Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Kabar Viral

Yayak Gundul Klarifikasi Pernyataan Rakyat Pati Bajingan di Medsos

badge-check

Patrolihukum.net // Pati, Jawa Tengah – Dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya rekaman suara yang diduga mirip dengan aktivis ormas Mantra, Yayak Gundul, atau yang bernama asli Cahaya Basuki. Rekaman tersebut memuat pernyataan yang menyebut “rakyat Pati bajingan semua” dan viral di berbagai platform media sosial sejak Jumat (10/8/2025).

Kabar itu pertama kali mencuat di sebuah grup WhatsApp yang juga diikuti oleh Yayak Gundul. Salah satu anggota grup, yang merupakan awak media, berusaha mengonfirmasi kebenaran suara tersebut dengan bertanya langsung di grup, “Ini seperti suaranya Yayak, kok ngarani rakyat Pati bajingan semua?”

Namun, bukannya mendapatkan klarifikasi, awak media tersebut justru menerima respons tegas dari Yayak Gundul. “Tak catat… kalau tidak ada bukti saya ngarani rakyat Pati… kita ketemu di Kepolisian,” tulisnya di grup. Yayak bahkan menambahkan, “Sudah dua kali kamu katai otak saya kecampur tai… sekarang kamu bilang saya ngarani rakyat Pati bajingan.”

Upaya konfirmasi lanjutan dilakukan awak media melalui pesan pribadi WhatsApp, namun tak direspons. Beberapa jurnalis bahkan mendatangi kediaman Yayak Gundul sebanyak dua kali, tetapi tidak berhasil bertemu.

Dua hari kemudian, Yayak akhirnya memberikan klarifikasi. Menurutnya, ucapan “rakyat Pati bajingan” sebenarnya ditujukan kepada anggota grup Noto Projo, bukan kepada masyarakat Pati secara keseluruhan. Ia mengaku kesal karena merasa difitnah telah menerima uang dan dipaksa ikut aksi demonstrasi pada 13 Agustus 2025.

Diketahui, Yayak Gundul merupakan aktivis yang sebelumnya lantang mengkritik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta sikap arogansi Bupati Pati, Sudewo. Ia bahkan ikut mendorong rencana aksi demonstrasi. Namun, setelah bertemu dengan Bupati yang akhirnya membatalkan kenaikan PBB, Yayak memutuskan membatalkan niat demo dan diduga mengajak warga lain untuk tidak ikut aksi.

Perubahan sikap ini memicu pro dan kontra. Di media sosial, banyak warganet melontarkan hujatan, bahkan menjuluki Yayak Gundul dengan sebutan “Sengkuni” dan berbagai sindiran lain. Meski demikian, hingga kini Yayak tetap bersikukuh bahwa pernyataannya disalahartikan dan konteksnya berbeda dari yang viral di publik.

(Edi D/Mury/Prima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Disdikdaya Probolinggo Gandeng INOVASI Siapkan PAUD–SD Satu Atap di Sukapura

3 April 2026 - 17:41 WIB

Program Demplot Jadi Solusi Adaptasi Iklim, Hasil Panen Petani Probolinggo Meningkat Signifikan

3 April 2026 - 11:39 WIB

Framing Terbongkar? Isu Jalur Hukum Bank Jateng Dipatahkan, Nama Utomo Kian Disorot dalam Kisruh Kapal Juwana

3 April 2026 - 11:28 WIB

Proyek Rak Gondola KDMP Impor Dari China Rp 695 Miliar Disorot, Dugaan Mark-Up dan Pengadaan Tidak Transparan Dilaporkan ke BPK

3 April 2026 - 11:17 WIB

Bupati Probolinggo Tegur Kadis Perkim dan Kontraktor Soal Paving Alun-Alun Kraksaan

3 April 2026 - 10:57 WIB

Trending di Kabar Viral