikan gambaran kondisi wilayah secara detail hingga tingkat desa. “Dengan data berbasis geospasial, kita bisa mengetahui kondisi wilayah secara lebih akurat, termasuk berbagai permasalahan yang ada,” lanjutnya.

Hudan menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara BPS dan perguruan tinggi yang dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo. “Kerja sama ini merupakan langkah konkret menuju Kabupaten Probolinggo yang maju, berbasis data dan memiliki daya saing tinggi,” pungkasnya.(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dalam Rangka Harjakapro ke-280, Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara

21 April 2026 - 11:02 WIB

Rutin Razia Hunian, Rutan Kraksaan Pastikan Keamanan Tetap Kondusif

21 April 2026 - 10:33 WIB

Respon Cepat Aduan Masyarakat, Satpol PP Kabupaten Probolinggo Amankan Puluhan Botol Miras

21 April 2026 - 10:28 WIB

Diminta Presiden RI, Turun Gunung Dugaan Maraknya Pembalakan Liar Di Hutan Cagar Alam, BKSDA, KPH Dan APH Miskram Terikat Tali Pocong.

21 April 2026 - 09:44 WIB

Tanah Proyek Berserakan di Exit Tol Kraksaan, Pengguna Jalan Terancam, Kontraktor Disorot

20 April 2026 - 16:13 WIB

Trending di Kabar Viral