Sekjen dan Wapres DPP Hadiri Muswilub LSM LIRA Sutra, Asran Terpilih Jadi Gubernur

banner 468x60

Patrolihukum.net, Kendari, 14 Juni 2025 — Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Indonesia Wilayah Sulawesi Tenggara resmi menetapkan Asran sebagai Gubernur LSM LIRA Sultra yang baru. Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Coffee Radja, Kota Kendari, ini diwarnai dinamika demokrasi yang sehat dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam pemungutan suara internal yang digelar Sabtu (14/6), Asran unggul atas rivalnya Sumantri dengan perolehan suara 8 banding 4 dari total 12 suara sah. Ke-12 suara tersebut berasal dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LIRA di 12 kabupaten/kota yang hadir dari total 17 wilayah se-Sultra.

Muswilub ini turut dihadiri dan dipantau langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP LIRA Indonesia, Adam Irham, serta Wakil Presiden Bidang Organisasi, Samsudin, S.H., yang hadir sebagai perwakilan Dewan Pimpinan Pusat.

Asran: Konsolidasi Total, LIRA Bangkit dan Bersinergi

Dalam pidato pertamanya usai terpilih, Asran menyebut Muswilub kali ini sebagai tonggak sejarah karena berlangsung secara terbuka, profesional, dan berintegritas. Ia mengajak seluruh jajaran LIRA di Sultra untuk melakukan konsolidasi secara total demi membangun organisasi yang solid, responsif, dan kredibel.

“Ini momentum konsolidasi penting. LIRA Sultra harus bangkit, solid, dan menjadi lembaga kontrol yang kredibel terhadap jalannya pemerintahan di seluruh daerah,” tegasnya.

Asran menekankan bahwa LIRA Sultra akan menjunjung tinggi sinergi yang sehat dengan pemerintah, namun tetap berada di jalur kritis yang konstruktif. Ia memastikan bahwa fungsi kontrol sosial dan pengawasan kebijakan publik tetap akan dilakukan tanpa kompromi terhadap setiap bentuk penyimpangan.

“Kami akan bersinergi dengan pemerintah, namun tidak akan kompromi terhadap pelanggaran. Fungsi pengawasan harus tajam, aktif, dan menyeluruh,” tambahnya.

Target 100% Kepengurusan, Pengawasan Lebih Terstruktur

Saat ini, LIRA Sultra telah hadir secara aktif di 12 kabupaten/kota, antara lain Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Kota Kendari. Asran menegaskan bahwa pihaknya menargetkan pembentukan DPD di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara dalam waktu dekat.

“Kami ingin seluruh struktur DPD LIRA terbentuk 100 persen. Penguatan organisasi akan berjalan dengan sistematis dan terukur agar fungsi pengawasan dapat dilaksanakan secara maksimal,” ujar Asran.

Ia juga mengungkapkan komitmen untuk memperkuat literasi hukum, mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran, serta memastikan setiap program dan kebijakan daerah berjalan transparan dan akuntabel.

Pesan Moral: Kembali ke Spirit Ketuhanan

Di akhir sambutannya, Asran menyampaikan pesan spiritual kepada para kepala daerah dan seluruh kader LIRA Sultra. Ia mengingatkan pentingnya introspeksi diri dalam menghadapi situasi bangsa yang penuh tantangan, termasuk ancaman bencana alam dan krisis kepercayaan publik.

“Mari kita mendekat kepada Allah SWT. Bencana yang datang silih berganti adalah pengingat bahwa kuasa hanya milik-Nya. Kita semua, baik pejabat maupun aktivis, harus menjauhkan diri dari jerat hukum dan memperkuat moralitas dalam bekerja,” tuturnya.

DPP Apresiasi Muswilub Sultra, Dorong Penguatan Kaderisasi

Sementara itu, Sekjen DPP LIRA, Adam Irham, dalam arahannya mengapresiasi jalannya Muswilub yang berlangsung kondusif dan demokratis. Ia menilai proses pemilihan di Sultra bisa menjadi model musyawarah yang berintegritas di daerah lain.

“Kami dari DPP melihat ini sebagai bukti bahwa LIRA di daerah memiliki semangat pembaruan. Kami akan terus mendampingi proses kaderisasi dan pembenahan organisasi ke depan,” ujarnya.

Senada, Wapres Bidang Organisasi, Samsudin, S.H., menyebut bahwa revitalisasi LIRA di Sultra adalah bagian dari strategi nasional dalam memperkuat fungsi kontrol sosial dan partisipasi masyarakat sipil.


Catatan Redaksi:
Muswilub LSM LIRA Sultra ini mencerminkan wajah baru pergerakan masyarakat sipil yang tidak hanya menuntut perubahan, tetapi juga siap menjadi mitra kritis dalam pembangunan daerah. Tantangan ke depan adalah memastikan komitmen yang diucapkan dalam forum ini benar-benar diwujudkan dalam program kerja nyata. Konsistensi menjadi kunci bagi LIRA Sultra agar tidak kehilangan identitasnya sebagai garda pengawasan rakyat.

(Edi D/Red/**)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan